
Keesokan paginya, saat ini Adit dan Qila sudah keluar dari hotel itu dan langsung menuju pulang ke rumah mereka.
Sesampainya di rumah mereka berdua langsung keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
" Assalamualaikum... " salam Qila dan Adit bersamaan dan sambil bergandengan tangan seperti biasa.
" Walaikum salam, eh kalian ko baru pulang kemarin kemana saja " sahut seseorang yang sudah duduk santai di ruang tamu.
Mendengar itu Adit dan Qila langsung terkejut, mereka kira bi Ijah atau maid yang lainnya yang menyahut, tapi seseorang yang tidak terduga yang menyambut mereka.
Sebenarnya mereka berdua ingin langsung menuju ke kamar mereka, tapi mendengar suara orang itu membuat mereka menghentikan langkahnya lalu menatap ke kursi ruang tamu.
" Kak Nilam, ko bisa ada di sini dari mana tahu kalau rumah kami di sini ?" tanya Qila yang begitu sangat terkejut melihat Nilam pagi - pagi sudah ada di rumahnya.
Sedangkan Adit meskipun sama terkejutnya dengan Qila, tapi Adit hanya diam saja dan tidak memperdulikannya.
__ADS_1
" Aku di suruh Tante lira mengantarkan makanan ke rumah kalian, dan Tante yang memberitahu alamat rumah kalian, makanya aku di sini sekarang. " Ini makanannya, kamu sudah sarapan Dit, yu sarapan aku sudah bawakan makanan nih " kata Nilam sambil tersenyum menatap Adit dan tidak melihat kearah Qila meskipun sedang bicara pada Qila.
Mendengar dan melihat itu Qila merasa aneh dan langsung melihat kearah suaminya itu.
Adit pun sama merasa anehnya sama seperti Qila dan juga membalas tatapan Qila.
" Sayang, aku ke kamar dulu ya, kalau kamu mau sarapan duluan saja, aku ada miting via video call dengan para klien pagi ini jadi tidak bisa ikut sarapan, setelah selesai miting baru aku sarapan, aku ke kamar dulu ya. " cup... kata Adit sambil mencium kening istrinya itu dan langsung di anggukan oleh Qila, lalu Adit langsung melangkahkan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Sedangkan Nilam yang melihat pemandangan yang romantis itu serta tidak di perduli kan sama sekali oleh Adit, membuatnya begitu sangat kesal sampai mengepalkan tangannya menahan rasa cemburunya pada mereka berdua, dan Nilam bisa menyembunyikan semuanya dengan masih bersikap biasa pada Qila.
Setelah Adit ke kamarnya, Qila langsung menghampiri Kaka sepupunya itu.
" Ayo ka kita ke dapur, kita sarapan bersama. " ajak Qila yang menghormati Nilam sebagai tamunya.
" Iya ayo " sahut Nilam yang bersikap seperti biasa.
__ADS_1
Mereka berdua langsung menuju dapur membuka makanan yang di kirimkan oleh Bu lira, dan bertapa senangnya Qila mendapat makanan itu.
" Wah ini kan makanan kesukaan Qila dan ka Adit, mamah tahu saja kami suka ini, yu ka kita sarapan. " ajak Qila dengan senangnya sambil mengambil makanannya.
" Oh ya, jadi Adit juga suka dengan makanan ini, kalau begitu aku juga akan memakannya. " kata Nilam yang juga langsung mengambil makanan itu meskipun ada sedikit ketakutan saat memakannya.
" Lho ko ka Nilam makan makanan ini juga, kenapa tidak makan ayam saja, bukankah ka Nilam alergi udang bagaimana kalau nanti sakit perut " kata Qila yang heran melihat Nilam mengambil udang asam manis kesukaan mereka berdua Sedangkan Nilam alergi udang.
" Tidak apa-apa Qila, sepertinya aku juga menyukai makanan ini sama seperti kalian " sahut Nilam dengan pedenya menyamakan Qila dan Adit, lalu memakan langsung udang asam manis itu.
Sedangkan Qila, tanpa sepengetahuan Nilam, mengangkat bibirnya tipis dan sedikit tersenyum melihat Kaka sepupunya itu juga memakan makanan kesukaan mereka padahal ia alergi.
" Meskipun cinta, tapi jangan bodoh juga kali hahaha... " kata Qila dalam hati sambil tersenyum memakan sarapannya.
Sedangkan Nilam karena sudah beberapa kali suapan setelah memakan udang asam manis itu, ia mulai merasakan tidak enak di badannya, kemudian ia langsung mengambil air minum lalu meminumnya, dan seketika...
__ADS_1