
Tidak terasa sudah sembilan bulan kehamilan Qila, dan perkiraan dokter seminggu lagi Qila akan melahirkan.
Dan saat ini Qila dan Adit sedang berbelanja keperluan bayi mereka, di temani para calon nenek - nenek yang terlihat lebih antusias dari pada bumilnya sendiri.
" Wah semuanya lucu - lucu, kalau saja kita tahu apa jenis kelamin cucu kita, maka akan lebih mudah untuk membeli perlengkapannya. " kata lira yang sangat bingung memilih saat berada di toko itu.
" Pilih warna netral saja jeng, yang cocok untuk laki - laki dan perempuan. " sahut Bu Ranti dan langsung di anggukan lira.
Sedangkan Qila hanya tersenyum melihat kedua nenek cantik itu memilih, tapi tidak dengan Adit.
" Tidak para nenek, disini masih ada Dedy nya, jadi biarkan aku yang memilih untuk anakku " kata Adit yang tak mau kalah.
" Hey enak saja, kami juga berhak memilih, kami juga neneknya dasar kau ini " kata Ranti yang tidak terima apa yang di katakan putranya itu..
" Coba lihat istrimu, ia santai saja, sudahlah Adit lebih baik kamu duduk saja temani istrimu itu biar kami yang memilih semuanya " kata Bu lira juga dan langsung di anggukan oleh Ranti.
Mendengar itu Adit hanya bisa melotot tidak terima, sedangkan Qila.
" Hahahaha... ka Adit sini temani Qila. " kata Qila yang sangat lucu melihat ekspresi wajah suaminya saat di tegur para calon nenek itu.
__ADS_1
Mendengar itu Adit langsung menghampiri istrinya, sedangkan kedua nenek itu melanjutkan kembali kegiatan mereka memilih dan membeli perlengkapan cucu mereka.
" Apa sayang, apa kau lelah " tanya Adit setelah dekat dengan Qila.
" Tidak juga, sebaiknya ka Adit di sini saja, biarkan para nenek - nenek itu memilih, nanti kalau sudah selesai baru giliran kita yang memilih hmm... " kata Qila sambil tersenyum melihat wajah suaminya yang masih cemberut.
" Baiklah biarkan dulu mereka memilih " kata Adit yang setuju dengan kata Qila.
Jadi mereka berdua hanya duduk saja melihat kedua perempuan paruh baya itu memilihkan perlengkapan bayinya, dan saat sedang santainya Qila dan Adit tiba - tiba...
" AW shiitthh... " gumam Qila yang merasakan sakit di perutnya.
" Ada apa sayang, kamu sakit apa ?" tanya Adit
" Perut Qila sakit sekali ka, shiiiith... " jawab Qila
" Kita kerumah sakit sekarang " kata Adit yang tidak mau mengambil resiko dan langsung di anggukan Qila.
" Mamah, mah, ayo kita kerumah sakit sekarang. " kata Adit
__ADS_1
" Ada apa Dit, kenapa harus kerumah sakit ?" tanya Bu Ranti yang sangat terkejut mendengarnya.
" Qila sakit perut mah, cepat kita ke rumah sakit sekarang " jawab Adit yang membawa istrinya keluar lebih dulu.
Mendengar itu tanpa menunggu apa - apa lagi Bu Ranti dan Bu lira langsung membayar perlengkapan yang mereka beli lalu menyusul anak mereka menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan Qila masih merintih kesakitan, sedangkan Adit langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk menyambut kedatangan mereka.
" Sabar sayang sebentar lagi kita sampai. " kata Adit yang terus menenangkan istrinya, dan Qila hanya mengangguk karena sudah tidak bisa menjawab lagi saking sakitnya yang ia rasakan.
Tidak butuh waktu lama mereka tiba di rumah sakit, disana sudah ada dokter dan para perawat yang sudah siap menyambut kedatangan mereka.
Tanpa menunggu apa - apa lagi setelah sampai Qila langsung segera di tangani, Qila langsung di bawa ke ruangan bersalin, sedangkan Adit masih setia mengikuti dan berada di samping istrinya itu.
" Sepertinya Bu Qila akan melahirkan sekarang, suster siapkan semuanya kita akan melakukan persalinan sekarang. " kata dokter itu setelah selesai memeriksa.
" Baik Dok " sahut suster itu, sedangkan Qila dan Adit hanya menurut saja.
Sedangkan Bu Ranti dan Bu lira menunggu di depan ruang bersalin dengan perasaan cemas dan khawatir, mereka berdua terus mondar mandir karena tidak tenang dan langsung menghubungi suami mereka mengabarkan semuanya.
__ADS_1