Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
Episode 34


__ADS_3

Dengan keadaan terkejut dan sangat bingung, Qila langsung berdiri.


" Ayo kak, sebaiknya kita temui ka Adit sekarang, ia harus mempertanggungjawabkan semuanya. " kata Qila dengan penuh kekecewaan.


" Tapi hiks hiks hiks... Bagaimana dengan mu Qila ?" tanya Nilam lagi masih sambil menangis.


" Kakak tidak perlu memperdulikan ku, yang penting sekarang bagaimana dengan kakak selanjutnya, ayo kita pulang sekarang. " jawab Qila sambil menarik tangan Nilam dan membawanya pergi dari tempat itu, sedangkan Nilam hanya menurut saja saat Qila membawanya.


Setelah membayar pesanan mereka di kafe itu, mereka langsung menuju ke tempat Adit berada yaitu di kantor Adit.


Sesampainya di kantor, semua orang terkejut melihat istri dari CEO mereka membawa perempuan yang sedang menangis, dan mereka tidak berani bertanya karena wajah istri bos mereka itu terlihat begitu sangat kesal dan kecewa.


Sesampainya di depan ruangan CEO tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Qila langsung menerobos masuk membawa Nilam.


BRAAKH...


" Qila, ada apa ini ?" tanya Adit yang begitu terkejut melihat kedatangan istrinya yang begitu tiba-tiba bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Apa yang sudah Kakak lakukan pada ka Nilam, kenapa kakak tega membohongiku " kata Qila dengan penuh amarah kekecewaan.

__ADS_1


" Apa maksudmu sayang aku sungguh tidak mengerti ?" tanya Adit lagi yang masih terkejut mendengar perkataan istrinya itu.


" Kenapa kakak tega membohongiku, kenapa kakak tidak bilang saja kalau kakak masih mencintai ka Nilam, kenapa harus bermain kotor di belakang ku ka " kata Qila dengan marahnya menatap tajam pada suaminya itu.


" Katakan lebih jelas Qila, aku masih tidak mengerti dengan apa yang kau katakan ?" tanya Adit yang memang belum mengerti.


Sedangkan Nilam hanya diam sambil menangis, tapi juga menikmati pemandangan yang sesuai dengan apa yang ia harapkan.


" Sudah lah kak, akui saja ka Nilam sudah mengatakan dan menceritakan semuanya pada ku, bahkan ka Nilam memiliki bukti kalau ka Adit masih mencintainya, bahkan melakukan hal kotor dengan memaksa ka Nilam. " kata Qila masih dengan amarahnya.


" Apa, bukti apa maksud mu, memangnya apa yang sudah ku lakukan. " kata Adit lagi yang tidak terima apa yang sudah di katakan Qila.


" Kau itu bicara apa, aku tidak melakukan apapun padamu, bahkan kau yang sedang tidak tahu dirinya mencium ku, kurang ajar kau Nilam. " kata Adit dengan marahnya di tuduh seperti itu.


" Qila, ku mohon percayalah padaku, aku tidak melakukan apapun padanya, dia hanya berbohong Qila " kata Adit pada Qila.


" Aku tidak bohong Qila, kau sudah melihat sendiri kan buktinya hiks hiks hiks... " kata Nilam membela dirinya.


" Bukti apa yang kamu maksud HAH... " tanya Adit dengan marahnya pada Nilam, dan juga takut melihat Qila yang penuh dengan kekecewaan sekarang.

__ADS_1


" Sudahlah, lebih baik ka Adit akui saja, dan pertanggung jawabkan perbuatan kakak pada ka Nilam, kalau ka Adit ingin melihat buktinya ini... " kata Qila yang sudah muak dengan semuanya, dan memperlihatkan foto saat Nilam mencium Adit tadi yang ada di ponsel Nilam.


Adit langsung mengambil ponsel Nilam dan melihat foto itu seketika.


" Ber***k... Ku mohon Qila percayalah padaku, foto itu aku hanya... " kata Adit yang ingin menjelaskan tapi langsung terpotong.


" Hanya apa Adit, kau mau mengelak apa yang sudah kau perbuat padaku hiks hiks hiks... akui saja Dit hiks hiks hiks... " kata Nilam yang memotong perkataan Adit.


" Ber****k kau Nilam, dasar perempuan murahan. " teriak Adit saking kesalnya pada Nilam, dan Nilam masih terus menangis dengan semuanya.


" Cukup... Qila tidak mau mendengar apapun lagi, sekarang terserah kalian mau melakukan apa, Qila tidak mau tahu, mulai sekarang Qila mundur kak, urus saja urusan kalian berdua, Qila tidak mau ikut campur. " kata Qila dengan tegasnya dan ingin segera pergi dari sana.


" Tunggu Qila, kau tidak boleh mengatakan itu, aku bisa menjelaskan semuanya, percayalah padaku Qila akan ku buktikan kalau aku tidak bersalah. " kata Adit sambil mencegah Qila yang hendak pergi.


" Qila tidak perduli lagi kak, seperti yang Qila katakan tadi, urus saja semuanya, Qila mundur, Qila pergi sekarang dan jangan pernah mencari ku lagi, kecuali ka Adit bisa membuktikan semuanya, permisi... " kata Qila yang langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kecewanya.


" Jangan pergi Qila, Qila... " panggil Adit yang berusaha mencegah kepergian istrinya, tapi tidak bisa karena Qila bersikeras meninggalkannya karena begitu sangat kecewa dengan semuanya.


Sedangkan Nilam hanya diam saja, tanpa sepengetahuan mereka berdua Nilam mengangkat sedikit bibirnya melihat kepergian Qila, tapi sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2