Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
Episode 16


__ADS_3

Tanpa mereka berdua sadari, Ningsih mendengar semua pembicaraan mereka dan berada di balik pintu sedari tadi.


" Bagus, memang sebaiknya kau tidak tinggal di rumah ini perempuan tidak jelas, mm... Sekarang aku akan lebih mudah untuk menjalankan rencana ku, dan tidak lama lagi aku pasti akan mendapatkan mu tuan Adit yang tampan. " kata Ningsih dalam hati dengan perasaan senang dan yakin dengan rencananya.


Sedangkan Qila, sesuai pekerjaannya saat ini Qila sedangkan menyiapkan air hangat untuk mandiri Adit lalu menyiapkan baju santai dan menyiapkan makan malam untuk bos sekaligus sahabatnya itu.


Adit sangat senang dengan pekerjaan yang Qila lakukan untuk nya, di tambah lagi tentang pengakuan perasaan yang Qila rasakan padanya.


" Ternyata kau juga memiliki perasaan yang sama dengan ku Qila, kalau tahu begitu aku tidak akan melakukan pemaksaan itu, aku akan datang langsung padamu, maafkan aku sayang yang tidak mengetahui segalanya, Tapi sekarang aku janji, aku akan mengulanginya lagi, jadi kau bisa merasakan kebahagiaan pernikahan seperti yang kau bayangkan selama ini. " gumam Adit saat mandi di kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri, dan sudah rapi dengan pakaian santainya, Adit langsung melangkah ke dapur menemukan pelayanan pribadi sekaligus sahabatnya itu.


" Kamu sedang apa Qila ?' tanya Adit setelah sampai di dapur.


" Nih nyiapin makan malam, yu makan setelah itu aku mau pulang, karena tugasku sudah selesai sekarang. " jawab Qila dengan senyum manisnya.


" Baiklah " kata Adit yang langsung duduk di meja makan di temani Qila yang mengambilkan makanan untuknya.

__ADS_1


" Ini makanannya ka, silahkan di makan tuan, hehehe... " kata Qila


" Terimakasih cantik. " sahut Adit sambil menerima makanan dari Qila.


Qila hanya tersenyum mendengar yang di katakan Adit barusan, jujur dalam hati Qila begitu sangat bahagia bisa bersama Adit sekarang, tapi karena statusnya sekarang lah yang menghalangi kebahagiaan Qila saat ini.


Mereka berdua pun makan malam bersama, setelah selesai seperti yang dikatakan Adit pada Qila tadi, malam ini Adit yang akan mengantarkan Qila pulang sekaligus berkunjung ke rumah kontrakan Qila.


" yu " ajak Qila dan langsung di anggukan oleh Adit.


" Silahkan masuk nona " kata Adit membukakan pintu mobil untuk Qila, Qila pun masuk tapi dengan raut wajah yang cemberut.


" Sudah Qila bilang kan ka, jangan terlalu baik pada Qila, nanti Qila tidak bisa menahan perasaan ini bagaimana huuh " sahut Qila dengan cemberutnya.


" Biarin... " kata Adit cuek sambil fokus mengemudi.


Bertambah melotot lah Qila mendengar yang Adit ucapkan, cuma butuh waktu dua menit mereka berdua sudah sampai ke rumah kontrakan Qila, karena memang tempatnya tidak jauh dari rumah Adit.

__ADS_1


" Jadi di sini kamu mau tinggal ?" tanya Adit sambil melihat kesana kemari rumah kontrakan Qila itu.


" Iya ka, lumayan kan cukuplah untuk sendiri, yu masuk " sahut Qila dan mempersilahkan temannya itu masuk.


" Iya " sahut Adit mengikuti Qila masuk kedalam kontrakan itu.


" Mm... Lumayan juga, cukuplah untuk di tinggali berdua " kata Adit setelah melihat keseluruhan rumah kontrakan Qila sekarang.


" Enak saja, Qila tidak mau mengajak siapa - siapa tinggal di sini, lebih enak tinggal sendiri. Silahkan duduk dulu ka ini minumnya " kata Qila sambil memberikan minuman untuk Adit.


" Lho bukannya kamu sudah punya suami, pasti kalian akan tinggal di sini berdua kan " kata Adit sambil meminum minuman yang di berikan Qila padanya.


" Haah... Entah lah ka, Qila tidak tahu dengan itu semua, dan Qila pun tidak mau memikirkan itu dulu, Qila mau pokus bekerja untuk mencukupi kebutuhan Qila sekarang. " kata Qila yang duduk bersandar di kursi nya sambil menatap ke langit-langit ruangannya.


" Kasihan sekali kamu, apa kamu tidak terima dengan pernikahan mu yang sudah terjadi itu Qila ?" tanya Adit yang sedih melihat temannya yang seperti tertekan itu.


Di tanya seperti itu Qila hanya terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa, melihat Qila yang seperti itu membuat Adit begitu kasihan terhadap sahabatnya itu, lalu Adit pun mendekatinya dan langsung membawa Qila dalam pelukannya.

__ADS_1


" Kau tenanglah, aku akan selalu ada bersama mu dan aku... " perkataan Adit langsung terpotong karena sangat terkejut, begitu juga dengan Qila yang berada dalam pelukan Adit yang juga tak kalah terkejutnya karena tiba - tiba...


__ADS_2