
Setelah selesai makan malam Qila dan Adit kembali ke ruang tamu untuk bersantai bersama.
" Memangnya besok rencananya kamu mau mencari pekerjaan apa La ?" tanya Adit
" Mmm... apa saja ka asal halal, yang penting sesuai dengan kemampuan Qila " jawab Qila santai.
" Hmm... bagaimana kalau kamu bekerja di perusahaan ku " kata Adit menawarkan pekerjaan pada Qila.
" Hmm... kalau Qila bekerja di perusahaan kakak, nanti bisa ketahuan oleh orang yang sudah menjadi suami Qila. Mmm ka, di rumah kakak sebesar ini masih memerlukan tenaga kerja ga, Qila bisa ko bantu - bantu di sini. " kata Qila setelah memikirkannya lagi.
" Oh boleh banget kalau kamu mau bekerja di rumah ini, dan sangat cocok untuk mu karena saat ini kan kamu sedang bersembunyi. " kata Adit yang sangat senang mendengarnya.
" Asyik, ka Adit pengertian banget deh, ga papa Qila di bayar separuh dari gajih para pekerja disini pun Qila tidak masalah, yang penting cukup untuk mencukupi kebutuhan Qila selama kabur ini. " kata Qila dengan senangnya.
" Baiklah mulai sekarang kamu akan tinggal di sini, dan mulai besok kamu sudah bisa bekerja di rumah ini. " kata Adit yang juga sangat senang melihat Qila yang terlihat bahagia.
__ADS_1
" Terimakasih banyak ka Adit, dari dulu sampai sekarang hanya ka Adit yang selalu mengerti Qila. Oh ya kalau boleh tahu pekerjaan Qila di rumah ini sebagai apa ya ka ?" tanya Qila dengan semangatnya.
" Mudah saja, kamu hanya perlu mengurus semua kebutuhan ku, mulai dari membangunkan ku setiap pagi, menyiapkan air untuk mandi, dan pakaian yang akan ku pakai termasuk memasangkan dasi, lalu menyiapkan dan melayani ku saat sarapan, lalu mengantar ku ketika akan berangkat kerja, sampai mengantarkan makan siang ke kantor ku. Dan juga sore saat aku pulang kerja kau harus menyambut ku, dan kembali melayaniku sampai aku kembali tidur, dan begitulah seterusnya, apa kau sanggup dengan pekerjaannya ?" tanya Adit menjelaskan pekerjaan untuk Aqila.
Mendengar semua yang di jelaskan Adit tentang pekerjaan yang akan ia kerjakan, membuat Aqila berfikir sebentar.
" Kaya seorang istri saja yang harus melayani suaminya, cuma bedanya kalau menjadi istri dua puluh empat jam, sedangkan ini hanya dari pagi sampai malam saja. Hmmm... Oke tidak masalah, yang penting gajinya sesuai ya ka, soalnya hampir setara dengan pekerjaan seorang istri pada suaminya. " kata Qila lagi setelah memikirkan semuanya.
Mendengar apa yang di katakan Qila, membuat Adit tersenyum gemas melihatnya.
" Siap ka Adit, kakak lihat saja besok, Qila akan melayani ka Adit dengan semampu Qila, terimakasih ka Adit, kalau begini mah tidak sia - sia Qila kabur, selain bisa bertemu ka Adit lagi, Qila juga mendapat pekerjaan jadi bisa mencukupi kebutuhan Qila tanpa harus meminta pada papah dan mamah lagi. " kata Qila dengan senangnya.
Mendengar ucapan Qila Adit hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum mendengarnya.
" Ya sudah, sekarang sudah sangat malam, lebih baik kita istirahat sekarang, karena besok kamu harus bangun pagi untuk memulai pekerjaan mu ya " kata Adit lagi yang sudah berdiri lebih dulu.
__ADS_1
" Oke siap bos, oh ya kamar Qila di mana ya hehehe... " kata Qila sambil bertanya dimana ia akan tidur.
" Kau bisa tidur di kamar sebelah kamarku, supaya aku mudah memanggilmu saat aku membutuhkan sesuatu, ayo ikut aku akan ku tunjukkan kamar mu " jawab Adit yang melangkah lebih dulu menaiki tangga dan di susul Qila di belakang.
" Oh ya, dengar kalian semua yang ada di sini, perlu kalian ketahui mulai sekarang Aqila yang bersama saya ini akan bekerja di sini dan dia yang akan mengurus semua keperluan saya. Seperti yang kalian tahu saya tidak suka di urus orang lain, dan hanya Aqila yang saya percaya mengurus semua keperluan saya, jadi kalian juga harus menurut apa yang Aqila katakan, karena perkataannya sama dengan perkataan saya, kalian mengerti. " kata Adit dengan kerasnya kepada semua maid yang bekerja di rumahnya itu yang berjumlah sepuluh orang yang sudah termasuk sekuriti, supir dan tukang kebun.
" Baik tuan kami mengerti " kata kepala pelayan yang bernama bi Ijah.
Sedangkan Qila hanya mendengarkan saja saat Adit mengumumkan semuanya.
" Baiklah sekarang kalian boleh bubar. " kata Adit lagi yang langsung di anggukan oleh semua para pekerja di rumah itu.
" Ayo Qila " ajak Adit dan langsung di anggukan oleh Qila, lalu mereka kembali menaiki tangga menuju ke kamar. Sedangkan para pekerja bubar kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, kecuali Ningsih pelayan yang masih berdiri di situ sambil menatap sinis pada Qila.
" lihat saja setelah aku menjadi Nyonya di rumah ini, kau orang pertama yang ku pecat perempuan tidak jelas, dasar pengganggu. " gumam Ningsih sambil mengepalkan tangannya menatap sinis ke arah Aqila.
__ADS_1