
Saat di perjalanan pulang, Qila pun bertanya tentang hal yang membuatnya penasaran dari tadi.
" Ka Adit, kalau boleh Qila bertanya, sudah berapa lama Kaka kenal sama ka Nilam ?' tanya Qila, karena begitulah Qila ia paling tidak suka menyembunyikan apapun dan langsung mengungkapkannya.
" Sejak aku masuk kuliah pas di Jepang, kami satu jurusan. " jawab Adit jujur karena ia tahu kalau istri sekaligus sahabatnya itu tidak suka kalau di bohongi.
" Kelihatannya kalian sangat akrab " kata Qila lagi.
" Tidak juga, hanya dia yang mengakapkan dirinya padaku, sedangkan aku sendiri sangat malas meladeninya. " kata Adit karena memang itu kenyataannya.
" Sepertinya ka Nilam menyukai mu ka, Qila bisa melihat dari tatapan matanya saat melihat ka Adit. " kata Qila lagi karena memang tidak bisa menyembunyikan apa yang ia rasakan.
" Begitu kah, dari saat masih di kampus ia sudah menyukaiku bahkan berusaha mendekati ku dan beberapa kali mengungkapkan perasaannya padaku, tapi aku selalu menolaknya, sama seperti aku padamu dulu. Ku kira setelah kami lama tidak bertemu ia akan melupakan perasaannya pada ku, tapi ternyata tidak. " kata Adit sambil mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan Adit, membuat timbul perasaan takut di hati Qila.
" Lalu bagaimana perasaan ka Adit saat bertemu dengannya lagi tadi " tanya Qila dengan perasaan yang sudah tak karuan.
" Biasa saja, karena dari dulu aku memang tidak merasakan apapun padanya. " jawab Adit jujur.
" Benarkah, bukankah dia sering mengutarakan perasaannya pada ka Adit, apa tidak ada sedikitpun perasaan untuknya ?" tanya Qila lagi yang sudah tidak bisa menyembunyikan apa yang ada dalam pikirannya.
" Hey kenapa bertanya seperti itu, bukankah kamu tahu dari dulu, kalau hati dan perasaan ku ini hanya untuk mu, meskipun beberapa kali kau menolaknya perasaan ku padamu tidak akan berubah dan berkurang. Ku jaga selalu hati dan perasaan ku hanya untukmu sahabatku, dan aku sudah melakukan berbagai macam cara sampai aku menikahimu secara paksa agar aku bisa memilikimu, jadi tidak ada sedikitpun hati dan perasaan ini untuk orang lain, semuanya hanya untukmu istriku. " kata Adit yang sudah menghentikan mobilnya saat mendengar perkataan Qila tadi lalu menjelaskannya sekarang, agar Qila tidak salah paham padanya.
" Lalu bagaimana kalau ka Nilam sama seperti ka Adit, yang akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan ka Adit sekarang " kata Qila lagi mengutarakan ketakutannya.
" Aku janji tidak akan memperdulikannya, dan aku mohon padamu apapun yang terjadi percayalah padaku, hmm... Dan tugasmu sebagai seorang istri yang harus menjaga suamimu ini dari pengganggu seperti itu, apa kau sanggup. " kata Adit lagi yang masih memeluk istrinya itu.
__ADS_1
" Baiklah Qila percaya padamu ka, jangan khianati kepercayaan Qila ini, dan Qila akan berusaha untuk menjaga suami Qila ini dari para pelakor yang ada di luar sana. " kata Qila lagi yang langsung mendapat kecupan di keningnya dari Adit.
" Aku janji padamu, kita akan sama - sama saling menjaga. Ya sudah kita jalan lagi ya, ingat apapun yang menggangu pikiranmu, katakan saja padaku, agar tidak menimbulkan masalah nantinya, hmm. " kata Adit yang langsung di anggukan oleh Qila sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu Adit kembali menjalankan mobilnya, dan sekarang hati Qila sudah lega karena sahabat sekaligus suaminya ini sangat mengerti isi hati dan pikirannya, makanya Qila begitu bahagia menjadi istri Adit saat ini.
Sedangkan Adit juga lega karena istrinya itu tidak salah paham padanya, inilah yang Adit suka dari Qila, ia tidak bisa menyembunyikan apapun, semua akan ia utarakan, jadi tidak sempat menjadi masalah.
Dan Adit sangat beruntung bisa menjadikan sahabatnya itu sebagai istrinya, orang yang akan mendampingin sekaligus menemaninya seumur hidupnya.
" Terimakasih sudah menerima ku Qila, aku janji tidak akan mengecewakan mu " kata Adit dalam hati sambil sebelah tangannya memegang dan mencium tangan Qila.
Bertambah bahagia lah hati Qila saat ini karena begitu sangat di cintai oleh suaminya itu.
__ADS_1
Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka menuju pulang, tapi tiba-tiba Qila begitu sangat terkejut dengan jalan yang bukan mengarah ke rumah mereka.