
Melihat Qila pergi Adit langsung mengejarnya, tapi langkahnya terhenti dan melihat kearah Nilam.
" Kau salah berurusan dengan ku Nilam, kau akan menyesal " kata Adit dengan wajah yang memerah karena begitu marah pada Nilam.
Setelah mengatakan itu Adit langsung pergi begitu saja meninggalkan Nilam sendiri untuk mengejar istrinya itu.
Sedangkan Nilam hanya tersenyum sinis sambil menghapus air mata palsunya melihat pertengkaran Adit dan Qila.
Adit terus berlari untuk mengejar Qila tapi Qila lebih dulu naik taksi pergi, dengan gerak cepat Adit menyusul Qila menggunakan mobilnya.
" Jangan tinggalkan aku Qila, aku tidak bisa hidup tanpa mu " kata Adit yang terus mengejar mobil taksi yang membawa Qila.
" Halo Roy, urus perempuan sialan itu, dia sudah mengacaukan rumah tanggaku, bawa dia ke tempat biasa, agar dia tahu siapa aku sebenarnya, salah kalau mencari masalah padaku. " kata Adit dengan tegasnya memerintah lewat ponselnya.
Setelah menghubungi asisten pribadinya, Adit terus mengikuti taksi yang Qila tumpangi, tapi dalam sekejap Adit kehilangan jejaknya.
" Si***l, pergi kemana kau Qila, ku mohon jangan pergi Qila " kata Adit yang terus mencari keberadaan Qila.
Sampai malam Adit mencari keberadaan Qila tapi masih belum juga menemukan keberadaan istrinya itu.
__ADS_1
" Kemana kau Qila, bukankah kau sudah berjanji akan percaya padaku, tapi kenapa sekarang kau pergi " kata Adit yang sudah sangat prustasi tidak menemukan Qila.
" Roy, kerahkan semua anak buah kita untuk mencari keberadaan istriku. Apa kau sudah mengurus perempuan sialan itu " kata Adit menghubungi asisten pribadinya itu.
" Baik tuan, tuan tidak perlu khawatir saya sudah mengurusnya. " jawab Roy dan seberang sana.
" Bagus, baiklah beri kabar secepatnya padaku, aku tidak mau terjadi apa - apa pada istriku " kata Adit lagi
" Siap tuan, baiklah kami bergerak sekarang. " jawab Roy lagi
" Hmm... " sahut Adit singkat dan langsung mematikan ponselnya.
Sesampainya di rumah Adit langsung masuk tanpa memperdulikan siapapun, ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk membersihkan diri, sedangkan para maid yang bekerja di rumah itu tidak berani menyapa karena takut melihat majikan mereka yang terlihat sangat kesal.
Setelah membersihkan diri Adit langsung terduduk di pinggir ranjang tempat tidur.
" Qila, kemana kau pergi sayang, jangan tinggalkan aku " kata Adit yang kembali prustasi sampai...
Tok tok tok...
__ADS_1
Ketukan pintu menyadarkan Adit dari kesedihannya.
Tok tok tok
Mendengar pintu kamarnya yang terus di ketuk sangat menggangu Adit, dan mau tidak mau Adit membukanya.
" Ada apa ?" tanya Adit dengan dinginnya
" Makan malam dulu tuan, Bi Ijah sudah menyiapkannya " kata orang itu.
" Siapa kau, kenapa kau berani menyuruh ku ?" tanya Adit dengan kesalnya tanpa melihat ke arah orang itu.
" Ehmm... Saya nyonya di rumah ini, dan saya berhak menyuruh Anda " kata orang itu lagi.
Mendengar itu Adit langsung terkejut dan langsung melihat kearah orang itu dan...
" Qila, kamu kembali sayang " kata Adit sambil terkejut dan langsung memeluk istrinya itu saking senangnya.
" Iya ka, bukankah Qila pernah bilang kalau Qila beruntung memiliki kakak, mana mungkin Qila meninggalkan ka Adit begitu saja, rugi nanti Qila. " sahut Qila sambil membalas pelukan suaminya itu.
__ADS_1
" Aku yang beruntung memilikimu sayang, tapi kenapa tadi kau pergi dan tidak percaya padaku, aku sampai hampir bunuh diri karena tidak bisa menemukan mu " kata Adit lagi yang masih belum melepaskan pelukannya bahkan memeluknya dengan erat.