
Setelah selesai pemeriksaan, Qila langsung di bawa ke ruang rawat karena kondisinya yang belum sadarkan diri, Qila kekurangan banyak cairan sehingga harus di infus untuk memudahkan kondisinya.
Adit dan bi ijah senantiasa menunggu di Qila di dalam ruang rawat itu, tidak lama setelah itu...
" Assalamualaikum " salah beberapa orang yang baru saja mengetuk pintu lalu masuk.
" Walaikum salam, papah, mamah. " sahut Adit yang langsung menyalami kedua orang tuanya dan juga mertuanya.
" Bagaimana keadaan Qila Dit, memangnya Qila sakit apa ?" tanya Bu lira yang sangat khawatir pada putrinya itu.
Sedangkan pak Arman, pak Aditama, dan Bu Ranti hanya mengangguk dan diam saja menunggu keterangan dari Adit.
" Aqila baik - baik saja mah, pah, ia hanya butuh istirahat karena sekarang ia sedang mengandung " kata Adit dengan bahagianya menyampaikan kabar baik itu pada kedua orang tuanya dan juga mertuanya.
__ADS_1
" Apa, Qila hamil... Jeng, sebentar lagi kita akan punya cucu. " kata Bu lira.
" Iya jeng, sebentar lagi kita akan jadi nenek " sahut Bu Ranti lalu kedua wanita paruh baya itu saling berpelukan saking bahagianya akan mendapatkan seorang cucu.
" Selamat nak, jaga selalu istrimu, karena sebentar lagi kalian akan jadi orang tua. " kata pak Aditama.
" Benar nak, sebentar lagi akan bertambah anggota baru dalam keluarga besar kita, selamat nak Adit. " kata pak Arman juga lalu ketiga laki - laki itu saling berpelukan. karena saking bahagianya juga mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan ini.
" Terimakasih pah, pah. Adit janji akan selalu menjaga keluarga kecil Adit ini. " kata Adit yang langsung mendapat kecupan di keningnya dari orang tua dan mertuanya.
Sedangkan Bi ijah pamit pulang terlebih dahulu, dan langsung di anggukan mereka semua.
Setelah menunggu selama tiga puluh menit, akhirnya Qila sadar dan begitu bingung melihat kedua orang tuanya dan juga mertuanya berada di ruangan itu, apalagi Adit yang tertidur di sebelahnya sambil memegang tangan Qila.
__ADS_1
" Aku dimana ?" tanya Qila yang begitu bingung melihat sekelilingnya.
" Sayang kamu sudah bangun, kamu sekarang berada di rumah sakit, apa yang kamu rasakan sekarang hmm... ?" tanya Adit balik yang terbangun merasa ada pergerakan dari istrinya itu.
" Kepala Qila masih terasa pusing kak... Rumah sakit, memangnya Qila sakit apa ka, kenapa harus di bawa ke rumah sakit, papah dan mamah juga ko bisa ada di sini ?" tanya Qila yang masih bingung.
" Itu sebabnya kamu ku bawa kerumah sakit ini, aku sangat khawatir dengan keadaan mu, dan aku juga menghubungi orang tua kita untuk mengabarkan keadaanmu sekarang, makanya mereka disini. Kamu tidak sakit apa - apa sayang, hanya saja kamu butuh istirahat total sekarang karena kamu sedang mengandung. " jawab Adit dengan bahagianya menyampaikan itu.
Mendengar itu Qila begitu terkejut.
" Apa... Qila, Qila hamil ?" tanya Qila memastikan lagi apa yang ia dengar dan langsung di anggukan oleh Adit sambil tersenyum dan juga di anggukan oleh kedua orang tua mereka yang juga sambil tersenyum.
Seketika Adit langsung memeluk istrinya itu saking bahagianya, dan di balas Qila dengan penuh kebahagiaan juga.
__ADS_1
Setelah Adit kemudian kedua orang tua mereka yang memeluk dan memberi selamat pada Qila, Qila berterima kasih dengan semuanya, mereka semua saat ini sedang merasa sangat bahagia dengan kabar bahagia itu.