
Setelah cukup lama memeluk dan sudah selesai mengobati Qila, Adit pun kembali kekantor.
" Sayang aku berangkat dulu ya " kata Adit yang langsung mencium kening istrinya.
" Iya kak, hati - hati di jalan " kata Qila yang langsung mencium tangan suaminya, dan di balas Adit dengan senyuman.
" Ingat kalian semua, saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi, kalau saya mendengar ada salah satu dari kalian menyakiti istri saya, kalian tahu sendiri akibatnya. " kata Adit dengan tegasnya pada semua pekerjaan yang ada di situ.
" Iya tuan... " sahut mereka semua yang bekerja di situ.
Setelah memberi peringatan kepada semua maid nya, Adit pun langsung berangkat ke kantornya, sedangkan Qila kembali ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan para maid langsung kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
" Ya Tuhan beruntungnya aku, tidak ku sangka yang sudah menikahimu kemarin adalah ka Adit, sampai aku kabur pun larinya ke tempat ka Adit, ck ck ck... Kalau jodoh memang tak kemana. " kata Qila yang berdiri di balkon kamarnya memandang pemandangan kota.
Setelah cukup lama berada dalam kamarnya, Qila pun merasa sangat bosan.
" Ya ampun, bosan banget di rumah ga ngapa-ngapain, mm.... Enaknya ngapain ya. " kata Qila sambil mengetuk pipinya sambil berfikir.
" Apa aku pulang kerumah papah dan mamah saja ya, ah iya sebaiknya aku pulang saja sekarang. " kata Qila sambil bersiap untuk pulang ke rumah orang tuanya.
Setelah selesai bersiap Qila langsung melangkahkan kakinya menuju ke lantai bawah.
__ADS_1
" Bi Ijah, Qila pamit mau pulang ke rumah papah dan mamah dulu ya, nanti kalau ka Adit tanya bilang saja Qila di sana, nanti kalau ka Adit pulang suruh nyusul saja. " kata Qila.
" Iya Nyonya, nanti bibi bilang sama tuan. " sahut Bu Ijah.
" Iiiccchhhh bibi ko panggilnya nyonya sih, memang sih Qila sekarang nyonya di rumah ini, tapi Qila kan masih muda, baru juga dua puluh tahun, panggil Qila seperti biasa saja ya bi. " kata Qila sambil tersenyum.
" Iya nya, eh neng Qila. " kata Bu Ijah.
" Kalian juga ya, panggil aku seperti biasa mengerti. " kata Qila .
" Iya neng Qila. " kata mereka semua.
" Ya sudah Qila pamit dulu ya semua assalamualaikum. " pamit Qila.
Mereka semua yang bekerja di situ sangat senang dengan majikan baru mereka ini, mereka tidak bisa membayangkan kalau Ningsih yang jadi nyonya mereka, bisa - bisa mereka semua mengundurkan diri satu persatu karena tidak tahan dengan sikap sombong Ningsih itu.
Sesampainya Qila di depan rumah.
" Pak antarkan Qila ke rumah orang tua Qila ya " kata Qila yang sudah berada dalam mobil itu.
" Siap neng, kita berangkat sekarang " sahut supir itu dan langsung di anggukan oleh Qila.
__ADS_1
Pak supir langsung menjalankan mobilnya membawa Qila ke tempat orang tuanya, tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah orang tua Qila.
Dengan senangnya Qila melangkahkan kakinya menuju rumah dimana dia besarkan Sebelum menikah.
" Assalamualaikum pah, mah... " salam Qila yang baru saja masuk ke dalam rumah.
" walaikum salam, eh istri orang datang, sini sayang " sahut Bu lira.
" Mamah, ini anak mamah tahu yang datang. " kata Qila sambil cemberut di bilang istri orang.
" Iya sayang, mamah cuman bercanda sini, nih Nilam baru datang. " kata Bu lira.
" Eh ka Nilam, kapan datangnya ko ga ngasih kabar sih " kata Qila dengan senangnya karena kedatangan kakak sepupunya itu yang hanya satu tahun lebih tua dari Aqila.
" Baru saja la, sengaja ga ngasih kabar biar suprise " kata Nilam dan mereka berdua langsung berpelukan karena sama - sama kangen.
" Ya sudah, nanti lagi kangen - kangenannya, kita kita makan dulu yu mamah sudah masak banyak sekarang " ajak Bu lira pada anak dan keponakannya.
" Iya mah / Tante " sahut kedua perempuan itu dengan senangnya, dengan masih bergandengan mereka berdua mengikuti Bu lira ke meja makan.
Sesampainya di meja makan, mereka bertiga langsung duduk di kursi, sedangkan pak Arman masih berada di tempat kerjanya.
__ADS_1
Baru saja mereka memakan makanannya, tiba - tiba seseorang datang mengagetkan mereka bertiga.