
Saat mereka berdua sampai di meja makan tiba-tiba...
Buukkhh...
" AW panas, hati - hati dong mbak " kata Qila yang di tabrak pelayan yang tadi membuatkan minuman Qila dan Adit, yang sedang membawa sayur SOP dan tumpah terkena tangan Qila.
" Maaf nona saya tidak sengaja. " kata pelayanan itu dengan santai sambil membersihkan tumpahan kuahnya yang ke lantai.
" Kamu tidak apa-apa La ?" tanya Adit yang begitu mengkhawatirkan Qila.
" Qila tidak apa-apa ka, cuma terasa panas sedikit saja shiiiith... " jawab Qila sambil meniup lengannya yang sedikit melepuh.
" Ratih cepat ambilkan kotak p3k sekarang. " perintah Adit yang terlihat begitu sangat marah.
" Iya Tuah " sahut pelayan yang bernama Ratih itu bergegas pergi dari sana.
" Tunggu sebentar ya La, sini ku tiup kan " huh huh huh... " perlahan dan dengan sangat hati-hati Adit meniup lengan Qila yang memerah dan mulai melepuh itu.
" Ini tuan, obatnya " kata pelayanan itu sambil menatap sinis pada Qila.
Seketika Adit langsung mengambil salep yang ada di dalam kota obat itu dan mengoleskannya secara perlahan.
" AW shiitthh... " jerit Qila pelan karena memang merasakan perih dan panas.
__ADS_1
" Tahan sebentar ya, sebentar lagi akan sembuh " kata Adit dengan lembutnya pada Qila.
Melihat Adit yang memperlakukannya dengan begitu lembut dan penuh perhatian membuat hati Qila bergetar.
" Perasaan apa ini, kenapa dengan jantung ku, ya tuhan mungkinkah aku... " kata Qila dalam hati sambil sesekali menatap Adit yang begitu serius mengobatinya.
" Selesai... Sekarang kamu duduk biar ku ambilkan makanannya, kamu mau yang mana biar aku suapi ya " kata Adit lagi sambil mengambilkan makanan untuk Qila.
Qila pun mengangguk, dan begitu sangat bahagia sekali di perlakukan seperti itu oleh Adit, orang yang sebenarnya selama ini Qila rindukan.
" Sekarang buka mulut mu, aaa' " kata Adit yang bersiap menyuapi Qila.
Qila pun mengangguk dan dengan senang hati membuka mulutnya.
" Nih aku juga makan, kamu tidak masalah kan kita makan sepiring berdua, seperti waktu sekolah dulu " kata Adit yang manyuap makanan kedalam mulutnya juga.
Mendengar dan melihat Adit makan sepiring berdua, Qila pun mengangguk dan teringat kembali masa dirinya dan Adit masih sekolah dulu.
Saat sekolah dulu, mereka berdua sering membeli makanan dan membaginya satu sama lain, bahkan kalau membeli makanan mereka berdua hanya membeli sepiring lalu mereka makan berdua, karena saat itu Qila dan Adit tidak mampu membeli makanan masing-masing, makanya mereka patungan untuk membeli makanan dan memakannya bersama.
Dan sekarang Qila dan Adit kembali makan sepiring berdua meskipun di situ sudah tersedia banyak makanan, tapi karena tangan Qila masih sakit jadinya Adit yang menyuapi, dan sekalian juga Adit ikut makan di piring yang sama karena memang sudah sangat lapar juga.
" Terus besok kamu kalau kamu sudah ngekos, kamu mau melakukan apa lagi La?" tanya Adit di sela makannya.
__ADS_1
" Rencananya sih Qila mau cari kerja ka, untuk mencukupi kebutuhan Qila " jawab Qila sambil mengunyah makanannya juga.
" Bukankah kamu sudah menikah dan mempunyai suami, kenapa harus bekerja ?" tanya Adit lagi.
" Kan ceritanya Qila kabur ka, mana Qila juga tidak tahu siapa suami Qila, jadi mau bagaimana lagi " jawab Qila
" Memang kamu benar-benar tidak tahu siapa orang yang sudah menikahimu, dan sudah menjadi suamimu ?" tanya Adit lagi sambil meletakkan piring karena mereka sudah selesai makan.
" Mm... Kejadiannya begitu mendadak ka, Qila begitu terkejut mendengar semuanya, bahkan Qila tidak sanggup untuk melihat siapa orang yang mendadak sudah menikahi Qila, rasanya campur aduk sampai membuat kepala Qila sangat pusing dan berakhir pingsan deh " jawab Qila karena itu yang Qila rasakan saat itu dan membuat dirinya mendadak menjadi seorang istri.
" Kamu ini sampai segitunya, terus kalau sekarang suami mu itu sedang mencari mu bagaimana ?" tanya Adit lagi sambil memberikan minum untuk Qila.
" Makasih ka... Biarin saja, siapa suruh menikahi Qila mendadak tanpa meminta izin terlebih dahulu, mana bisa begitu, Qila juga mau menikah seperti orang - orang yang menikmati hari pernikahannya dengan penuh kebahagiaan, bukan seperti ini tidak adil itu namanya. " Jawab Qila sambil meminum air yang di berikan Adit.
" Kamu ini, jadi ceritanya sekarang kamu sedang bersembunyi gitu ?" tanya Adit lagi sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya ini.
" Ya begitulah ka. " jawab Qila singkat.
Adit pun mengangguk mengerti setelah mendengar cerita Qila, setelah itu mereka berdua kembali ke ruang tamu untuk bersantai bersama.
Tanpa mereka berdua sadari, pelayan yang bernama Ratih itu mendengar semuanya karena masih berada di situ, Ratih begitu sangat marah melihat kedekatan antara majikan yang sangat ia Kagumi dekat dengan perempuan yang tidak jelas menurut Ratih.
" Awas kau perempuan tidak jelas, kalau sampai kau mendekati pujaan hatiku, aku tidak akan tinggal diam lihat saja apa yang akan ku lakukan hmm... " gumam Ratih pelan sambil membereskan bekas makan Adit dan Qila tadi.
__ADS_1