Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
episode 14


__ADS_3

Hingga Qila menemukan sebuah ide yang baik untuk nya saat ini...


" Ah lebih baik sekarang aku harus cari Kontrakan saja, dan aku akan pulang pergi untuk bekerja di rumah ka Adit, mungkin dengan begitu aku bisa membatasi kedekatan ku dengan ka Adit. Biar bagaimanapun aku harus menjaga jarak sekarang, karena statusku sudah tidak gadis lagi, tapi sebagai seorang istri haah... nasib - nasib. " kata Qila dalam hati lagi masih saat di perjalanan.


" Mmm pak bisa berhenti di depan sana " kata Qila pada pak supir.


" Memangnya mau ngapain neng ?" tanya supir itu.


" Qila mau cari kontrakan di wilayah ini pak, dari sini kan sudah tidak jauh lagi dari rumah tuan Adit, jadi Qila mau turun di sini saja " jawab Qila.


" lho kenapa bukankah neng tinggal di rumah tuan, kenapa harus mencari kontrakan segala, bukankah tuan sudah menyediakan tempat tinggal untuk para pelayannya " kata supir itu lagi.


" Iya pak, Qila cuma tidak enak saja kalau tinggal di sana, Qila mau mandiri, nanti pagi - pagi Qila sudah datang dan akan pulang kalau sudah sore. Jadi Qila turun di sini saja ya pak, bapak bisa langsung pulang tidak usah menunggu saya permisi pak. " kata Qila dan langsung keluar dari mobil itu begitu saja, tidak mendengarkan lagi pak supir itu yang keberatan.


" Tapi neng - neng... " panggil pak supir tapi Qila sudah pergi dari situ.


" Aduh... Bagaimana ini, harus lapor pada tuan, bisa gawat kalau di biarkan saja. " kata supir itu dan langsung menghubungi majikannya.


" Halo tuan, itu neng Aqila... " supir itu pun menceritakan dan melaporkan semuanya pada majikannya itu.

__ADS_1


" Baik tuan saya akan mengikutinya sekarang, ya sudah saya tutup dulu tuan, nanti saya kabari lagi, takut keburu jauh. " kata supir itu lagi dan langsung mematikan ponselnya setelah yang di hubungi mematikan ponselnya lebih dulu.


Setelah itu pak supir langsung menjalankan mobilnya pelan sambil mengikuti Qila berjalan yang sudah agak sedikit jauh, dan berhenti ketika Qila berhenti dan bicara dengan ibu - ibu seperti pemilik kontrakan.


Sedangkan Qila sendiri sekarang sangat senang sekali karena mendapatkan kontrakan sesuai dengan rencananya.


" Terimakasih banyak Bu, ya sudah saya lihat kontrakannya dulu. " kata Qila setelah berbicara pada ibu pemilik kontrakan itu.


" Silahkan neng, ini kuncinya, semoga neng betah ya, kalau begitu ibu pergi dulu permisi. " kata ibu itu dan langsung di anggukan oleh Qila.


Lalu Qila pun masuk kedalam kontrakan itu dan melihat semua, dan rumah kontrakan itu sesuai dengan keinginan Qila.


Setelah cukup beristirahat dan harinya pun sudah mulai sore, Qila bergegas kembali kerumah Adit dengan berjalan kaki karena rumah Adit tidak jauh dari rumah kontrakan yang di tempati Qila sekarang.


" Eh neng Qila habis dari mana ko baru pulang ?" tanya pak sekuriti yang berjaga di rumah Adit.


" Habis nyari rumah kontrakan pak hehehe... Ya sudah Qila masuk dulu ya pak " Jawab Qila sambil tersenyum santai.


" Iya neng silahkan " sahut sekuriti itu.

__ADS_1


Qila pun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah itu, dan bertapa terkejutnya Qila yang langsung di sambut pertanyaan oleh bi Ijah kepala pelayan disitu.


" Neng Qila baru pulang, ya Allah neng kemana saja kenapa baru pulang ?" tanya Bu Ijah seperti kelihatan khawatir pada Qila.


" Mm... Qila, Qila tadi nyari kontrakan dulu bi " Jawab Qila sambil cengengesan.


" Kenapa nyari kontrakan neng, neng nggak betah tinggal di sini ?" tanya bi Ijah yang sangat terkejut mendengarnya.


" Betah ko bi, hanya saja Qila lebih nyaman tinggal sendiri, dan bibi tenang saja, pagi - pagi Qila sudah datang kesini dan malam baru pulang. " kata Qila lagi.


" Tapi neng... " proses bi Ijah lagi.


" Bi, biarin Qila tinggal di kontrakan saja ya... ada alasan yang tidak bisa Qila jelaskan pada bibi, Qila harap bibi mengerti. " kata Qila sambil menunduk.


" Haah... baiklah neng, tapi neng nanti bilang sama tuan ya, biar tuan tidak terkejut. " kata bibi lagi.


" Iya bi, tenang saja, nanti Qila bilang sama tuan. " sahut Qila dan langsung di balas senyuman oleh bi Ijah.


Tanpa Qila ketahui, Adit mendengar semuanya, karena Adit tiba lebih dulu di rumah Sebelum Qila pulang, sekarang Adit sudah berada di belakang Qila dan bi Ijah pun melihat hal itu tapi di kode Adit agar diam.

__ADS_1


__ADS_2