
Di luar ruangan para calon kakek dan calon nenek terus mondar mandir dengan perasaan cemas dan khawatir, mereka berempat sama sekali tidak tenang saat ini.
Sedangkan di dalam, saat ini peluh Qila bercucuran karena sedang berusaha mengeluarkan anaknya, dan Adit dengan setia menemani, memberi semangat dan terus berada di samping istrinya.
Sudah hampir tiga puluh menit proses persalinannya, tapi Qila belum juga mengeluarkan bayinya karena persalinan normal, dan saat ini kondisi Qila begitu sangat lemah, ia sudah tidak bertenaga lagi untuk mengejan.
" Kita lakukan operasi Caesar sekarang, karena kondisi pasien sudah tidak memungkinkan. " kata dokter yang menangani Qila.
" Cepat lakukan Dok, saya tidak mau istri dan anak saya kenapa - kenapa " kata Adit dengan penampilannya yang sudah acak-acakan.
" Baiklah, tapi kalau boleh anda keluar dulu tuan, biar kami tenang melakukannya. " kata dokter itu
" Tidak... Aku tidak akan kemana pun, aku tetap disini untuk menemani istriku, dokter lakukan saja operasinya, saya janji saya tidak akan menggangu. " kata Adit yang tidak mau meninggalkan Qila barang se detik pun.
" Hah... Baiklah kalau begitu, kita mulai operasi Caesarnya sekarang. " kata dokter itu dan langsung di anggukan oleh semua perawat dan yang lainnya.
" Bertahanlah sayang, aku yakin kamu pasti bisa " kata Adit membisikkan terus kata itu di telinga Qila, dan hanya di sahut Qila dengan anggukan saja, karena saat ini ia sudah sangat lemas.
__ADS_1
Sudah lima belas menit operasinya berjalan, akhirnya...
Suara tangisan bayi mungil terdengar di ruangan itu dan membuat semua orang yang mendengarnya menyucap syukur, begitu juga dengan Adit dan Qila.
" Hiks hiks hiks... kamu berhasil sayang, anak kita sudah lahir " kata Adit terharu sampai menangis karena saking bahagianya, dan langsung mencium seluruh wajah istrinya yang penuh keringat tadi.
Aqila hanya mengangguk dan tersenyum meskipun masih dalam keadaan lemah.
" Selamat tuan Nyonya, bayinya laki - laki dan perempuan, nyonya Qila melahirkan bayi kembar " kata dokter itu.
" Mendengar itu Adit tidak biasa menahan tangisnya lagi, saking bahagianya mendapat anugerah terindah yang tidak pernah ia duga.
Setelah proses persalinannya selesai, dan kedua bayi kembar Adit dan Qila sudah di bersihkan dan masih belum di bawa ke ruang bayi, saat ini Qila tak sadarkan diri karena sudah tidak memiliki tenaga.
Melihat itu Adit sangat cemas dan khawatir takut istrinya kenapa - kenapa.
" Sayang... Dokter kenapa istri saya dok, sayang bangun sayang. " panggil Adit karena Qila langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
Dokter yang mendengar itu langsung bertindak, dengan segera dokter memeriksa dan memberi obat, masih dalam keadaan tegang suasana di dalam ruangan itu, sampai akhir Qila kembali sadar, dan membuat lega mereka yang ada di ruangan itu.
" Sayang bangun sayang bertahanlah hiks hiks hiks... " kata Adit dan langsung di anggukan Qila sambil tersenyum lemah.
Setelah drama ketegangan di dalam ruangan itu, akhirnya semua selesai dan saat ini Qila sudah di pindahkan ke ruang rawat untuk beristirahat, dan kedua bayinya langsung di bawa ke ruang bayi.
Sedangkan Adit langsung keluar dari ruangan itu dan langsung di sambut pertanyaan oleh kedua orang tua mereka.
" Bagaimana Dit, apa semua berjalan dengan lancar, anak kalian apa Dit ?" tanya mereka berempat yang begitu penasaran.
Adit hanya mengangguk lalu bergeser karena para suster akan lewat membawa kedua bayinya.
Melihat suster membawa dua bayi keluar dari ruangan bersalin Qila, membuat para kakak dan nenek itu begitu sangat terkejut sampai mereka tidak bisa berkata apa-apa.
mereka tidak menyangka kalau Qila akan melahirkan anak kembar, karena selama ini Qila dan Adit hanya melakukan pemeriksaan kesehatan saja, tidak pernah USG untuk mengetahui bagaimana jenis kelamin anaknya.
" Alhamdulillah ya Allah " kita memiliki cucu dua sekaligus Pah... " kata kedua nenek itu dan langsung memeluk suaminya masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan Adit hanya tersenyum melihat kebahagiaan di mata kedua orang tuanya dan juga mertuanya.