Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
Episode 28


__ADS_3

Qila begitu sangat terkejut karena jalan yang mereka lalui bukan jalan ke rumah mereka.


" Lho ini kan bukan jalan pulang, kita mau kemana ka ?" tanya Qila bingung.


" Kita bersantai dulu sebentar malam ini, ya anggap saja kita bulan madu malam ini hmm. " jawab Adit dengan santainya.


Mendengar itu Qila mengikuti saja kemana suaminya akan membawanya.


Tidak berapa lama mereka tiba di sebuah hotel mewah dan Adit pun langsung membawa Qila masuk kedalam.


" Mau ngapain kita ke sini ka "? tanya Qila bingung.


" Malam itu kita akan menginap di sini, ayo masuk " jawab Adit dan langsung keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk istrinya itu.

__ADS_1


Dengan senang hati Qila keluar dan menyambut tangan Adit karena Adit mengulurkan tangannya.


Mereka berdua bergandengan tangan masuk kedalam hotel itu, sesampainya di dalam semua karyawan terutama menejer hotel itu langsung memberi salam hormat pada mereka berdua.


" Selamat malam semua, seperti yang kalian tahu orang yang ada di sebelah saya ini adalah istri saya, jadi apa kalian sudah menyiapkan kamar yang saya minta " kata Adit dengan tegasnya di hadapan menejer dan para karyawan hotel itu.


" Sudah pak Stevano, semuanya sudah siap silahkan. " kata menejer hotel itu dan langsung di anggukan oleh Adit.


Semua karyawan yang bekerja di bawah naungan ke pemimpin Adit, mengenal dan memanggil Adit dengan nama depan Adit yaitu Stevano, dan panggilan Adit hanya untuk keluarga dan temannya saja.


Sesampainya di dalam kamar.


" Wah bagus sekali kamarnya, melebihi kamar pengantin yang ada di rumah ck ck ck... luar biasa. " kata Qila yang sangat kagum melihat kamar hotel itu.

__ADS_1


" Kamu suka " tanya Adit yang menuntut Qila menuju tempat tidur.


" Hmm... suka banget, apa hotel ini punya kakak ?" tanya Qila masih dengan senyum mengembang nya melihat seluruh isi kamar itu.


" Kamu benar, hotel ini adalah milikku, dan apapun yang ku miliki itu juga menjadi milikmu, karena kau adalah pendampingku sekarang. " jawab Adit yang juga tersenyum melihat istrinya itu.


" Benarkan, mmm... ternyata suami Qila ini memang sangat kaya, hah senangnya... " kata Qila yang begitu sangat bahagia mendapatkan semuanya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur itu.


Qila tidak munafik, sebagai seorang perempuan iya juga sama seperti perempuan lainnya yang sangat menyukai kemewahan, apalagi dulunya Qila adalah orang yang tidak mampu, dan sekarang ia sudah mendapatkan segalanya, nikmat mana lagi yang ia dustakan, makanya saat ini Qila merasa menjadi perempuan paling bahagia sekarang karena memiliki segalanya terutama suami yang begitu sangat mencintai dan mencukupi semuanya.


Dan malam ini mereka berdua kembali memadu kasih merasakan bulan madu setelah menikah di sebuah hotel yang pernah mereka berdua impikan saat masih sekolah dan sama - sama susah dulu.


" Inilah impian ku Qila, dari mengenal mu aku sudah bertekad dan berusaha agar aku bisa sukses sehingga bisa membahagiakan mu, dan sekarang semuanya sudah terwujud, selain kesuksesan, aku juga sudah memilikimu. Dulu kita susah bersama, dan sekarang kita akan bahagia bersama, aku mencintaimu sahabat sekaligus istri ku " cup... Kata Adit yang langsung menindih tubuh Qila lalu mencium keningnya dengan penuh cinta dan sayang untuk istrinya itu.

__ADS_1


" Terimakasih ka, maaf karena dulu Qila selalu menolak perasaan kakak dan hanya menganggap kakak sebagai sahabat saja, itu karena Qila masih ingin fokus dengan sekolah dan setelah kita berpisah karena ka Adit lulus terlebih dahulu, di situ Qila baru menyadari kalau ka Adit sudah mencuri hati Qila dan membawanya bersama kakak, sehingga sampai sekarang hati ini hanya untuk kakak, dan setelah kita bersama lagi perasaan itu semakin besar untuk mu ka, Qila juga sangat mencintai ka sahabat sekaligus suamiku. " cup... Qila juga membalas dengan mencium bibir Adit.


Bertambah bahagia lah mereka berdua malam ini, dan langsung menunaikan kewajiban mereka sebagai seorang pasangan yang sesungguhnya.


__ADS_2