
Setelah cukup lama Adit dan Qila berada di kamarnya, akhirnya mereka berdua keluar dengan keadaan yang sudah sangat rapi dan segar.
Dengan cekatan Qila mempersiapkan keperluan suaminya untuk ke kantor, dan hari ini Adit berangkat ke kantor sudah tengah hari dan hanya menghadiri miting dengan kliennya saja.
" Aku berangkat dulu ya sayang, baik - baik di rumah " kata Adit pamit pada istrinya.
" Iya ka, ka Adit juga hati - hati di jalan. " kata Qila langsung mencium tangan suaminya.
Cup... Adit juga membalas dengan mengecup keningnya istrinya itu, setelah itu ia langsung masuk ke dalam mobilnya.
" Dah... " kata Qila sambil tersenyum dan melambaikan tangannya melihat mobil Adit yang sudah berjalan.
Setelah Adit pergi Qila langsung masuk kedalam rumahnya, dan bertapa terkejutnya Qila saat di hadang Ningsih di depan pintu.
__ADS_1
" Hey perempuan tidak jelas, enak sekali kamu ya di perhatikan tuan terus, sadar diri dong kamu itu di sini juga bekerja, dan tugas mu di sini hanya pelayanan, jadi jangan sok dekat dengan tuan Adit. " kata Ningsih yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi pada Qila.
" Saya sadar ko siapa diri saya, dan suka - suka saya mau sedekat apa dengan ka Adit, apa urusannya dengan situ. " kata Qila yang mendorong bahu Ningsih agar menyingkir dari jalannya.
" Eh eh eh... Kurang ajar kamu ya, dasar perempuan tidak jelas, bukankah sudah ku katakan kalau tuan Adit itu milikku, jauhi beliau, awas kalau kau masih mendekatinya. " kata Ningsih setelah di dorong Qila, dan kembali menghalangi jalan Qila.
" Ya terserah aku lah mau bagaimana, dan situ terserah mau berbuat apa, minggir saya mau lewat. " kata Qila yang kembali mendorong Ningsih dari hadapannya.
" Dasar tidak tahu diri kamu, cuma pelayanan saja belagu rasakan ini hmm... " kata Ningsih yang langsung mendorong Qila sampai terjatuh.
Qila menampar wajah Ningsih yang sudah keterlaluan padanya.
" Kurang ajar kamu, dasar perempuan tidak jelas. " PLAK... " kata Qila yang juga membalas tamparan Ningsih.
__ADS_1
" AW shiitthh... " jerit Qila sambil terduduk merasakan pedihnya karena di tampar Ningsih.
" Ya Allah neng, neng Qila tidak apa-apa " kata bi Ijah yang baru saja melihat itu dan langsung menghampiri Qila.
" Hey Ningsih, kamu sudah sangat keterlaluan, berani - beraninya kamu menyakiti neng Qila, mulai sekarang kamu di pecat. " kata Bu Ijah yang lebih dulu bertindak, karena semua pekerja adalah tanggung jawabnya.
" Enak saja Bu Ijah main pecat sembarangan, saya tidak terima, akan saya adukan ke tuan Adit. Dan untuk kamu perempuan tidak jelas, bukan saya yang di pecat tapi kamu lihat saja nanti. " kata Ningsih dengan sombongnya.
" Oh ya, sebaiknya kau bereskan barang - barang mu, bukankah bi Ijah sudah memecat mu, untuk apa lagi kau berada di sini, keluar dari rumah ini sekarang, saya tidak butuh pelayanan yang sok berkuasa di sini. " kata Qila yang sudah sangat kesal dan marah pada pelayan yang sangat tidak tahu diri ini.
" Memangnya siapa kamu yang berani mengusir saya, disini kamu juga hanya pelayanan, jadi jangan coba-coba mengusir saya, dasar perempuan tidak jelas. " kata Ningsih dengan sombongnya sambil membuang mukanya kasar.
" Cepat pergi dari sini kau Ningsih, kesalahan mu sangat besar dan kau, berani - beraninya kamu menyakiti neng Qila, asal kamu tahu neng Qila ini adalah... " kata bi Ijah terpotong.
__ADS_1
" Ada apa ini... " kata seseorang yang tiba - tiba baru datang.
Mereka yang mendengar begitu sangat terkejut, tak terkecuali Ningsih dan Qila yang tak kalah terkejutnya melihat seseorang yang baru datang itu.