Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
Episode 24


__ADS_3

" Ada apa ini... " kata seseorang yang tiba-tiba datang.


Mereka semua yang mendengar itu begitu sangat terkejut, tak terkecuali Qila dan Ningsih mereka berdua tak kalah terkejutnya melihat orang yang tiba-tiba datang itu.


" Tuan Adit " kata Ningsih dan Ijah bersamaan.


" Kak Adit... " kata Qila pelan sambil mengusap pipinya yang masih terasa perih.


Sedangkan para pelayan yang lainnya tak kalah terkejutnya melihat kejadian itu, dan diam saja untuk menyaksikan semuanya.


" Kenapa ini ribut - ribut, HAH... " tanya Adit dengan tegasnya melihat ke arah mereka semua kecuali Qila yang masih terduduk di lantai dan di lindungi bi Ijah sehingga Adit tidak melihatnya.


" Ini tuan, saya baru saja memecat Ningsih, karena sudah keterlaluan berani menyakiti neng Qila " jawab bi Ijah


" Dia yang duluan tuan, dia yang sudah menyakiti saya bahkan menampar saya, shiiiith... sakit sekali tuan. " jawab Ningsih yang langsung menghampiri Adit dengan gaya melasnya.


Mendengar itu Adit langsung melihat ke arah Qila, bertapa terkejutnya Adit saat melihat Qila meringis mengusap pipinya yang merah.


" Ya ampun sayang, kamu kenapa... " kata Adit yang langsung menghampiri Qila dan langsung memeluknya.


" Ini akibat ulah Ningsih tuan, ia sudah berai menampar dan menyakiti neng Qila, maka dari itu saya memecatnya. " sahut Bu Ijah


Sedangkan Ningsih hanya diam saja, karena terkejut mendengar tuanya memanggil Qila dengan sebutan sayang.

__ADS_1


mendengar itu, wajah Adit langsung memerah menahan amarahnya.


" Bukankah saya sudah perintahkan, apapun yang di katakan Qila, itu adalah perkataan saya, harusnya kau mengerti arti dari perkataan saya itu, dan kamu dengan beraninya menyakiti Qila, siapa kamu HAH berani menyakiti istri saya. " kata Adit dengan kerasnya sehingga membuat Ningsih tambah terkejut mendengar yang di ucapkan Adit.


" Apa... Istri... maksud tuan perempuan ini adalah istri tuan... " kata Ningsih bergetar karena rasa keterkejutannya.


" Keluar dari rumah saya sekarang, saya tidak butuh pelayanan seperti kamu... Bu Ijah urus dia dan... " PLAK...


Adit langsung menampar Ningsih dengan kerasnya karena begitu marah melihat istrinya di sakiti.


" AW shiitthh..." jerit Ningsih karena di tampar Adit dengan keras sampai ia terjatuh dan langsung terduduk di lantai.


" Keamanan, usir pelayanan tidak tahu diri ini, saya tidak mau melihatnya di rumah ini lagi. " kata Adit dengan tegasnya.


" Sayang, kamu tidak apa-apa. " tanya Adit yang langsung menggendong Qila dan mendudukkannya di sofa.


" Qila tidak apa-apa ka hiks hiks hiks... " jawab Qila yang masih mengusap pipinya yang sangat perih.


" Sudah jangan menangis, aku sudah membereskannya, mulai sekarang tidak ada lagi yang menyakitimu Hmm. " kata Adit yang langsung memeluk istrinya itu.


Qila pun mengangguk dan masih menangis di pelukan suaminya.


Sedangkan di luar.

__ADS_1


" Pergi kamu dari sini, dasar tidak tahu diri. " kata sekuriti dengan kasarnya menyeret Ningsih keluar dari rumah Adit.


" Ini barang - barang mu, kami tidak butuh pelayanan tidak tahu diri seperti kamu, cepat pergi dari sini " kata Bu Ijah juga yang sudah sangat kesal pada Ningsih yang sudah berani menyakiti nyonya mereka.


Ningsih tidak bisa berkata apa-apa, ia tidak menyangka kalau perempuan yang di anggapnya perempuan tidak jelas itu adalah istri Adit, majikan yang sangat Ningsih kagumi.


Dengan membawa rasa sakit karena mengetahui kalau majikan yang sangat ia cintai itu sudah memiliki istri, serta rasa malu karena telah di usir dengan kasar dan harus kehilangan pekerjaan, membuat Ningsih tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah yang sudah ia tinggali selama hampir setahun bekerja di sana, hanya karena kesalahannya yang menyukai majikannya sendiri, dan sudah menyakiti istri dari majikan idolanya yang baru saja ia ketahui itu.


Sedangkan di dalam rumah, Adit masih mengobati memar di pipi Qila dengan mengompresnya.


" Shiiiith... perih ka " kata Qila yang memang terasa perih.


" Tahan ya, sebentar lagi biar cepat sembuh. " kata Adit dengan lembut dan penuh perhatian pada istrinya itu.


" Kak Adit ko pulang ?" tanya Qila.


" Ada dokumen yang ketinggalan makanya aku kembali, untung saja aku kembali, kalau tidak, aku tidak akan tahu kalau di rumah istriku telah di sakiti ' jawab Adit yang kesal melihat semuanya.


Mendengar itu Qila pun mengangguk, dan Adit langsung memeluk Qila yang sudah selesai mengobatinya.


Bahagia lah Qila saat ini karena mendapat suami yang begitu perhatian dan sayang padanya.

__ADS_1


__ADS_2