
Sesampainya di kamar Qila langsung masuk membawakan makanan untuk suaminya, dan ketika masuk ia melihat Adit yang baru saja selesai miting, tapi masih menggunakan leptop nya untuk menyimpan data.
" Sarapan dulu kak " kata Qila yang membawahi sarapan.
" Iya sayang sebentar lagi ya ini belum selesai, terimakasih sudah di bawakan. " sahut Adit sambil tersenyum ke arah istrinya itu.
" Ya sudah Kaka lanjut saja kerjaannya, biar Qila suapi, aa' " kata Qila yang sudah duduk di sebelah Adit yang langsung menyodorkan se sendok makanan untuk suaminya.
Adit pun tersenyum dan langsung membuka mulutnya, lalu menerima suapan dari istri tercintanya itu.
Sambil menyelesaikan pekerjaannya, Adit sambil memakan sarapannya karena di suapi Qila, Adit begitu merasa beruntung karena memiliki Qila sebagai istrinya,
Sedangkan Qila sendiri dengan senang hati melakukannya, karena sudah biasa bagi mereka berdua untuk saling menyuapi makanan.
Setelah selesai sarapan, Adit pun juga selesai dengan pekerjaannya, Qila langsung menceritakan apa yang sudah terjadi pada Nilam.
" Begitu kak... " kata Qila yang sudah selesai dengan ceritanya.
" Oh ya, lalu bagaimana keadaannya sekarang " tanya Adit yang terlihat biasa saja saat mendengar cerita Qila.
" Sekarang sudah baikan, mungkin sekarang ia sedang istirahat, tadi bi Ijah sudah memberikannya obat. " jawab Qila
" Bagus lah, kalau begitu kamu temani saja dia, aku mau ke kantor dulu ya. " kata Adit yang bersiap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
" Iya ka, ka Adit tidak menjenguk ka Nilam dulu ?" tanya Qila yang membantu suaminya memakaikan dasi.
" Tidak aku langsung ke kantor saja, kamu saja yang mewakilkan ya. " cup... Jawab Adit sambil mencium kening istrinya.
Kemudian mereka berdua langsung berjalan keluar.
" Ya sudah, ka Adit hati - hati di jalan ya. " kata Qila yang sudah selesai membantu suaminya bersiap dan mengantarkan Adit sampai ke depan rumah.
" Iya sayang, aku berangkat dulu ya assalamualaikum " pamit Adi setelah mereka sampai di depan rumah sambil menyodorkan tangannya.
" Iya, walaikum salam, daaah... " sahut Qila sambil mencium punggung tangan suaminya lalu melambaikan tangannya saat Adit sudah masuk ke dalam mobilnya.
Adit pun tersenyum dan membalas dengan melambaikan tangannya juga.
" Berbahagialah kalian sekarang, karena sebentar lagi kalian berdua akan berpisah, hmm... " gumam Nilam sambil tersenyum sinis sambil melihat ke arah mereka berdua saat mengintip di balik gorden jendela kamarnya.
Tok tok tok...
Suara ketukan dari luar, dan membuat Nilam begitu terkejut lalu kembali ke tempat tidurnya berpura-pura tidur.
Cekklek...
Pintu pun terbuka dan Qila masuk untuk melihat keadaan Kaka sepupunya itu.
__ADS_1
" Kak Nilam masih tidur ya, cepat sembuh ya ka " kata Qila pelan takut membangunkan Nilam, setelah itu Qila pun kembali keluar dan membiarkan Nilam beristirahat.
Setelah Qila keluar, Nilam kembali membuka matanya.
" Terimakasih doanya Qila, maaf aku di sini hanya untuk menghancurkan kebahagiaan mu, karena seharusnya akulah yang jadi pendamping Adit bukan kamu. " gumam Nilam yang sedikit merasa bersalah pada adik sepupunya itu, tapi mau bagaimana lagi, cintanya terlalu besar untuk Adit, sehingga ia akan merebutnya meskipun dari sepupunya sendiri.
Di luar setelah dari kamar tamu untuk melihat Nilam, saat ini Qila sedang bersiap untuk keluar.
" Bi ijah, Qila keluar sebentar ya, mau ke mini market dulu ada beberapa keperluan yang harus Qila beli. " pamit Qila
" Iya neng, hati - hati ya " sahut Bi Ijah.
Setelah berpamitan Qila langsung keluar menuju super market untuk membeli beberapa keperluannya, dengan ATM yang di berikan suaminya, Qila belanja semua kebutuhannya.
Sedangkan di rumah, karena Nilam sudah merasa baikan, ia langsung berniat pergi dan langsung keluar kamar.
" Bi Ijah, Qila dan Adit mana bi ?" tanya Nilam
" Neng Qila keluar sebentar non, kalau tuan sudah berangkat ke kantor. lho nona mau kemana, bukankah nona lagi sakit ?" jawab bi Ijah dan bertanya balik melihat Nilam yang seperti ingin pergi.
" Oh, saya mau pulang ke rumah Tante lira Bi, tidak enak terlalu lama di sini takut merepotkan. Saya pulang dulu ya bi, permisi " jawab Nilam dan langsung berpamitan.
" Ah iya non, silahkan. " kata bi Ijah yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
Setelah berpamitan Nilam langsung meninggalkan rumah Adit dan Qila, tapi bukannya pulang kerumah Bu lira, ia malah ke suatu tempat, dengan tersenyum misterius Nilam menuju tempat yang di tujunya menggunakan taksi.