
Sesampainya di mesjid itu, semua orang langsung berkumpul untuk menyaksikan pernikahan mereka, dan penghulu sudah siap di sana untuk menikahkan mereka berdua.
Meskipun Adit dan Qila sedikit heran melihat mesjid tempat akad nikah seperti sudah di siapkan sebelumnya, tapi karena banyaknya warga yang mendesak mereka agar segera menikah, mereka berdua pun menurut saja daripada di bawa ke kantor polisi.
" Baiklah karena semua sudah siap kita akan langsung mulai akad nikahnya. " kata ketua RT dan langsung di anggukan oleh mereka semua.
" Baiklah nak Adit, nak Qila kalian sudah siap ?" tanya pak penghulu yang sudah siap duduk di hadapan mereka.
" Iya pak kami sudah siap " sahut Adit dan juga di anggukan Qila.
" Baiklah kita mulai saja, Bismillahirrahmanirrahim... " pak penghulu pun memulai pengucapan akad nikahnya.
" Saya terima... " Adit pun langsung menyahut dan dengan sekali tarikan nafas Adit pun berhasil mengucapkan akad nikahnya.
__ADS_1
Dan setelah terdengar kata SAH dari penghulu dan para saksi serta dari semua warga yang menyaksikan, Adit dan Qila resmi menjadi pasangan suami istri dadakan. Dan Qila kembali menjadi istri dadakan untuk yang kedua kalinya.
Setelah pengucapan akad nikah selesai mereka berdua saling bertukar cincin yang sudah tersedia di sana, meskipun mereka berdua sedikit heran karena seakan sudah siap semua, tapi mereka tetap melakukan apa yang mereka semua katakan.
Setelah bertukar cincin kawin, dan Qila sedikit heran karena Adit tidak mempertanyakan cincin yang lebih dulu tersemat di jari manisnya dan langsung memakaikannya saja tepat di depan cincin itu.
Begitu juga dengan Adit, ia juga masih mengenakan cincin yang sama, dan Qila pun juga memasangkan cincin tepat di depan cincin kawin yang juga sudah tersemat itu.
Bertambah aneh perasaan yang Qila rasakan setelah melihat cincin kawin yang ada di jari Adit sebelumnya.
Sedangkan Adit yang di tatap Qila seperti itu hanya diam saja dan membalasnya dengan senyuman lembut hingga sedikit menggoyahkan perasaan Qila.
" Baiklah sekarang sudah selesai, kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Dan ingat semua, kalau ada hal seperti ini terjadi lagi di komplek kita maka mereka juga akan menerima hukuman yang sama seperti yang mereka berdua ini lakukan. Jadi saya harap tidak akan terjadi lagi hal yang seperti ini di kemudian harinya, baiklah cukup sampai disini, sekarang kita bisa kembali ke rumah kita masing-masing. " kata pak RT yang mengakhiri acara akad nikahnya dengan kata sambutan dan membubarkan semuanya.
__ADS_1
Mereka semua langsung membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing, begitu juga dengan Qila dan Adit mereka berdua kembali ke rumah kontrakan Qila itu.
Tidak ada percakapan saat mereka di jalan, sesampainya di rumah kontrakan itu Qila langsung duduk di hadapan Adit yang juga baru duduk.
" Eehhhmm... Ada yang ingin ka Adit jelaskan tentang cincin yang sama ini. " kata Qila dengan masih menatap tajam sahabat yang sudah menjadi suami dadakannya malam ini.
Adit yang mendengar perkataan Qila langsung duduk di sebelah Qila dan langsung memeluk istrinya itu.
" Sekarang kamu tidak bisa lari lagi istriku, karena malam ini untuk kedua kalinya aku memiliki dan mengikatmu selamanya, dan untuk semuanya aku minta maaf " kata Adit sambil memeluk dan mencium pucuk kepala Qila.
" Jadi ka Adit adalah... dan semua yang terjadi barusan adalah... ?" tanya Qila dengan perasaan yang sudah bercampur aduk.
" Benar sayang, tapi untuk kejadian barusan aku sungguh tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi, bahkan aku sendiri sangat terkejut dengan semuanya. Maafkan aku yang yang tidak mengatakan sebelumnya, karena aku tidak mau merusak persahabatan kita jadi aku membiarkan saja dulu agar kau tenang dan bisa menerima pernikahan kita. " kata Adit dengan lembut dan masih memeluk Qila.
__ADS_1
Mendengar yang di ucapkan Adit, seketika Qila...