
Ke esokan paginya, matahari sudah menyinari menyambut paginya dengan cahayanya. Membuat semua mahluk yang ada di bumi memulai aktivitas nya.
Berbeda dengan Adit dan Qila yang saat ini masih terlelap sambil berpelukan di dalam selimut, karena berisiknya suara tetangga dan orang kompleks disitu sedang melakukan aktivitasnya membuat Qila terbangun lebih dulu dari Adit.
" Eeeggghh... Sudah siang rupanya " gumam Qila pelan sambil mengucek matanya karena baru saja bangun.
Setelah kesadarannya terkumpul Qila pun melihat Adit yang berbaring di sampingnya dan masih memeluknya sambil tertidur dengan lelapnya.
" Kak Adit, aku tidak menyangka kalau ka Adit lah orang yang sudah menikahi ku waktu itu, meskipun Qila kecewa sama kakak, tapi Qila juga cinta dan sayang banget sama kakak, makanya Qila tidak bisa marah sama ka Adit sekarang, jujur Qila sangat bahagia sekali karena kak Adit lah suami Qila sekarang " cup... gumam Qila pelan sambil mencium kening suaminya yang masih memejamkan matanya itu.
Setelah mengatakan itu Qila mencoba untuk turun dari tempat tidur sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.
" AW shiitthh... " jerit Qila pelan menahan rasa perih di organ intim nya.
Dengan pelan Qila berjalan menuju kamar mandi, dan membersihkan diri di sana, sedang Adit langsung membuka matanya setelah Qila masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
" Aku juga sangat mencintaimu istriku, aku pun tak kalah bahagianya sama seperti mu, terimakasih sudah menunggu ku sampai akhirnya kita bersama sekarang. " gumam Adit sambil tersenyum bahagia, dan melihat sedikit noda darah perawan Qila di atas tempat tidur itu.
Setelah mengatakan itu Adit langsung menarik seprei tempat tidur itu lalu memasukkannya ke dalam tempat baju kotor, setelah itu masang kembali pakaiannya karena saat bangun tidur tadi Adit pun polos tidak memakai apapun sama seperti Qila.
(😁 namanya juga malam pertama 😁)
Setelah membersihkan diri Qila pun keluar dari kamar mandi dan melihat Adit yang sudah duduk di atas tempat tidur.
" Kakak sudah bangun, mandi gih Qila mau buat sarapan dulu. " kata Qila sambil berdiri di depan cermin merapikan penampilannya.
Sedangkan Qila yang mendapat serangan mendadak pagi ini pun sangat terkejut, Qila masih mematung di depan cermin sampai Adit masuk ke dalam kamar mandi baru Qila sadar dari keterkejutannya.
Dengan senyum mengembang Qila melangkah ke dapur untuk memasak makanan.
" Astaga... mau masak apa, beli bahan makanan nya saja belum sempat kemarin, terus bagaimana ini " kata Kila yang bingung sekarang.
__ADS_1
" Astaga... " jerit Qila pelan saat mendapat pelukan mendadak dari belakang oleh suaminya.
" Lagi ngapain hmm, kenapa kelihatan bingung begitu ?" tanya Adit sambil mencium bahu Qila.
" Iiih ka Adit ngagetin saja, ini Qila tidak sempat membeli bahan makanan, jadi bingung deh sekarang mau masak apa " jawab Qila apa adanya.
" Ya sudah nggak usah bingung ya, kita pulang saja sekarang di rumah pasti sudah siap masakannya Hmm... " kata Adit yang masih memeluk Qila dari belakang.
" Oh iya, Qila kan sekarang sudah punya suami kaya, ngapain bingung yu pulang " sahut Qila yang sudah tidak bingung lagi malah tersenyum senang sekarang.
Mendengar itu Adit pun ikut tersenyum, inilah sikap unik yang Qila miliki, ia tidak malu mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya dan apa yang ia rasakan, Qila menjadi dirinya sendiri dan apa adanya.
Lalu mereka berdua bersiap untuk pulang ke rumah Adit dengan berjalan kaki sambil bersantai bersama di pagi hari.
Dengan senyum mengembang sambil berpegangan tangan mereka berdua melangkahkan kakinya menuju pulang ke rumah mereka yang sebenarnya.
__ADS_1
Sedangkan di rumah Adit, saat ini Ningsih sedang tertidur pulas di kamarnya, karena semalam ia tidak tidur menunggu Adit pulang, tapi yang di tunggu tak kunjung pulang, dan baru subuh Ningsih tidur karena tidak kuat menahan kantuk lagi, makanya Ningsih masih tidur sekarang.