Menjadi Istri Dadakan

Menjadi Istri Dadakan
episode 22


__ADS_3

Ketika Ningsih sudah berada di pintu kamarnya tiba - tiba...


Crek crek crek...


Ningsih mencoba membuka pintunya tapi tidak bisa di buka.


" Kenapa pintunya tidak bisa di buka haah... Kurang ajar siapa yang sudah mengunci kamar ku dari luar, bi... Bi Ijah buka pintunya ... Ada orang di luar buka... " teriak Ningsih yang terkunci di dalam kamarnya.


Ningsih terus memanggil dan menggedor pintu kamarnya tapi tidak ada yang membuka, sedangkan di luar bi Ijah dan para maid yang lainnya sedang asik tertawa bersama di meja makan sambil sarapan.


" Hahahaha... Pasti Ningsih marah besar nih karena tidak bisa keluar " kata salah satu maid yang bernama Sri.


" Benar, salah sendiri sudah siang belum bangun juga, sama - sama bekerja mau bangun siang, dasar pemalas. " kata bi Ijah


" Bi Ijah benar, ber hayal mau jadi Nyonya mana mau tuan Adit dengan wanita pemalas itu, masih cantikan neng Qila kemana - mana " kata Lila yang juga maid di rumah itu.


" Ya sudah biarin saja, kita lanjut sarapan saja, terus kembali ke pekerjaan masing-masing " kata bi Ijah lagi dan langsung di anggukan Sri dan Lila.


Sedangkan Ningsih masih berteriak meminta di buka kan pintu karena masih belum bisa keluar dari kamarnya.


______________________________

__ADS_1


Sedangkan di restoran, Qila, Adit dan keluarganya sudah selesai dengan sarapannya, sekarang mereka kembali kerumah masing-masing.


" Apa kamu sudah menerima pernikahan kita Qila ?" tanya Adit saat di perjalanan pulang.


" Mmm... Jujur sebenarnya Sebelum aku tahu siapa orang yang sudah menjadi suamiku, aku belum menerima pernikahan dadakan itu, tapi setelah tahu kalau yang menikahi ku itu adalah kak Adit, ya Alhamdulillah dengan senang hati Qila menerimanya. " jawab Qila apa adanya.


" Syukurlah kalau begitu, aku takut kalau kau tidak menerimanya, dan kabur lagi " kata Adit lagi.


" Ya ga lah ka, siapa yang tidak terima coba di nikahi sahabat sendiri, sudah kaya tampan lagi, beruntung kan Qila hehehe... " sahut Qila sambil tersenyum dengan senangnya.


" Qila - Qila, aku sangat mencintaimu. " kata Adit sambil tersenyum dan meraih tangan Qila lalu langsung mencium punggung tangan istrinya itu.


" Love you to " sahut Qila dengan bahagianya.


Sesampainya di rumah Qila dan Adit langsung masuk kedalam rumah mereka sambil bergandengan tangan, semua maid yang melihat itu langsung baper karena mereka mengetahui siapa Qila, berbeda dengan Ningsih, ia tidak tahu sama sekali siapa Qila.


Ningsih mengira Qila hanya teman Adit saja dan tidak mengetahui kalau Qila adalah istri Adit, karena saat orang tua Qila dan ibunya Adit datang ke rumah itu, Ningsih sedang terkunci di kamarnya, maka dari itu ia tidak mengetahui siapa Qila.


Dan saat ini, Ningsih sudah bisa keluar dari kamarnya, ia menggunakan berbagai cara untuk keluar dan akhirnya berhasil keluar.


Semua maid melihat kebersamaan Adit dan Qila yang baru saja datang, tak terkecuali Ningsih, ia terlihat begitu sangat kesal melihat Adit dan Qila bergandengan tangan.

__ADS_1


" Kurang ajar perempuan tidak jelas itu, sudah ku peringatkan masih saja mendekati tuan Adit, awas saja kau perempuan tidak jelas ku beri pelajaran kau nanti. " kata Ningsih dalam hati sambil menatap sinis ke arah Qila dan sambil mengepalkan tangannya karena begitu kesal melihat Adit dan Qila yang terlihat romantis.


Adit dan Qila melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka.


" Eh kamu mau kemana ?" tanya Adit yang melihat Qila menuju ke kamarnya yang ada di sebelah kamar Adit.


" Mau ke kamar ka, memangnya kenapa ? " kata Qila.


" Sini ikut aku. " ajak Adit yang langsung menarik tangan Qila menuju ke kamar yang nomor tiga dari kamar mereka sebelum.


" Nah ini kamar kita berdua mulai sekarang. " kata Adit setelah membukakan kamar itu dan membawa Qila masuk kedalam kamar itu.


" Wah kamarnya besar sekali, dua kali lipat dari kamar kita sebelumnya, sepertinya semua ini sudah di siapkan sebelumnya. " kata Qila yang terkagum-kagum melihat kamar mereka yang begitu sangat indah, harum dan rapi.


" Benar sayang, kamar ini adalah kamar utama di rumah ini, dan aku memang sudah mempersiapkan semua ini untuk kita berdua Sebelum aku menikahimu kemarin. Jadi mulai sekarang kita akan tidur di kamar ini selamanya hmm... " sahut Adit yang langsung menutup pintu kamar itu lalu menguncinya, dan langsung memeluk Qila dari belakang menuntun istrinya itu ke tempat tidur mereka.


" Benarkan, wah tahu begini Qila tidak perlu kabur kemarin, beruntung sekali aku mendapatkan paket komplit dan menikah sampai dua kali dengan orang yang sama, ck ck ck... luar biasa. " kata Qila yang menurut saja saat suaminya itu membawanya ke tempat tidur.


" Dan sekarang, sebagai seorang istri kau tahu kan tugasmu istriku. " kata Adit yang langsung merebahkan Qila ke tempat tidur lalu menindihnya.


" Baiklah pak suami, asal bayarannya tinggi Qila siap melayani anda sampai puas, gimana sanggup... " canda Qila yang paham arti dari kata suaminya itu.

__ADS_1


" Hahahaha... " mereka berdua tertawa bersama, dan dengan perlahan mereka memulai ritual mereka sebagai suami istri yang sesungguhnya sekarang, dengan penuh cinta dan kebahagiaan.


__ADS_2