
Tanpa Qila sadari Adit mendengar semuanya, karena Adit tiba lebih dulu di rumah Sebelum Qila pulang.
" Eehhhmm... Kamu habis dari mana Qila ?" tanya Adit.
" Eh ka Adit sudah pulang, itu ka Qila habis dari... Sini dulu deh Qila mau bicara sama kakak. " jawab Qila dan langsung menarik tangan Adit lalu membawanya duduk untuk menjelaskan.
Adit pun menurut saat Qila membawanya duduk.
" Sekarang jelaskan kamu habis dari mana ?" tanya Adit lagi yang sudah duduk dengan wajah datarnya.
" Eehhhmm... Gini ka, sebenarnya tadi Qila habis dari Kontrakan, seperti yang Qila katakan tadi malam, Qila mau ngontrak rumah saja, nah tadi Qila sudah menemukannya, dan nanti rencananya Qila mau langsung tempati rumah itu. " jawab Qila menjelaskan.
__ADS_1
" Kenapa harus ngontrak Qila, disini kan masih banyak kamar, dan kamu sekarang bekerja di rumah ini jadi kenapa harus ngontrak segala ?" tanya Adit yang sedikit tidak terima dengan keputusan Qila.
" Begini ka sebenarnya... " Qila ragu mengatakan alasannya, tapi ia juga tahu watak sahabatnya ini, kalau tidak mengatakan yang sebenarnya maka ia tidak akan terima dan percaya dengan apapun alasannya yang Qila ucapkan.
Sambil melihat kesana kemari untuk memastikan tidak ada orang baru Qila mengatakan alasannya.
" mmm... Begini kak, maaf sebelumnya kalau alasan Qila tidak mau tinggal di sini cukup menyinggung perasaan kakak, tapi Qila mohon kakak mengerti mungkin ini yang terbaik untuk Qila dan untuk ka Adit juga nantinya. " kata Qila yang berhenti sebentar untuk melihat reaksi Adit.
" Katakan yang sebenarnya agar aku mengerti Qila " kata Adit yang langsung di anggukan oleh Qila.
Sedangkan Adit masih setia menunggu penjelasan Qila.
__ADS_1
" Adalah... Mmm... Qila memiliki rasa sama ka Adit, jujur Qila sudah lama memendam rasa ini untuk kakak, dan Qila sangat senang sekali bisa bertemu dan bersama dengan ka Adit. Tapi Qila sadar meskipun sebesar apapun cinta Qila untuk kakak, akan percuma saja karena status Qila sekarang yang sudah menikah dan memiliki suami, Qila tidak mau berbuat yang tidak - tidak Qila takut dosa. Jadi biarkan Qila tinggal di kontrakan ya kak, agar bisa memendam perasaan ini, dan bisa menjaga jarak dari kakak, karena kita sudah tidak bisa sedekat dulu lagi di karenakan status Qila sekarang. " jelas Qila sambil menunduk karena takut mengecewakan bos sekaligus sahabatnya ini.
Tanpa Qila sadari bibir Adit terangkat sedikit karena menahan senyumnya setelah mendengar perkataan Aqila.
" Ka Adit, kenapa ka Adit hanya diam saja, maaf karena perasaan ini mempengaruhi persahabatan kita, tapi mau bagaimana lagi memang itulah yang sedang Qila rasakan. " kata Qila lagi sambil menunduk masih tidak berani menatap Adit takut temannya ini marah dengan alasannya.
" Eehhhmm... Oke ku terima alasan kamu tidak mau tinggal di rumah ini, tapi biarkan aku selalu berkunjung ke kontrakan mu, dan malam ini aku mau melihat bagaimana kontrakan mu, aku harap kamu tidak keberatan, karena aku mau memastikan sendiri bagaimana tempat tinggal sahabatku sekarang. " kata Adit dengan tegasnya membuat Qila masih tidak berani melihat ke arah Adit.
" Terimakasih kak, boleh ko kakak main ke kontrakan Qila tapi jangan sering-sering ya ka Qila takut jadi fitnah nanti, mmm... Kalau malam ini ka Adit mau ke kontrakan Qila baiklah, tapi hanya sekali ini saja ya ka, karena setelah itu Qila tidak terima tamu laki - laki lagi kalau malam hari, meskipun ka Adit sahabat Qila sendiri. " kata Qila.
" Eehhhmm... Baiklah, sekarang lakukan tugas mu melayani ku, setelah selesai aku akan mengantarmu pulang sekaligus berkunjung ke rumah kontrakan mu.
__ADS_1
" Iya baiklah ka " sahut Qila yang sedikit lega sudah mengungkapkan alasan sekaligus perasaannya pada Adit, meskipun Adit tidak merespon perasaannya itu.
Tanpa mereka berdua tahu, Ningsih mendengar semuanya karena berada di balik pintu saat mereka berdua bicara.