
Setelah Qila dan Adit sampai di lantai atas, Adit pun menunjukkan kamar untuk Qila.
" Nah Qila ini kamar kamu, dan di sebelah ini adalah kamar ku, ya sudah selamat istirahat Qila, aku masuk dulu. " kata Adit.
"Terimakasih ka, selamat istirahat juga. " sahut Qila dan mereka berdua sama - sama masuk kedalam kamar masing-masing.
Setelah Adit masuk ke dalam kamarnya, ia pun langsung menghubungi seseorang.
" Semuanya berjalan dengan lancar, kalian tidak perlu mengkhawatirkannya ia aman sekarang, baiklah saya janji. " kata Adit yang menghubungi seseorang, setelah itu ia langsung mematikan ponselnya dan langsung rebahan di tempat tidurnya dengan perasaan yang begitu sangat bahagia.
Sedangkan di sebelah tepatnya di kamar Qila, saat ini ia sedang mengagumi kamar yang sangat indah yang ia tempati sekarang.
" Waaah... Ka Adit memang kaya sekarang, kamar untuk pelayanan saja seindah ini, bagaimana dengan kamar utamanya, wiiih... Bisa luar biasa mewahnya ck ck ck... " kata Qila sambil melihat seluruh isi kamarnya itu.
Tanpa menunggu lama lagi Qila langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat rapi dan kelihatan begitu indah, serta kasur yang begitu empuk sehingga membuat Qila begitu nyaman tidur di kamar itu.
Tidak butuh waktu lama, Adit dan Qila langsung tertidur dengan perasaan yang sangat bahagia dan dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1
_______________
Keesokan paginya Aqila bangun sangat pagi karena begitu bersemangat untuk memulai aktivitas nya hari ini.
Tok tok tok...
Qila mengetuk pintu kamar Aditia tapi tidak mendapat jawaban.
Beberapa kali Qila mengetuk tapi masih belum juga mendapatkan jawaban, dan Qila pun mencoba membuka pintu kamar Adit dan ternyata kamarnya tidak di kunci.
" Kak, ka Adit bangun ka sudah siang kak... " kata Qila membangunkan bos barunya itu.
Adit masih belum bangun dan masih setia memejamkan matanya.
" Kak, eh bos cepat bangun nanti kesiangan lagi, bos bangun bos... " panggil Qila sambil menggoyang tubuh Adit yang tertutup selimut.
Sambil terus membangunkan Adit, Qila membuka gorden dan mematikan lampu yang ada di kamar itu, serta menyiapkan air hangat untuk Adit mandi.
__ADS_1
" Tuan bangun, air mandinya sudah siap, mau mandi sendiri atau di mandikan " canda Qila karena teman yang sudah menjadi bos nya ini sangat susah sekali untuk bangun butuh tenaga ekstra membangunkannya.
" Eeeggghh, Qila sudah siang rupanya, kamu tadi bilang apa, kamu mau mandiin aku, kalau gitu dengan senang hati. " kata Adit yang baru bangun setelah mendengar yang Qila ucapkan.
" Tu kan, giliran serius banguninnya susah banget, sekali bercanda langsung bangun, ck ck ck... Aqila Azahra memang jagonya kalau soal membangun orang termasuk majikan sendiri hehehe... " kata Qila sambil membersihkan kamar Adit dan sambil menyiapkan pakaian serta keperluan Adit bos barunya itu.
" Jadi kau tadi hanya bercanda, kalau begitu aku tidur lagi deh... " kata Adit yang berpura-pura memejamkan matanya dan kembali berbaring di tempat tidurnya.
" Eh eh eh... enak saja mau tidur lagi, ayo cepat bangun ka, susah tahu bangunin kakak kalau tidur, sekarang sudah bangun enak saja mau tidur lagi, ga bisa ayo cepat bangun, ayo bangun tuan Adit... " kata Qila sambil menarik - narik tangan Adit agar bangkit dari tempat tidurnya.
Meskipun di tarik - tarik Qila Adit semakin malas untuk bangun dan membuka matanya, ia masih berpura-pura tidur.
" Ayo ka, tuan, bos banguuun... " kata Qila menarik tangan Adit dengan sekuat tenaganya, tapi masih kalah kuat dengan tenaga Adit.
Karena saking kuatnya Qila menarik, dan akhirnya...
" Aaakkkkhhh... " jerit Qila
__ADS_1