
Edogawa saat ini diajak papa nya ke rumah kediaman Putri. Indra sengaja mengajak Edogawa ke rumah Putri supaya lebih dekat dengan Putri dan juga kedua anak- anaknya. Selain itu Indra juga akan mengajak bicara bersama anak-anak nya itu untuk persiapan pesta pernikahan dirinya dan juga Putri.Namun sebelum mereka sampai di rumah kediaman Putri, Indra mengajak Edogawa berbelanja beberapa makanan dan minuman.
"Kok turun di sini sih, pa? Katanya mau ke rumah tante Putri? Ini kan mini market dan sebelah nya ada restoran," ucap Edogawa bingung. Indra hanya menunjukkan senyuman lebar nya.
"Kita beli makanan ringan dan minuman kemasan untuk di bawa ke rumah Putri. Selain itu kita akan pesan beberapa makanan, nanti kita makan bareng-bareng di rumah calon istri papa itu. Oke?" jelas Indra.
"Hem, baiklah! Kalau begitu, biar aku saja yang belanja makanan ringan dan minuman kemasan di mini market itu. Papa yang ke rumah makan itu saja jika mau memesan makanan besar," sahut Edogawa.
"Oke! Ada duit kamu kan?" tanya Indra.
__ADS_1
"Ada, pa!" jawab Edogawa yang segera turun dari mobil mewah papa nya menuju ke mini market. Sedangkan pak Indra juga turun dari mobilnya dan bergegas ke rumah makan tidak jauh dari mini market itu. Pak Indra segera memesan makanan yang dia ketahui adalah makanan kesukaan Putri dan juga kedua anak-anak nya. Pak Indra pun juga memesan makanan kesukaan Edogawa juga.
Edogawa mulai memasukkan beberapa makanan ringan dan juga minuman kemasan di dalam keranjang yang sudah ia bawa. Namun di saat dirinya sedang memilih-milih dan memasukkan beberapa makanan itu, dia melihat laki-laki yang pernah ia lihat di rumah mama nya. Dia adalah Marcos. Saat ini Marcos sedang bersama dengan seorang wanita cantik. Di mana wanita itu terlihat sangat dekat dengan Marcos. Wanita itu sangat manja dengan Marcos. Edogawa yang melihat Marcos sedang bersaudara dengan wanita cantik itu, menjadi mengerutkan dahinya.
"Om Marcos lagi dengan siapa? Siapa wanita itu?" gumam Edogawa. Edogawa menghentikan langkahnya. Dia masih berdiri mematung sambil memperhatikan gerak-gerik Marcos yang saat ini bersama dengan seorang wanita.
"Sudah belanjanya, sayang? Tidak kurang, tuh?" tanya Marcos yang suara nya terdengar oleh Marcos.
"Hah? Suamiku? Jadi om Marcos sebenarnya sudah memiliki istri? Jadi, selama ini mama sudah berpacaran dengan suami orang?" gumam Edogawa.
__ADS_1
"Apakah mama tahu kalau om Marcos sebenarnya sudah memiliki istri? Atau mama tidak mengetahui kalau om Marcos sejatinya sudah memiliki istri?" pikir Edogawa.
Edogawa akhirnya nekat mendekati mereka, dimana mereka saat ini sudah di depan kasir untuk membayar barang belanjaan nya.
Saat Edogawa sudah berada dekat dengan tuan Marcos. Marcos menengok ke arah Edogawa. Dengan wajah yang terkejut, Marcos akhirnya pura-pura tidak mengenal Edogawa. Edogawa tersenyum sinis saat mendapati om Marcos pura-pura cuek dengan dirinya.
Akhirnya Edogawa nekat menyapa dan memanggil tuan Marcos.
"Om Marcos!" sapa Edogawa seraya menjabat tangan tuan Marcos. Mau tidak mau tuan Marcos menjabat tangan Edogawa dan memeluk nya.
__ADS_1
"Halo, Edogawa! Maaf, tadi om ragu-ragu apakah benar ini kamu! Kalau kamu tidak menyapa, mungkin saja om sudah lupa," kata Marcos.