
"Mama Putri ingin bercerai dengan papa, ma! Jika aku akan menikahi Elsa," ucap Edo yang saat ini kembali mendatangi mama Amelia.
"Kenapa? Kenapa mama tiri kamu berpikir seperti itu?" sahut Amelia.
"Karena mama Putri takut jika harus ada omongan banyak orang-orang tentang kasus ini. Di mana kami. saudara tiri bisa menikah dan menjadi suami istri. Makanya mama tiri ingin bercerai dengan papa," urai Edo.
"Hem, jadi hanya itu? Putri takut kalau jadi bahan perbincangan? Menurut mama pun, memang lebih baik antara papa dan mama tiri kamu harus mengalah dan memang lebih baik berpisah kalau kamu dengan Elsa menikah," sahut Amelia. Edo mengerutkan dahinya menatap mama nya.
"Itu tidak mungkin ma! Aku sangat yakin kalau papa sangat mencintai mama Putri. Papa tidak akan menceraikan mama Putri," kata Edo. Amelia hanya bisa tersenyum sinis dengan penilaian Edo terhadap papa nya.
🦋🦋🦋🦋🦋
Prita, istri Marcos akhirnya merelakan suaminya menikahi Amelia. Kini Amelia menjadi istri muda atau kedua bagi Marcos lantaran saat ini telah berbadan dua atau hamil.
Kehidupan ini sangat aneh. Disaat mama nya dihamili oleh seseorang, putra nya pun menghamili anak gadis orang. Edo telah menghamili Elsa.
"Jadi mama mau di jadikan istri yang kedua oleh om Marcos?" tanya Edo.
"Prita, istri Marcos tidak mau dicerai kan oleh Marcos. Jadi mau bagaimana lagi, Edo! Mama akhirnya menikah dengan Marcos dan menjadi istrinya yang kedua. Sekarang mama telah hamil anaknya Marcos," ucap Amelia.
"Yang terpenting mama harus menjaga kesehatan, mama. Mama juga harus pengertian, kalau bukan mama saja yang diperhatikan oleh om Marcos. Om Marcos harus juga memperhatikan istri pertama nya yaitu tante Prita," kata Edo.
__ADS_1
"Tentu saja. Bahkan sudah satu minggu ini Marcos tidak datang ke rumah mama. Untung saja ada kamu malam ini. Mama jadi ada teman," cerita Amelia.
Tiba-tiba handphone Edo berbunyi. Ada panggilan masuk di sana. Edo menerima panggilan masuk itu dengan nomer kontak nama Kiara.
"Apa? Kiara masuk rumah sakit karena percobaan bunuh diri?" ucap Edo saat mendapatkan panggilan masuk di handphone nya.
"Ada apa Edo?" sahut Amelia.
"Kiara ma! Kiara masuk rumah sakit. Dia berusaha melakukan percobaan bunuh diri, ma!" jawab Edo.
"Kalau begitu cepatlah kamu ke rumah sakit, Edo! Jangan sampai orang tua Kiara menyalahkan kamu, sayang!" kata Amelia.
"Semoga Kiara tidak kenapa-kenapa. Kiara, benar-benar sangat nekat!" sahut Edo yang kini bergegas ke rumah sakit di mana Kiara saat ini dirawat.
🦋🦋🦋🦋🦋
Detik kalimat tersebut keluar dari bibir mama Putri, tatapan pak Indra seketika menggelap. Perlahan, pria dewasa itu melangkah mendekati Putri tanpa mengatakan apa pun, menyudutkan wanita itu ke dinding.
Putri mendongak, menyaksikan wajah ganteng walaupun usianya sudah matang, sang suami di bawah cahaya remang.
"A-apa?" Tubuh jangkung pria itu berdiri tegap menjulang penuh dominasi, membuat wanita tersebut nyaris menyesal telah mengusulkan perceraian.
__ADS_1
"Ulangi ucapanmu," kata pak Indra dengan rahang mengeras.
Dengan jantung berdebar, Putri mengumpulkan keberanian dan menyatakan,
"Kita harus pisah ini demi kebahagiaan putra dan putri kita, mas! " Wanita itu menangis.
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tangan pak Hendra menekan Putri ke dinding, membuat wanita itu melenguh kesakitan. Sorot netra hitam milik pria itu tajam menusuk, menyedot fokus Putri sementara ia terimpit di antara tubuh kekar pria itu dan dinding.
"Mas sakit! Kamu menyakiti aku!" seru Putri sembari memberontak dan mendorong pria itu menjauh. Akan tetapi, pak Indra justru mencekal kedua pergelangannya, mengunci mereka di atas kepala wanita tersebut.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi." Suara bariton itu berujar dengan nada rendah, membuat Putri menggigit bibirnya, tidak suka dengan bagaimana pria itu memerintahnya.
Melihat Putri menggigit bibirnya dengan keras, sorot mata Indra sedikit berubah. Pria itu melonggarkan cengkeramannya, lalu menyentuh wajah wanita itu dengan hati-hati. Ibu jarinya menyapu bibir sang istri, membuat Putri melepaskan gigitannya.
Detik berikutnya, Putri tertegun saat menyadari ada ekspresi asing di sepasang netra hitam Indra.
"Kamu adalah milikku.Kamu istriku. Sampai kapanpun kamu adalah istriku," ucap pak Indra.
Wajah pria itu mendekat, dan bibirnya mendekati bibir wanita itu.
"Jangan pernah bermimpi untuk lepas dariku." kata pak Indra.
__ADS_1
Sejurus kemudian Pak Indra mengukung Putri di atas peraduan. Pak Indra merebahkan mama Putri pelan. Hingga mama Putri dibuat terlena dan sulit memberontak lagi dengan perlakuan lembut pak Indra. Kali Ini pak Indra benar-benar ingin membuat Putri tidak ingin berpisah lagi dengan nya. Bahkan memikirkan lagi untuk menyudahi status nya sebagai istrinya. Wlaupun Elsa dan Edo akan menikah. Itu bukan alasan ingin bercerai dengan Indra. Karena pak Indra benar-benar sudah menjatuhkan hatinya pada mama Putri.