MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 12


__ADS_3

Pak Indra, tante Putri kini sedang menyaksikan film laga yang sudah diputar beberapa jam yang lalu. Pak Indra dan Putri niatnya mau mendekatkan anak-anak mereka tapi nyatanya mereka ngacir sendiri-sendiri dengan urusan masing-masing. Also sudah cabut duluan keluar rumah karena sudah ada kencan dengan seseorang. Sedangkan Elsa kini duduk bengong di taman belakang rumah. Kini tinggal Edogawa yang mulai bosan karena tidak ada yang menemani dirinya. Papa nya malah sudah asyik nonton film bersama dengan Putri.


Edogawa berjalan ke sana kemari mengelilingi ruangan rumah itu. Sampai akhirnya, dirinya melihat Elsa. Kini dirinya mulai mendekati Elsa yang terlihat sedang melamun di taman belakang rumah.


"Ehem!!?" Edogawa berdehem. Elsa menggeser tempat duduk dengan niat memberikan tempat duduk pada Edogawa. Tapi Edogawa dengan cuek nya malah duduk di kursi depannya. Lalu dengan cuek nya menatap wajah Elsa yang sedang murung.


"Kamu sedih yah?" tanya Edogawa.


"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya yah?" sahut Elsa ketus. Edogawa terkekeh mendengar ucapan Elsa.


"Seharusnya kamu ikut bahagia dong jika melihat mama kamu sudah menemukan laki-laki yang tepat seperti papa ku yang bucin tingkat dewa seperti itu. Papa ku itu kalau sudah mencintai seseorang wanita, papa akan memberikan apa saja pada wanita itu. Terkadang aku menjadi khawatir jika papa sudah salah memilih seorang wanita. Hem, tapi setelah aku melihat tante Putri, mama kamu itu. Aku menjadi yakin kalau mama kamu benar-benar tulus mencinta papa ku juga. Awalnya aku memang tidak menyetujui hubungan mereka. Tapi setelah aku mengenal tante Putri, akhirnya aku merelakan papa mengambil keputusan untuk menikahi tante Putri," kata Edogawa.


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Edogawa.


"Aku tidak sedang memikirkan mereka yang akan segera menikah dan menjadi suami istri. Aku hanya memikirkan setelah ini aku harus tinggal ke mana?" kata Elsa. Edogawa menyipitkan bola matanya.

__ADS_1


"Kenapa? Tentu saja kamu harus ikut dengan mama kamu dong!" sahut Edogawa.


"Hem, aku rasa aku akan tetap tinggal di rumah ini bersama dengan kakakku Also. Dan biarlah mama ku pindah dan tinggal bersama dengan om Indra, papa kamu!" kata Elsa.


"Kenapa? Kamu takut jika setiap hari akan ketemu dengan aku?" sahut Edogawa. Elsa menyipitkan bola matanya.


"Kenapa takut? Aku lebih nyaman di rumah ini. Rumah ini adalah rumah kami, di mana aku dari kecil tinggal di sini," kata Elsa.


"Oh, aku pikir kamu takut jika setiap hari bertemu dengan aku, kamu tiba-tiba menjadi menyukai aku dan jatuh cinta dengan aku," ucap Edogawa.


"Apa? Kamu bilang apa? Aku rempong? Enak saja bilang aku rempong! Awas saja yah! Jika suatu hari nanti kamu tiba-tiba mengatakan cinta dengan aku karena sulit tidur dan susah makan karena menyukai aku," ucap Edogawa.


"Hai, kamu mengancam ku? Jangan bilang kamu akan mengguna- guna aku yah supaya aku jatuh hati dengan kamu!" kata Elsa.


"Cih!! Gede rasa banget sih kamu! Kamu itu juga bukan tipe aku! Sudah body kayak triplek gitu mana aku suka. Kamu kan sudah lihat sendiri, cewekku seperti apa kan? Sudah cantik, seksi dan padat berisi. Tidak seperti kamu yang kurus kerempeng kayak triplek," ucap Edogawa.

__ADS_1


"Ih malas banget omong dengan kamu! Setiap ketemu selalu saja ngajak ribut!" sahut Elsa yang langsung bergegas berdiri dari tempat duduknya. Elsa ingin meninggalkan Edogawa dari tempat itu namun Edogawa dengan jahil membuat langkah kaki Elsa tersandung. Namun sebelum Elsa jatuh, Edogawa segera menangkap tubuh nya.


"Eh??" Elsa sangat terkejut karena posisi mereka kini seperti sedang berpelukan. Bahkan kedua netra mereka cukup lama saling berpandangan. Dalam pikiran mereka kini sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Ternyata bola mata nya indah juga," batin Edogawa.


"Dia memiliki hidung yang mancung dan kulit wajahnya benar-benar lembut terawat," batin Elsa.


Edogawa dan Elsa sama-sama merasakan detak jantung mereka berdebar lebih kencang. Hal itu membuat Edogawa seperti terhipnotis. Sedangkan Elsa tiba-tiba saja wajahnya merona merah.


"Hai, lepaskan aku! Kamu mau mencari kesempatan dariku yah?" ucap Elsa yang akhirnya tersadar dengan posisi yang membuat keduanya merasakan kenyamanan.


"Eh?? Apa kamu bilang??" sahut Edogawa sambil melepaskan pelukan nya pada tubuh Elsa. Tidak sekedar melepaskan, Edogawa sedikit mendorong nya pelan. Namun karena lagi-lagi keseimbangan Elsa kurang akhirnya Elsa terjerembab jatuh ke bawah.


"Aww aduh! Kamu?!!" pekik Elsa. Elsa segera berdiri lalu dengan cepat meninggalkan Edogawa yang masih diam mematung.

__ADS_1


"Eh, maaf! Aku tidak sengaja Elsa!" teriak Edogawa yang melihat Elsa berlari kecil menaiki anak tangga menuju lantai atas. Namun Edogawa kini tersenyum lebar saat melihat Elsa kembali menengok ke arah dirinya sambil menjulurkan lidahnya.


__ADS_2