
Satu bulan kemudian.
"Apakah kamu ada masalah dengan Edo?" tanya Àlso pada adiknya Elsa. Saat ini sengaja Also mendatangi Elsa di kamar nya. Elsa terlihat mengurung dirinya di kamar.
"Kakak?" sahut Elsa langsung saja menghambur ke kakak nya itu sambil menangis.
"Ada apa? Apakah Edo menyakiti kamu?" tanya Also. Elsa menggelengkan kepalanya cepat.
"Lalu kenapa kamu tidak mau tinggal lagi bersama dengan mama? Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan bukan?" sahut Also dengan panik.
"Tidak ada kak? Aku tidak apa-apa kak. Aku hanya ingin memeluk kak Also saja," ucap Elsa.
"Oh, kirain ada apa. Maaf, beberapa minggu ini kakak sering pergi ke luar kota. Kakak menjadi kurang perhatian dengan kamu. Sekarang mumpung kakak di sini, kamu mau apa? Atau kamu mau makan sesuatu? Ayo kita keluar sekalian belanja kebutuhan rumah," ajak Also. Elsa tersenyum lebar saat diajak jalan-jalan dan berbelanja.
"Nah, kalau kamu tersenyum seperti itu, terlihat sangat manis banget," kata Also.
Hari itu Also benar-benar memanjakan adik nya. Apapun yang diminta Elsa dipenuhinya termasuk mau makan makanan kesukaan Elsa.
__ADS_1
🦋🦋🦋🦋🦋
"Elsa?" sebut Edogawa saat Elsa tiba di rumah bersama kakak nya Also. Benar! Elsa dan Also baru tiba berbelanja dan jalan-jalan. Dan saat sampai di rumahnya, ada Edogawa telah menunggu di teras depan rumah mereka.
"Kak Edo? Kenapa kakak kemari?" tanya Elsa. Also mengerutkan dahinya menatap tajam ke arah Edogawa.
"Benar! Ngapain kamu ke sini? Ada kepentingan apa?" sahut Also.
"Maaf! Boleh bicara dengan Elsa? Sebentar saja!" kata Edogawa. Also mengerutkan dahinya menatap adik kandung nya dan juga Edogawa secara bergantian.
"Kak Also!" gumam Elsa seperti memohon pada kakaknya supaya memberikan ijin pada Edogawa dengan dirinya untuk berbicara.
Edogawa menyipitkan bola matanya. Kalau saja bukan kakak dari Elsa, mungkin Edogawa dan Also bisa baku hantam seperti sebelumnya. Itu seperti saat memperebutkan Kiara sebelum akhirnya Kiara memilih Edogawa daripada Also.
🌜🌜🌜🌜🌜
"Bagaimana kabar kamu, Elsa?" tanya Edogawa setelah keduanya berdiam diri cukup lama.
__ADS_1
Mereka berdua masih duduk bersama di depan teras rumah. Dua cangkir kopi buatan Elsa untuk Edogawa sudah ia letakkan di atas meja. Ditambah kue kering hasil berbelanja dengan kak Also tadi sebelum pulang kedatangan Edogawa di rumah itu.
"Kabarku baik, kak! Aku sehat dan tidak kurang suatu apapun. Bagaimana dengan kak Edo?" kata Elsa.
"Syukur lah kalau begitu! Aku, aku, aku minta maaf dengan kejadian saat itu! Tapi kamu tidak apa-apa kan? Kamu tidak sedang hamil bukan? Soalnya yang aku lihat, kamu terlihat berisi dan gemuk," ucap Edogawa to the poin. Elsa mengerutkan dahinya lalu menatap tajam ke arah Edogawa.
"Memangnya kalau aku hamil, kak Edo mau bertanggungjawab? Kak Edo mau menikahi aku? Mau dikemanakan mbak Kiara kalau kakak menikahi aku?" sahut Elsa dengan bibir cemberut.
"Itu, itu bisa diatur! Jika perlu aku bisa menikahi kamu dan juga Kiara," ucap Edo dengan nyengir kuda. Elsa cemberut lalu mencubit lengan Edogawa dengan cepat.
"Aduh! Aku bercanda kok, Elsa! Kamu yakin kalau kamu tidak hamil kan? Setelah apa yang aku lakukan padamu saat mabok itu? Sekali lagi aku minta maaf, Elsa. Setelah kejadian itu kamu jadi tidak mau tinggal di rumah papa. Dan ditambah lagi, kamu tidak mau kerja lagi menjadi asisten pribadi ku," ucap Edo panjang lebar.
"Aku, aku sebenarnya sangat takut kak! Jika aku benar-benar hamil. Sampai sekarang ini aku belum datang bulan setelah kakak melakukan itu padaku!" sahut Elsa. Edo melebar bola matanya mendengar ucapan Elsa.
Diam-diam di dalam rumah, Also mendengar percakapan keduanya. Lalu keluar dari rumah dan langsung memukul Edo tanpa banyak bicara. Tentu saja Elsa menjadi panik lantaran kakak-kakaknya saling baku hantam.
"Edo, kau benar-benar badji ngan! Kau sudah berani menodai adikku! Setelah Kiara kamu rebut dariku, bahkan kamu masih menginginkan adik ku!" ucap Also disertai memukuli wajah Edo dengan amarahnya.
__ADS_1
"Kak Also, hentikan kak! Kak Edo tidak bersalah kak! Semua terjadi karena kak Edo mabok saat itu," kata Elsa berusaha menghentikan kakaknya memukuli Edo tanpa ampun. Sedangkan Edogawa akhirnya hanya diam dan pasrah dipukuli oleh Also karena dia merasakan menyesal dan bersalah atas semua yang sudah ia lakukan.