MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 15


__ADS_3

Elsa sibuk dengan kerjaannya. Selama ini Elsa memang sudah bekerja di suatu perusahaan lain. Bukan perusahaan milik Indra atau Edogawa. Walaupun kedudukan Elsa di perusahaan itu hanyalah karyawan biasa, Elsa merasa bersyukur sudah memiliki pekerjaan walaupun penghasilan nya bisa untuk membeli alat-alat kosmetik dan juga jajan.


Di jam pulang kerja, Elsa duduk di halte. Hari ini dia berangkat dari rumah utama Pak Indra karena beberapa malam ini sudah tinggal dan pindah di rumah itu. Biasanya Elsa pergi dan pulang diantar serta di jemput oleh Also dengan mobil mama. Karena Also tidak mengantarkan ke tempat kerja, setelah pindah di rumah itu, maka Elsa berangkat dan pulang naik taksi. Bagi Elsa itu tidak menjadi persoalan.


Namun tiba-tiba saja sebuah unit mobil berhenti tidak jauh dari tempat dirinya duduk. Kaca samping itu terbuka lalu suara teriakan khas memanggil namanya.


"Elsa! Ayo naik!" teriak seseorang pria yang tentu saja sangat di kenal oleh Elsa.


Elsa lalu berjalan mendekat mobil yang berhenti itu. Lalu pintu samping ia buka dan masuk lah Elsa di kursi depan sebelah kemudi. Pengemudi langsung menjalankan kemudi nya setelah Elsa sudah masuk ke dalam mobil.


"Pasang sabuk pengaman nya!" ucap pria itu sedikit memerintah. Dia adalah Edogawa.


"Eh, iya!" sahut Elsa seraya memasang sabuk pengaman nya.


"Terimakasih sudah menjemput ku! Pasti karena disuruh papa Indra yah, menjemput ku di tempat kerja," ucap Elsa.

__ADS_1


"Kebetulan saja aku lewat dan melihat kamu. Jadi daripada kamu duduk di halte itu, lebih baik aku panggil," kata Edogawa beralasan.


"Oh, kirain sengaja menjemput ku. Jadi kamu sebenarnya mau kemana!" sahut Elsa.


"Ke rumah Kiara! Rumah Kiara di dekat sini! Oh iya, kamu tidak apa-apa kan aku ajak ke rumah Kiara sebentar," kata Edogawa.


"Eh, em baiklah! Lagipula sudah kadung aku ikut dalam mobil kamu! Aku pikir kamu sengaja menjemput ku. Kalau tadi aku tahu sebenarnya kamu mau ke tempat Kiara, lebih baik aku naik taksi saja," ucap Elsa dengan memajukan bibir nya.


"Kenapa buru-buru pulang sih?" kata Edogawa.


"Ditambah sudah lapar! Mau makan masakan mama," sambung Elsa.


"Mama Putri memangnya pandai memasak?" tanya Edogawa.


"Tentu saja! Masakan mama ku top deh pokoknya," sahut Elsa.

__ADS_1


"Hem, aku jadi penasaran! Baiklah, karena kamu sudah lapar, kita mampir ke rumah makan dulu yah sebelum ke rumah Kiara," kata Edogawa.


"Tumben banget sih, akak baik seperti ini? Jadi curiga nih?" sahut Elsa.


"Orang kok sukanya berprasangka buruk. Orang suka jahil salah, baik juga salah," ucap Edogawa.


"Habis wajah akak itu wajah pria yang suka sekali mengganggu kesenangan orang," sahut Elsa.


"Sok tahu lo!" ucap Edogawa.


"Oh iya, kak! Sebaiknya langsung ke rumah Kiara saja, kak! Siapa tahu di rumah kekasih akak itu, kita disuruh makan di rumah itu," kata Elsa.


"Astaga! Jiwa-jiwa gratisan kamu bikin malu aku deh! Suka sekali ngarep gratisan sama orang! Lebih baik aku traktir kamu saja deh daripada bikin malu aku di rumah calon istriku itu," sahut Edogawa.


"Hehehe ya sudah deh terserah kakak saja! Tapi aku maunya makan makanan nusantara saja," kata Elsa.

__ADS_1


"Sudah ditraktir, masih suka nawar lagi!" sahut Edogawa. Elsa terkekeh saja.


__ADS_2