MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 25


__ADS_3

Aku Elsa.


Sekarang ini aku bekerja menjadi asisten pribadi dari kakak tiri ku sendiri yaitu kak Edogawa di cabang perusahaan keluarga milik ayah tiri ku. Edogawa sebagai direktur utama di cabang perusahaan. Sedangkan mas Danuarta di sana sebagai wakil direktur di cabang perusahaan itu.


Saat ini kakak tiri ku itu memiliki pacar bernama Kiara. Mungkin dalam waktu dekat ini mereka akan bertunangan. Namun kenapa akhir-akhir ini aku mulai merasakan perasaan aneh pada diriku saat berdekatan dengan kak Edogawa. Entahlah, aku sendiri juga tidak mengerti perasaan apa itu. Yang pasti saat aku melihat kak Edogawa sedang bersama dengan pacar nya, aku merasakan sesak dada ku. Sepertinya aku menjadi cemburu jika kak Edogawa dekat dengan wanita lain. Apalagi sering aku melihat antara kak Edogawa dan kak Kiara berduaan di dalam ruang kerja kak Edogawa. Mereka sedang bermesraan. Bahkan aku tanpa sengaja pernah melihat mereka berciuman sangat intim. Rasanya aku tidak rela jika kak Edogawa itu dimiliki oleh kak Kiara.


Suatu hari kejadian tidak terduga terjadi. Beberapa kali kak Edogawa mencium ku. Tentu saja aku sangat terkejut. Sebenarnya apa maksud kak Edogawa mencium ku? Namun kata kak Edogawa kejadian itu karena khilaf dan ketidaksengajaan. Mungkin awalnya tidak sengaja saat aku tiba-tiba saja terpeleset dan ditangkap oleh kak Edogawa, tubuh ku dipeluk kak Edogawa. Namun tiba-tiba saja kami tubuh kita seperti tersengat aliran listrik yang entah siapa yang memulainya, bibir kami akhirnya saling menempel. Lalu ciuman pun terjadi.


Awalnya aku sangat terkejut dengan ciuman yang tiba-tiba itu. Namun entah kenapa, aku pun jadi membalasnya.


Ah kalau mengingat itu, rasanya malu. Lalu kejadian berikutnya saat aku berada di kamar kak Edogawa, di mana kak Edogawa masih tertidur. Melihat kak Edogawa yang dalam keadaan tertidur itu, aku menjadi penasaran untuk menatap wajahnya yang tampan. Aku sempat mengusap wajahnya yang tampan penuh kharisma. Tiba-tiba saja tanganku di tariknya hingga aku jatuh di atas tubuh kak Edogawa. Bibir kami saling menyentuh. Lalu ciuman itu terjadi kembali. Itu ciuman yang paling lama dan panjang. Bahkan aku merasakan gelenyar aneh di aliran darahku.


Setelah kejadian itu diam-diam aku memikirkan kakak tiri ku itu. Apakah salah jika aku menyukai nya? Apalagi sikap kak Edogawa terhadap aku sangat perhatian.


Kita tinggalkan cerita kak Edogawa. Kini beralih pada adik sepupu dari kak Edogawa. Dia adalah mas Danuarta. Mas Danuarta ini adalah wakil direktur utama di cabang perusahaan itu setelah kak Edogawa yang menjadi direktur utama nya.


Mas Danuarta akhir-akhir ini sering ke rumah ini. Mungkin saja mas Danuarta memang lagi pendekatan dengan ku. Namun dari sikap dan gerak-geriknya, mas Danuarta memang menyukai aku. Candaan mas Danuarta pun juga mengarah ke sana. Di mana dia ingin menjadikan aku pacarnya. Namun aku menganggap mas Danuarta seperti teman. Ini berbeda dengan apa yang aku rasakan terhadap kak Edogawa. Apakah semuanya itu lantaran aku sudah pernah dicium dengan kak Edogawa? Sehingga aku merasa kalau kak Edogawa pun juga menyukai aku. Walaupun kak Edogawa belum menyadari nya kalau menyukai aku. Terlepas kak Edogawa saat ini sudah memiliki kekasih yaitu kak Kiara.

__ADS_1


*****


Tadi sepulang dari kantor, kak Edogawa mengajak mampir ke rumah mama kandung nya yaitu bernama mama Amelia. Di sana ada sedikit insiden yang membuat aku tidak enak jika terus menerus berada di sana. Akhirnya aku memilih berada di dalam mobil saja.


Sepulang dari rumah mama kandung kak Edogawa, ternyata sudah ada mas Danuarta. Tentu saja membuat kak Edogawa tiba-tiba saja menjadi ketus dengan mas Danuarta. Entahlah! Kenapa kak Edogawa menjadi tidak suka kalau mas Danuarta lebih sering datang ke rumah ini. Apalagi tujuannya adalah mencari aku.


Setelah aku mandi dan membersihkan diriku, aku menemui mas Danuarta yang sudah menunggu ku lama di ruang keluarga. Mas Danuarta tentu saja tidak sungkan jika sering datang ke rumah ini. Karena ayah Indra, adalah pakde nya mas Danuarta. Mas Danuarta adalah keponakan dari ayah Indra.


Seperti sekarang ini aku sedang berduaan dengan mas Danuarta. Kami mengobrol di teras depan rumah. Sebenarnya mas Danuarta ingin mengajak aku keluar untuk makan malam bersama dengan nya. Namun aku menolak nya karena capek seharian bekerja dan besok pun masih bekerja seperti biasa. Besok bukanlah hari libur kerja. Akhirnya mas Danuarta dan aku ngobrol santai di teras rumah. Namun tiba-tiba saja mas Danuarta menjadi serius berbicara.


"Aku serius, Elsa! Aku mau mengajak kamu berpacaran. Mau yah? Atau kamu maunya kita langsung bertunangan?Atau kalau kamu mau, kita dalam waktu dekat ini langsung menikah? Hem?" ucap mas Danuarta.


"What?? Jangan bercanda dong mas?!" sahut Elsa.


"Aku loh serius tidak bercanda!" ucap mas Danuarta.


Sesaat aku diam. Aku tidak menyangka kalau mas Danuarta itu benar-benar menginginkan aku menjadi pacar nya atau lebih daripada itu. Padahal aku belum menyukai mas Danuarta. Aku saat ini hanya kepikiran dengan kak Edogawa. Namun aku tidak tahu apakah itu cinta atau bukan?

__ADS_1


"Jawab dong! Mau yah, kamu menjadi pacarku?" tanya mas Danuarta lagi.


Sekarang timbul niat jahat ku. Sekarang ini bukankah kak Edogawa sudah memiliki pacar yaitu kak Kiara? Bagaimana kalau aku juga jadian dengan mas Danuarta. Apakah kak Edogawa akan merasakan cemburu seperti aku jika aku berpacaran dan dekat dengan mas Danuarta.


Yes! Saatnya aku membalas itu. Aku akan berpacaran dengan mas Danuarta.


"Elsa! Ayo dong, di jawab sekarang! Mau yah berpacaran dengan ku?" tanya mas Danuarta.


"Baiklah!" sahut Elsa.


"Yes!! Mulai hari ini kita resmi jadian dan berpacaran. Oke?" ucap mas Danuarta.


"Gak ada romantis nya, ngajak aku berpacaran," kata Elsa sambil cemberut.


"Loh, sebenarnya aku tadi mengajak kamu keluar rumah untuk ini juga. Tapi kamu tidak mau. Bagaimana kalau sekarang kita keluar sambil cari makan?" sahut mas Danuarta.


"Hehehe tidak usah, mas! Aku hanya bercanda!" kata Elsa.

__ADS_1


__ADS_2