
"Elsa!?" ucap Also saat mendapati adiknya pagi-pagi sekali datang kembali ke rumah lama nya dengan membawa tas besar. Elsa langsung menghambur memeluk kakak nya. Also tentu saja mulai muncul tanda tanya besar dalam benaknya.
"Kakak!? Aku kangen kak Also!" ucap Elsa manja sambil menangis dan memeluk Also.
"Halah, bohong banget kamu dik! Kamu bahkan sudah melupakan kakak di sini karena katanya mama kamu sudah memiliki pacar yah. Di tambah lagi kamu sudah bekerja di perusahaan pak Indra bukan?" kata Also sambil mengacak-acak rambut Elsa.
"Hem, hiks hiks hiks mulai besok aku tinggal bersama dengan kakak di rumah ini saja. Dan juga bekerja di tempat kafe kakak," rengek Elsa.
"Kenapa? Pasti kamu sedang lagi ada masalah yah? Ayo cerita dulu dengan kakak," ucap Also sambil melepaskan pelukan adik nya. Lalu mulai menuntunnya ke kursi tamu.
"Tidak ada masalah kak! Sungguh kak! Cuma aku sedih, ingin kembali tinggal di rumah ini saja menemani kak Also. Aku mohon kak, jangan menyuruh ku kembali lagi ke rumah itu yah, kak!" ucap Elsa. Also mengerutkan dahinya melihat wajah pucat adiknya itu.
"Sepertinya Elsa memang lagi ada masalah berat namun dia belum mau jujur menceritakan padaku. Baiklah! Aku sebaiknya jangan memaksa Elsa untuk menceritakan semua nya.
" Ya sudah, Elsa! Kamu lebih baik istirahat lah dulu ke kamar kamu. Kamar kamu selalu kakak bersihkan kok. Kakak menyiapkan kamar itu jika sewaktu-waktu kamu kembali pulang ke rumah ini," ucap Also.
__ADS_1
"Wah, terimakasih banyak kak Also. Jadi benar kan, kalau kakak kesepian saat kami pindah di rumah om Indra?" sahut Elsa.
"Tentu saja dik! Rumah ini di mana memiliki banyak kenangan indah saat kita kecil dulu. Dan juga mama serta papa masih berkumpul di sini," kata Also.
"Eh, ya sudah, kamu istirahat dulu ke kamarmu! Nanti kalau kakak sudah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk kamu, kakak akan bangunkan kamu yah. Lihatlah, kamu terlihat kurang tidur dan pucat wajahnya," ucap Also.
"Hem, baiklah kak, aku istirahat dulu kak!" kata Elsa.
Also diam-diam memperhatikan perubahan pada diri Elsa. Elsa mengikuti apa kata kakaknya istirahat ke dalam kamarnya.
"Sebenarnya ada masalah apa sih? Apakah Elsa berantem dengan Edogawa? Atau berantem dengan pacarnya? Atau mungkin lagi kangen dengan aku seperti apa kata Elsa. Tapi kok itu tidak mungkin jika hanya kangen sama dengan ku, Elsa tidak mungkin sampai ingin kembali tinggal di rumah ini dan tidak mau balik lagi ke rumah itu," pikir Also.
*****
"Di mana Elsa? Kenapa sejak tadi aku tidak melihat nya? Sebenarnya kemana dia?" pikir Edogawa yang saat ini masih di kamarnya.
__ADS_1
"Nomernya tidak aktif. Dia seperti nya memblokir nomer ku. Ya ampun, kenapa aku bisa melakukan nya pada Elsa? Bahkan aku sudah.... ahhhhh," ucap Edogawa kembali merasa menyesal.
"Semua gara-gara aku mabok. Danuarta membuat aku jadi banyak minum malam tadi," gumam Edogawa.
Pagi itu mama Putri dan juga ayah Indra belum menyadari kalau Elsa sudah tidak ada di rumah itu. Saat Edogawa turun dari tangga, mama Putri dan juga Pak Indra melihat Edogawa yang berjalan sendiri menuruni tangga.
"Loh, Elsa mana? Kamu tidak mengajaknya sarapan pagi dan berangkat ke kantor sama-sama?" tanya Pak Indra.
"Eh em, biarkan saja, Yah! Hari ini aku ada janji dengan klien di luar kantor. Hari ini biarlah aku mengajak Danuarta menjumpai klien-klien ku," Edogawa mulai beralibi.
"Kok tumben, Elsa belum turun ke bawah yah. Apakah sakit?" ucap mama Putri. Pak Indra menatap istrinya itu.
"Entahlah! Biar Elsa hari ini libur bekerja dan istirahat dulu sayang!" sahut Pak Indra.
"Oh begitu yah!? Nanti aku akan ke kamar Elsa, siapa tahu dia butuh terapis untuk memijit tubuh nya," kata mama Putri.
__ADS_1
"Ayah, mama, aku berangkat dulu!" pamit Edogawa.
"Hati-hati Edo!" sahut Pak Indra. Edogawa melenggang setelah berpamitan dengan ayah dan mama Putri.