
"Kenapa Elsa tidak ke kantor, hari ini bang? Dan kenapa abang berangkat ke kantor tidak bersama dengan Elsa?" tanya Danuarta kepada Edogawa.
"Aku tidak tahu! Aku bukan mama nya yang selalu mengurusi Elsa," jawab Edogawa sekenanya.
"Ya ampun, kalian loh tinggal satu rumah. Lagian biasanya juga abang berangkat bareng dengan Elsa. Bahkan abang gak kasih ijin kalau aku menjemput Elsa, kekasihku itu," urai Danuarta. Edogawa menyipitkan bola matanya saat mendengar ucapan Danuarta yang terakhir.
"Ya Tuhan, Danuarta sudah menganggap Elsa sebagai Kekasihnya. Bahkan aku sudah merenggut kehormatan Elsa saat mabok tadi malam. Aku seperti melihat Kiara. Ahhh, sial. Bagaimana kalau Danuarta mengetahui soal ini. Bagaimana kalau Elsa menceritakan semua ini pada Danuarta. Pasti Danuarta akan marah dan mungkin ngajak berduel dengan ku," batin Edogawa.
"Eh, em Danuarta!? Sepulang dari kantor, aku ingin mengajakmu ke kafe. Aku ingin berbicara sesuatu dengan mu," kata Edogawa.
"Apa itu? Sepertinya sangat serius. Aku menjadi penasaran. Sekarang saja bang Edo kita bicara nya," ucap Danuarta.
"Tidak, nanti saja sepulang dari kantor," kata Edogawa.
*****
Di rumah kediaman Marcos. Saat ini istri Marcos menangis terisak-isak. Tuan Marcos terlihat menunduk kepalanya dengan semua yang sudah terjadi.
"Maafkan aku, Prita! Aku harus menikah lagi. Amelia telah hamil saat ini. Aku harus bertangungjawab dengan semua yang sudah aku lakukan terhadap Amelia," ucap Marcos.
"Tapi kenapa kamu selama ini mengkhianati ku, mas? Apakah aku sebagai seorang istri tidak bisa memuaskan kamu? Sehingga kamu berselingkuh dengan janda itu," kata Prita.
__ADS_1
"Maaf, Prita sayang! Aku juga ingin memiliki seorang anak. Aku ingin mendapatkan keturunan. Aku sudah putus asa, Prita dengan pernikahan bersama kamu yang sudah sekian lama tidak juga mendapatkan keturunan. Hingga aku berjumpa, berkenalan dan semakin akrab dengan Amelia. Pada akhirnya kami menjalin hubungan. Awalnya ini semua hanyalah iseng saja. Tapi ternyata aku juga menyayangi Amelia. Hingga akhirnya, Amelia hamil. Tentu saja aku tidak boleh meninggalkan Amelia. Aku harus menikah dengan Amelia dan bertanggung jawab atas kehamilan, Amelia," urai Marcos.
"Bagaimana jika aku tidak mengijinkan kamu menikah lagi, mas?" sahut Prita.
"Aku harus menikah, Prita! Bagaimana keadaan nya. Terserah jika kamu tidak mengijinkan nya. Sekarang kamu boleh memilih, bercerai dengan ku atau mengijinkan aku untuk menikah kembali," ucap Marcos.
Ucapan Marcos sukses membuat Prita semakin berguncang badannya karena menangis dan merasakan sakit hati. Prita semakin menangis histeris seraya memukul lengan Marcos. Marcos memeluk Prita.
"Maaf, Prita! Aku sudah menyakiti kamu," ucap Marcos seraya mengusap kepalanya.
"Kamu sangat jahat, mas! Kamu jahat sekali! Kamu tega! Tapi kamu sangat tahu kalau aku selama ini sangat mencintai kamu, mas! Jadi tidak mungkin kalau aku meminta cerai dari kamu, mas! Jangan ceraikan aku, mas! Aku rela jika dimadu. Baiklah, aku rela kamu menikah kembali dengan wanita itu," kata Prita.
"Benarkah, sayang?! Kamu mau mengijinkan aku menikah kembali dengan Amelia?" sahut Marcos. Prita mengangguk kepala nya pelan.
"Terima kasih sayang!? Terimakasih atas pengertian nya," sahut Marcos.
*****
Tok.
Tok.
__ADS_1
"Elsa, kamu masih tidur?? Katanya mau ikut kakak membantu di kafe milik kakak," ucap Also sambil mengetuk pintu kamar Elsa.
"Besok saja kak! Aku lagi mager kak," sahut Elsa.
"Baiklah! Ya sudah, kamu istirahat dulu. Jangan lupa makan yah, dik! Kakak sudah menyiapkan makanan untuk kamu di meja makan," kata Also.
"Iya, kak! Terimakasih kak!" sahut Elsa masih saja berbaring di atas kasur. Elsa masih enggan bangun dari atas tempat tidur nya. Matanya sembab karena sebelum tidur, Elsa meratapi nasibnya. Elsa masih menangis. Elsa sangat takut jika dirinya hamil setelah kejadian itu. Dimana Edogawa telah merenggut kesuciannya saat mabok.
"Hiks, hiks, hiks, semoga aku tidak hamil. Semoga tidak terjadi hal buruk kepada ku.Aku takut. Sangat takut sekali jika hamil. Bahkan kak Edogawa sebentar lagi akan bertunangan dengan kak Kiara. Bagaimana nasibku jika aku hamil?" gumam Elsa.
*****
Di mansion pribadi tuan Indra. Mama Putri sudah kebingungan karena Elsa tidak ada di kamar nya. Mama Putri segera menghubungi Elsa tapi nomer ponselnya tidak aktif. Kini mama Putri menghubungi Also untuk bertanya pada nya, apakah adiknya saat ini pulang di. rumah lamanya.
"Benar ma! Elsa ada di rumah saat ini. Sebenarnya ada masalah apa sih, ma? Sepertinya Elsa terlihat murung dan sedih?" tanya Also.
"Mama rasa tidak ada masalah, Also. Tapi nanti kira-kira kalau sudah tenang, coba deh kamu bicara dengan Elsa. Siapa tahu dia mau berbicara jujur dengan kamu," sahut mama Putri.
"Baik,ma! Nanti setelah pulang dari kafe, aku akan coba bicara dengan Elsa. Aku akan tanyakan, apakah ada masalah yang menyebabkan Elsa pulang lagi ke rumah," kata Also.
"Oke, terimakasih Also. Semoga ramai yah usaha kamu. Kafe kamu banyak pelanggannya dan banyak keuntungan yang diperoleh," ucap mama Putri.
__ADS_1
"Aamiin, ma!" sahut Also. Sambungan telepon itu terputus. Mama Putri menarik nafasnya lalu bersandar di kursi sofa.
"Sebenarnya, ada masalah apa sih Elsa? Apakah ada sesuatu dengan Elsa dan Edogawa?" gumam mama Putri.