MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 8


__ADS_3

Di ruangan ber AC tepatnya di ruangan tengah, seorang pria dan wanita dewasa sedang bercumbu di kursi sofa ruangan itu. Keduanya saling mengikis jarak dan saling menautkan rasa. Walaupun dinginnya AC ruangan siang itu menghindari cuaca panas di luar, namun kenyataannya peluh keringat kedua nya keluar di dahi mereka.


"Amelia," gumam pria dewasa itu saat keduanya mulai menikmati segala sentuhan lembut tangan-tangan pasangan nya.


"Iya, Marcos sayang!?" sahut Amelia manja. Keduanya saling melakukan penyatuan di ruangan tengah di rumah itu. Tentu saja sewaktu-waktu bisa saja orang masuk jika mereka lupa untuk menguncinya.


Benar! Amelia adalah seorang janda yang dicerai oleh Indra. Amelia ini adalah mama dari Edogawa. Setelah diceraikan oleh Indra, dia fokus menjadi wanita karier. Usaha yang dimiliki oleh Amelia ini adalah mengembangkan beberapa butik yang ia dirikan. Usahanya cukup membuahkan hasil karena sudah memiliki beberapa cabang di kota-kota besar.


Amelia kini sedang dekat dengan seorang pria dewasa bernama Marcos. Marcos ini memiliki usaha di bidang showroom mobil. Selain itu usaha lain yang dijalankan oleh Marcos adalah rental mobil. Beberapa bulan ini Amelia lagi dekat dengan Marcos yang sebelumnya pernah dekat dengan laki-laki muda berondong yang hanya menguras harta miliknya saja. Berbeda dengan Marcos ini, Amelia mendapatkan segalanya. Karena Marcos adalah laki-laki yang cukup memiliki penghasilan yang lumayan. Walaupun demikian, Marcos bukanlah pria dewasa yang bebas dan lajang. Melainkan Marcos sudah memiliki istri yang konon ceritanya belum memiliki keturunan. Bertahun-tahun menikah dengan istrinya itu, Marcos tidak mendapatkan keturunan.


Marcos dan Amelia kini saling bercumbu dan saling melepaskan hasratnya di ruangan itu. Seolah keduanya kehausan di padang pasir yang tandus dan kekeringan. Namun saat keduanya di puncak hasrat nya, tiba-tiba saja bunyi bel masuk berbunyi. Tentu saja membuat mereka saling menatap netra mereka.


"Siapa, sayang? Siang-siang seperti ini kok ada yang mencari kamu?" tanya Marcos dengan berbisik.


"Sudah biarkan saja! Tanggung banget, Marcos!" sahut Amelia yang sudah diujung hasrat nya. Dengan cuek nya Marcos kembali melakukan kegiatan intens itu bersama dengan Amelia dengan semangat yang berkobar.


Kini giliran handphone Amelia yang berbunyi. Panggilan masuk itu menjerit di ponsel Amelia seolah ingin segera minta diangkat panggilan masuk itu. Amelia menyambar ponselnya lalu melihat siapa nama yang telah tertera dalam panggilan di ponselnya.


"Edogawa?!" gumam Amelia.


"Hem, siapa sayang??" tanya Marcos.


"Putraku!" jawab Amelia.


"Sedikit lagi, baby! Kita tuntaskan dulu, baru kamu mengangkat panggilan masuk itu. Oke?" ucap Marcos seraya mengungkung Amelia dengan tubuh nya yang berotot. Amelia pasrah dalam kenikmatan dunia yang sudah sekian lama tidak ia rasakan bersama dengan seorang pria dewasa. Sampai akhirnya, kegiatan itu usai dan keduanya mulai mengenakan pakaian mereka yang berserakan di lantai.


*****


"Lama sekali sih, mengangkat ponselku, ma?" protes Edogawa saat keduanya sudah saling berbincang melalui handphone nya.

__ADS_1


"Maaf, mama sedang ada tamu! Bagaimana kabar kamu sayang?" ucap Amelia yang kini sudah duduk dengan benar bersama Marcos di ruangan tengah itu.


"Kabarku baik ma! Tapi ada kabar yang kurang baik! Ma, aku saat ini di teras rumah mama! Apakah mama tidak mau membukakan pintu rumah mama untuk aku?" ucap Edogawa.


"Hah? Kamu di depan rumah?" sahut Amelia.


"Ma! Cepat dong bukakan pintu nya!" kata Edogawa. Amelia dan Marcos saling pandang.


"Baik, tunggu sebentar!" kata Amelia.


"Edogawa sudah ada di depan teras rumah ku. Tadi yang memencet bel masuk ternyata putra ku," ucap Amelia.


"Ya sudah, buka saja pintu nya!?" sahut Marcos.


"Kamu tidak Apa-apa jika ada di sini bersama dengan aku," kata Amelia.


"Sebenarnya aku lah yang nanti bisa bermasalah. Edogawa anak ku itu tipe pemberontak," gumam Amelia yang pada akhirnya mau tidak mau membukakan pintu utama di rumah itu.


*****


Edogawa melihat Amelia dan Marcos secara bergantian. Wajahnya terlihat sangat tidak senang dan marah.


"Beliau ini adalah tuan Marcos. Pemilik showroom dan rental mobil. Beliau adalah teman dekat mama," ucap Amelia.


"Halo, Edogawa! Aku sudah tahu banyak dari mama kamu!" sahut Marcos berusaha ramah dan akrab. Namun Edogawa terlihat masih menunjukkan tampang yang kurang bersahabat dan ramah.


"Jadi?? Saat aku memencet bel masuk tadi, apa yang sedang kalian lakukan?? Memalukan!!" umpat Edogawa. Amelia dan Marcos saling berpandangan. Baru kali ini Marcos dimarahi oleh anak muda yang usia nya jauh darinya.


"Edogawa!! Tuan Marcos adalah kekasih mama," ralat Amelia.

__ADS_1


"Lalu? Seperti ini yang mama lakukan setelah bebas dan lepas dari papa? Mama menjadi wanita yang bebas, liar dan tidak peduli dengan aturan. Yang terpenting mama happy, Iya?" ucap Edogawa.


"Edogawa!?" kata Amelia seraya menampar pipi Edogawa dengan keras. Sukses membuat Edogawa terkejut dan terpukul dengan tamparan itu.


Padahal kedatangan nya di rumah mama nya itu, Edogawa ingin mengadu dan bercerita soal papa nya yang akan menikah dengan tante Putri. Tapi ternyata mama nya pun juga tidak jauh berbeda telah menjalin hubungan dengan seorang pria.


"Edogawa, maaf kan mama! Mama khilaf!" ucap Amelia. Edogawa segera berlalu meninggalkan rumah mama nya itu dengan rasa kecewa bercampur marah.


"Mama, sudah berubah! Papa juga sama!" gumam Edogawa seraya kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah kediaman mama nya.


Sedangkan Amelia menangis dalam pelukan Marcos.


"Tenang Amelia! Putra kamu butuh waktu untuk menerima semua ini. Kamu juga butuh bahagia bukan?" ucap pelan Marcos seraya mengusap punggung Amelia.


"Dia putraku, Satu-satunya Marcos! Dia sebenarnya paling dekat dengan aku. Tapi aku sudah menamparnya," kata Amelia.


"Kamu tidak salah, sayang! Edogawa juga tidak salah. Yang salah ketika satu ditambah satu hasilnya sebelas," ucap Marcos berusaha membuat tawa Amelia. Amelia segera mencubit pinggang Marcos dan kini Amelia kembali tersenyum walaupun air matanya masih mengalir di kedua sudut matanya.


"Sudah dong! Semua nya akan baik-baik saja, sayang! Nanti kamu bisa menghubungi Edogawa lagi melalui handphone nya. Minta maaf dan tanyakan, sebenarnya dia datang ke rumah ini ingin bercerita apa kepada kamu," ucap Marcos.


"Benar! Semoga Edogawa mau memaafkan aku dan mau bercerita lagi dengan mama nya ini," sahut Amelia.


"Tentu dong sayang!" kata Marcos seraya memeluk Amelia dengan penuh kasih sayang.


Kini giliran handphone Marcos yang berbunyi. Ada nama istrinya yang tertera di layar ponsel itu.


"Siapa, mas?" tanya Amelia.


"Istriku! Maaf, aku pulang dulu yah sayang. Weekend aku akan mengajak kamu ke luar kota. Oke?" ucap Marcos. Amelia cemberut saat Marcos bersiap pulang meninggalkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2