MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 9


__ADS_3

"Sayang, mama Minta maaf yah sayang!! Tadi mama benar-benar khilaf menampar kamu, Edo sayang! Mama tidak bermaksud membuat kamu sakit hati sayang!" ucap Amelia kepada Edogawa melalui sambungan di handphone nya.


"Tidak apa-apa mama! Akulah yang sudah keterlaluan dengan mama! Aku hanya terkejut saja dengan semuanya, ma! Papa sekarang sudah menemukan pasangan nya yang baru. Demikian juga dengan mama. Seolah-olah Edogawa akan hidup sendiri tanpa mama papa. Sedangkan aku sebenarnya masih membutuhkan, mama dan juga papa," sahut Edogawa di seberang sana.


"Edogawa, sayang! Mama dan papa selalu menyayangi kamu, sayang! Tapi kamu harus ngerti, sayang! Kalau mama papa juga butuh seseorang yang bisa membuat mama papa bahagia," jelas Amelia, mama dari Edogawa.


"Aku tahu dan paham sekarang, ma! Jangan khawatir, ma! Aku juga akan mendoakan kebahagiaan mama dan papa. Semoga mama papa tidak salah pilih dalam mencari pasangan yang tepat," ucap Edogawa.


"Kamu benar-benar, putra mama yang paling baik dan pengertian, sayang! Oh iya, kamu ingin bicara dengan mama bukan? Ada yang mengganggu pikiran kamu atau ada masalah yang terjadi sehingga kamu tadi datang ke rumah mama," ucap Amelia.


"Sebenarnya banyak yang akan aku ceritakan pada mama. Aku butuh mama untuk berbicara segala nya," kata Edogawa.


"Ya sudah, sekarang kamu cerita dengan mama satu persatu," ucap Amelia.


"Ma, aku sekarang sudah memiliki pacar, ma!" cerita Edogawa memulai bercerita.


"Oh yah?? Wow ini kabar yang bagus sayang! Apakah dia wanita yang selama ini kamu incar dan sayangi itu?" tanya Amelia.


"Benar, mama! Dia Kiara! Sekian lama akhirnya aku bisa jadian dengan Kiara. Mama tahu tidak? Rival aku saat merebut Kiara siapa? Dia adalah anak laki-laki dari wanita yang akan dinikahi oleh papa. Also itu adalah anak laki-laki dari tante Putri," cerita Edogawa.

__ADS_1


"Hehehe, jadi seperti itu yah?" sahut Amelia.


"Benar mama! Tapi ternyata, Also itu masih memiliki adik cewek namanya Elsa. Dia sangat menyebalkan sekali, ma!" cerita Edogawa. Kembali Amelia terkekeh mendengar cerita putra tunggalnya itu. Di saat bercerita seperti ini, Edogawa seperti sangat dekat sekali dengan mama nya. Semua diceritakan nya. Semua perasaan nya yang masih kekanak-kanakan dan begitu lucu terdengar di sampaikan dengan mama nya. Amelia masih merasa kalau Edogawa adalah putra nya yang masih kecil. Padahal usianya pun sudah matang dan siap untuk menikah muda.


"Hehehe, wah kamu bakalan punya adik cewek rupanya, yah sayang?!" sahut Amelia.


"Tapi dia menyebalkan sekali ma!" ucap Edogawa.


"Mungkin saja kalian belum mengenal dekat. Nanti kalau sudah saling kenal dekat, kalian menjadi saudara yang saling mengasihi walaupun dia adalah anak bawaan dari tante Putri yang bakal menjadi mama tiri kamu," kata Amelia.


"Hem, aku kok gak yakin bisa baik dengan Elsa yah ma! Dia cerewet dan nyebelin banget," cerita Edogawa.


"Ih, mama ini! Usia aku baru Dua puluh empat tahun, mama! Masih ingin bersenang-senang dulu menikmati masa lajang," kata Edogawa.


"Hem, kamu ini! Mama juga ingin memiliki cucu juga loh," sahut Amelia.


"Idih, mama! Jangan terlalu buru-buru dong ma! Nanti mama di panggil nenek, mau?" ucap Edogawa.


"Mama sudah tua sayang! Sudah sepantasnya dipanggil nenek," kata Amelia.

__ADS_1


"Astaga mama! Mama itu masih muda. Baru juga empat puluh empat tahun," ucap Edogawa.


"Hehehe, mama dulu menikah dengan papa kamu masih sangat muda, sayang! Kenapa kamu tidak mengikuti jejak mama papa sih, nikah muda," sahut Amelia.


"Lihat nanti saja ma!" ucap Edogawa.


"Hem, kenapa? Apa kamu belum yakin dengan Kiara?" tanya Amelia.


"Entahlah, ma! Aku mau menikmati masa berpacaran dulu dengan Kiara," ucap Edogawa.


"Baiklah! Yang penting kamu selalu sehat, bahagia sayang!" kata Amelia.


"Mama juga yah, ma!" sahut Edogawa.


"Iya, sayang! Selamat malam mimpi indah, sayang!" kata Amelia. Pembicaraan mama dan anak itu berakhir setelah panggilan suara itu disudahi oleh kedua nya.


Di kamar Edogawa, saat ini dia mulai gelisah memikirkan apa yang membuat nya sebal. Elsa sosok wanita belia yang membuat dia benar-benar menjadi ilfil dibuatnya.


"Ih, awas saja besok kalau ketemu lagi dengan cewek itu! Akan aku kerjain dia sampai nangis," gumam Edogawa sambil memeluk giling nya.

__ADS_1


__ADS_2