MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 7


__ADS_3

Tuan Indra mengantarkan Putri dan juga Elsa kembali ke rumahnya. Sepanjang perjalanan Elsa masih saja cemberut walaupun digangguin oleh Indra dan juga mama nya. Sampai tiba di rumahnya pun, Elsa masih cemberut saja.


"Dik, jangan cemberut dong! Bulan depan, om belikan mobil jazz deh buat kamu! Tapi janji yah, jangan cemberut gitu. Hilang cantik nya loh!" kata Indra berusaha membuat suasana hati Elsa kembali ceria.


"Hah? Beneran om? Om mau membelikan aku mobil jazz?" sahut Elsa tiba-tiba matanya menjadi berbinar saat Indra menjanjikan akan membelikan mobil jazz itu pada Elsa. Putri langsung protes dengan kebaikan Indra terhadap anak gadisnya.


"Mas Indra! Jangan dimanjakan, dong anak-anak ini! Mereka biasa kalau berantem atau lagi tidak suka seperti itu. Nanti kalau mereka sudah sama-sama saling mengenal dan dekat, pasti mereka akan menjadi saudara yang saling menyayangi," kata Putri.


"Tidak Apa-apa! Jadi nanti jika kemana-mana, Elsa tidak lagi kehujanan dan kepanasan lagi," sahut Indra.


"Mas?!" ucap Putri.


"Tidak Apa-apa!" kata Indra.


"Idih, mama ini! Orang om Indra yang mau membelikan mobil jazz buat aku kok. Mama yang sibuk sih?" protes Elsa. Putri mengacak-acak rambut Elsa lantaran gemas.


"Ya sudah, aku pamit dulu yah sayang!" kata Indra.


"Baik, mas! Hati-hati di jalan, jangan ngebut!" sahut Putri. Elsa segera masuk ke dalam kamar nya. Tetapi ternyata di dalam kamarnya sudah ada Also yang sedang bermain laptop nya.


"Baru pulang dik?" tanya Also.


"Iya, kak! Oh iya kak! Ternyata, om Indra mempunyai anak laki-laki yang super super menyebalkan sekali. Sudah sombongnya minta ampun, angkuh, ketus dan gayanya suka-suka sendiri," cerita Elsa. Also cekikikan mendengar nya.

__ADS_1


"Hahaha, Hati-hati entar kamu jatuh cinta dengan laki-laki seperti itu loh!" goda Also.


"Ih, amit-amit deh, jangan sampai aku punya cowok seperti dia," sahut Elsa.


"Kamu ketemu dengan anaknya om Indra?" tanya Also.


"Benar! Tadi saat kami makan malam di kafe bersama dengan mama dan om Indra, anak laki-laki yang menyebalkan itu ada juga di kafe itu bersama dengan seorang gadis belia. Ngakunya sih, pacar nya," ucap Elsa. Also mengerutkan dahinya.


"Hem, Kiara akhirnya mau juga diajak makan malam bersama dengan Edogawa," gumam Also.


"Hai kak! Kakak tahu? Nama anak laki-laki dari om Indra? Dia bernama Edogawa. Dari awal ketemu saja sudah bikin aku enek dan tidak suka," kata Elsa.


"Hem, terus?" sahut Also.


"Edogawa dulu adalah teman sekolah kakak. Mungkin saat itu, kamu masih ikut dengan nenek di kampung. Jadi tidak pernah tahu kalau Edogawa dulu sering main ke rumah ini juga kok," jelas Also.


"Hem, benar juga yah? Makanya aku tidak pernah tahu," sahut Elsa.


"Sekarang kita berkumpul di sini dengan mama," kata Also.


"Tapi jadi kangen dengan nenek," sahut Elsa.


"Kamu mau ikut nenek ke alam kubur?" goda Also. Elsa langsung memukul kakak nya dengan guling di dekatnya.

__ADS_1


"Eh adik!" protes Also.


"Habis kakak ini," kata Elsa.


"Oh iya, kak! Om Indra mau membelikan aku mobil jazz keluaran terbaru loh!" tambah Elsa. Also membulat bola matanya.


"Jangan diterima dik? Kasihan mama nanti! Nanti bagaimana jika Edogawa semakin menjelekkan mama lantaran papa nya membelikan mobil mewah itu pada anak-anak mama. Dikira mama lah yang merayu papa nya Edogawa supaya membelikan mobil mewah itu," sahut Also.


"Eh, kenapa? Tidak Apa-apa kok! Aku tidak perduli! Jika laki-laki itu bersikap kasar dengan mama, akulah yang akan menghadapinya," ucap Elsa.


"Dik, lebih baik kita usaha sendiri saja! Kita jangan pernah memeras harta yang di miliki om Indra. Toh kakak juga sudah mulai merintis usaha lagi dan sedang berkembang nih. Kamu juga sudah mulai ikut bekerja juga kan? Walaupun ikut orang," kata Also.


"Ih kakak ini! Biarin saja! Om Indra kalau sudah cinta dengan mama, itu artinya juga harus menyayangi kita juga. Karena kita ini anak-anak mama," ucap Elsa.


"Tapi dik, kita sudah dewasa dan sudah bekerja. Kita seharusnya mandiri saja tanpa menggantungkan pada ayah sambung seperti om Indra," urai Also.


"Baik lah kakak!" sahut Elsa.


"Tapi kak, kalau om Indra memaksa kasih aku mobil jazz itu bagaimana?" tanya Elsa.


"Hah, seharusnya kamu balikan lagi! Kita harus usaha sendiri dik. Pelan-pelan kita bisa membeli mobil sendiri kok yang mahal-mahal lagi. Pakai mobil mama juga bisa kan?" kata Also.


"Hem, baiklah!" gumam Elsa.

__ADS_1


__ADS_2