
Pagi itu Danuarta menjemput Elsa ke rumah. Namun Edogawa yang melihat pagi itu Danuarta datang ke rumah, jadi memasang wajah galaknya. Saat semua sedang duduk di ruang makan menikmati sarapan pagi nya, Danuarta tiba-tiba nyelonong masuk ke rumah itu. Di tangannya menenteng kantong plastik yang berisi makanan.
"Selamat pagi semuanya! Pakde, bude, bang Edo dan Elsa sayang," sapa Danuarta. Elsa tiba-tiba saja wajah nya merah padam lantaran nama nya dipanggil nya dengan embel-embel kata sayang. Tentu saja semuanya menatap ke arah dirinya.
"Halo Danu! Ayo kita sarapan bareng!" sahut pak Indra.
"Iya, Danu! Ayo gabung sarapan di sini," ucap mama Putri.
"Terimakasih pakde, bude, saya juga membawa makanan nih. Risol mayo bikinan bunda," kata Danuarta sambil meletakkan kantong plastik yang ia bawa tadi lalu mengeluarkan makanan yang disebutkan tadi.
"Kelihatan nya enak," ucap Elsa langsung mencomot satu risol mayones itu lalu memasukkan nya ke mulutnya. Danuarta memperhatikan Elsa yang mulai mencicipi makanan buatan bunda nya.
"Bagaimana, enakkan?" tanya Danu.
"Enak banget! Wah seperti nya aku harus belajar dengan bunda kamu, mas!" sahut Elsa.
__ADS_1
"Tentu boleh! Calon mantu dan calon mertua harus akur kan?" ucap Danuarta. Pak Indra dan mama Putri saling berpandangan. Sedangkan Edogawa menatap sinis ke Danuarta.
"Kamu jadian dengan Elsa yah? Maksud pakde kalian sudah berpacaran?" tanya pak Indra. Elsa kembali wajahnya seperti kepiting rebus. Edogawa kini memperhatikan Elsa dan Danu secara bergantian.
"Benar pakde, bude! Semoga aku dan Elsa berjodoh yah, bude, pakde?" jawab Danuarta. Mama Putri tersenyum lebar lalu mulai mengusap kepala Elsa.
"Mama pikir tidak ada laki-laki yang menyukai kamu, Elsa," kata mama Putri.
"Hehehe sayang, jangan begitu dong! Elsa itu sangat cantik seperti kamu. Selama ini Elsa masih belum mau berpacaran kali. Atau pilih-pilih karena standar pilihan nya terlalu tinggi. Benarkan Elsa?" ucap pak Indra.
"Eh, em tidak seperti itu sih!" sahut Elsa.
"Aku berangkat dulu, Yah, Ma!" pamit Edogawa setelah mengusap mulut nya selesai makan pagi.
"Ayah,mama, saya juga pamit berangkat ke kantor," sahut Elsa seraya bersalaman dengan ayah tiri nya dan juga mama nya. Danuarta langsung berdiri ikut bersalaman dengan pakde dan bude nya.
__ADS_1
"Tunggu kak!" teriak Elsa. Edogawa sudah berjalan duluan keluar dari rumah. Danuarta menyipitkan bola matanya lalu ikut mengejar Elsa. Lalu tangan Elsa ditariknya.
"Elsa, kamu ikut di mobilku dong! Kita kan sudah berpacaran. Mulai hari ini setiap hari aku akan menjemput kamu. Dan kita selalu berangkat dan pulang dari tempat kerja sama-sama," ucap Danuarta.
"Eh? Tapi bagaimana dengan kak Edogawa? Kak Edogawa jadi sendirian di dalama mobilnya dong!" sahut Elsa.
"Lah biarin saja! Kalau Edogawa mau kan bisa mengajak Kiara bekerja di kantor nya juga," kata Danuarta.
Suara klakson di mobil Edogawa terdengar. Lalu kaca samping mobil itu pun terbuka. Edogawa meneriakkan sesuatu pada Elsa.
"Kalau kamu masih ingin bekerja di perusahaan, masuk ke dalam mobilku! Jangan banyak protes ini itu! Posisi pacar kamu satu tingkat di bawahku. Jadi akulah direktur utama di perusahaan itu. Mengerti?" teriak Edogawa. Danuarta yang mendengar nya jadi menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Yah, bawa-bawa jabatan," sahut Danuarta pelan.
"Mas Danu! Aku ke mobilnya kak Edo yah? Lagi pula kita nanti juga bertemu di kantor," ucap Elsa langsung bergegas masuk ke dalam mobil Edogawa yang masih menunggu dirinya. Sebelum Edogawa menjalankan mobilnya, tangan Edogawa keluar dari kaca samping mobilnya yang masih terbuka. Lalu mulai melambaikan tangannya ke arah Danuarta. Danuarta hanya mendengus kesal.
__ADS_1
"Huh menyebalkan sekali! Tidak bisa diajak bekerjasama," gumam Danuarta. Danuarta lalu masuk ke dalam mobilnya lalu mulai menjalankan mobilnya mengejar mobil Edogawa yang lebih dahulu meluncur di depannya.
*****