
Sepulang dari kantor, Edogawa mengajak Elsa mampir ke rumah mama kandung nya.
"Ini rumah mamaku! Ayo turun!" ucap Edogawa.
"Aku nunggu di dalam mobil saja, Kak!" sahut Elsa. Edogawa langsung memasang wajah yang galak. Matanya melotot tajam ke arah Elsa. Sukses membuat Elsa menjadi takut jika menolak perintah Edogawa.
"Iya, iya aku turun!?" ralat Elsa. Dalam hati Edogawa tertawa. Kini keduanya berjalan masuk ke dalam rumah itu.
"Seperti nya ada teman mama di dalam. Kenapa mobilnya tidak ada, yah!" gumam Edogawa.
Benar saja, di ruangan tengah sudah duduk seorang pria dewasa bersama dengan mama Amelia. Mereka terlihat duduk saling berdekatan. Edogawa yang melihat pemandangan itu, mengerutkan keningnya.
"Mama!" ucap Edogawa saat melihat tangan mama nya digenggam oleh om Marcos. Tangan segera ditarik oleh Amelia.
"Edogawa!? Kenapa kamu tidak bilang sama mama kalau kamu kemari?" tanya Amelia terlihat gugup. Benar, Amelia tentu saja menjadi gugup. Bukankah mama nya itu sudah berjanji kalau tidak berhubungan lagi dengan om Marcos karena om Marcos adalah pria yang sudah beristri.
"Edogawa?" gumam om Marcos. Edogawa mengajak Elsa meninggalkan tempat itu.
Amelia berlari mengejar Edogawa yang langsung keluar rumah menuju mobil nya dengan menarik tangan Elsa. Edogawa tentu saja kecewa karena mama nya sudah pernah bilang kalau akan mengakhiri hubungan nya dengan om Marcos yang notabene adalah suami orang. Kenapa sekarang mama nya masih berhubungan dengan om Marcos lagi. Bahkan keduanya terlihat mesra saling berpegangan tangan.
"Edogawa, sayang! Tunggu jangan pergi! Mama akan menjelaskan semuanya pada kanu, sayang!" teriak mama Amelia saat Edogawa sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Apa lagi yang akan mama jelaskan padaku? Bukankah sudah jelas kalau mama sudah mengingkari janji mama untuk tidak lagi berhubungan dengan suami orang? Apakah mama tidak ingat itu?" sahut Edogawa. Elsa yang duduk di samping Edogawa menjadi merasa tidak enak karena dia menjadi mengetahui permasalahan keluarga antara ibu dan anak itu.
"Tunggu sayang! Turunlah sebentar dari dalam mobilmu! Mama dan juga om Marcos akan menjelaskan semuanya kepada kamu, sayang!" kata mama Amelia.
__ADS_1
Karena mama Amelia bersikeras memohon supaya Edogawa tidak pergi meninggalkan rumah itu, mau tidak mau akhirnya Edogawa turun dari mobilnya. Sedangkan Elsa masih duduk di kursi mobil itu. Elsa tentu saja tidak ingin ikut campur urusan mereka. Karena menurut Elsa bukan siapa-siapa.
Mama Amelia menggandeng Edogawa masuk kembali ke dalam rumah. Lalu menyuruhnya duduk di ruang tamu. Kini sorot mata Edogawa tajam mengarah ke mama nya dan juga om Marcos. Dia tentu masih marah karena mama nya berhubungan dengan pria yang sudah memiliki istri dan berkeluarga. Amelia melihat ke arah Marcos dengan tujuan seolah menyuruh Marcos lah yang akan memberikan penjelasan pada Edogawa. Kini Marcos mulai berbicara setelah berdehem karena merasakan kegugupan di dirinya.
"Edogawa, om minta maaf jika om menyukai mama kamu. Tapi sungguh, om sangat serius ingin menjalin hubungan dengan Amelia, mama kamu. Kalau diijinkan, om secepatnya akan menikahi mama kamu, Amelia," terang om Marcos. Kini dia melihat ke arah Amelia dan Edogawa secara bergantian. Edogawa mengernyitkan dahinya. Lalu dia mulai menyahuti apa yang sudah disampaikan pada om Marcos.
"Menikah? Om akan menikahi mama dan menjadikannya istri kedua om? Itu tidak akan mungkin aku ijinkan, om!" sahut Edogawa dengan sorot mata tajam kepada om Marcos.
"Edogawa! Dengerin dulu penjelasan dari kami, yah!" sahut mama Amelia.
"Hah, penjelasan apa lagi? Mama mau menjadi istri kedua om Marcos? Mama mau berbagi suami? Kayak tidak ada laki-laki lain saja, ma! Di dunia ini masih banyak pria dewasa yang mau dengan mama," ucap Edogawa.
"Edogawa! Tapi mama sudah mencintai om Marcos, nak! Apalagi mama.... sudah... " ucap mama Amelia. Edogawa melebar matanya menatap ke arah mama nya.
"Mama sudah apa, ma! Katakan dengan jelas ma!" sahut Edogawa dengan mengeras rahang nya.
"Apa?? Ya ampun mama! Mama bahkan sudah berbadan dua? Mama, ini sungguh memalukan sekali. Mama, sebagai seorang wanita seharusnya mama mengerti dong! Bagaimana perasaan istri sah om Marcos jika mama menjadi seorang wanita yang merebut suaminya. Bahkan mama sudah hamil anak dari om Marcos. Siapa yang akan bertanggung jawab dengan kehamilan, mama? Sedangkan om Marcos telah memiliki seorang istri," ucap Edogawa. Edogawa sampai gemetar lantaran situasi itu.
Rasanya ingin marah dengan mama nya. Namun saat ini mama nya telah mengandung.
"Aku yang akan bertanggung jawab, Edo! Aku yang akan menikahi Amelia, mama kamu! Karena aku sudah berbuat maka akulah yang bertanggung jawab. Lagipula sudah lama aku menginginkan seorang anak. Dan sekarang aku mendapatkan dari Amelia," ucap Om Marcos.
"Aku menikah dengan istriku sudah beberapa tahun lamanya. Dan kami belum mendapatkan keturunan. Jadi ketika aku mendengar kalau Amelia telah mengandung dari benihku, tentu saja aku sangat senang. Aku akan menikahi Amelia. Tolong ijinkan, om untuk menikah dengan Amelia, mama kamu! Aku pun sangat menyayangi mama kamu, Edogawa!" ucap Om Marcos.
"Om, bagaimana dengan istri om Marcos? Jika om Marcos menikahi mama ku?" sahut Edogawa.
__ADS_1
"Aku akan meminta ijin dengan istri ku kalau aku akan menikah dengan Amelia," kata Om Marcos.
"Bagaimana kalau istri om tidak mengizinkan om Marcos untuk menikah lagi?" sahut Edogawa masih dengan nada suara yang meninggi. Edogawa masih ingin marah dengan mama nya juga om Marcos.
"Aku harus menikah dengan Amelia meskipun istriku tidak mengijinkan nya. Aku akan membuat pilihan untuk istriku. Mengijinkan aku menikah dengan Amelia atau bercerai dengan aku," jelas om Marcos.
"Astaga! Om benar-benar jahat!" sahut Edogawa.
"Sudah lama kami menikah, Edo! Aku sangat ingin memiliki anak. Aku ingin memiliki keturunan supaya bisa meneruskan usahaku nanti," kata Om Marcos.
Om Marcos kini melihat ke arah Edogawa dan Amelia secara bergantian.
"Eh, Edogawa! Kamu mau minum apa, biar mama bikinkan minum dulu yah, sayang! Lalu tadi kamu datang bersama teman kamu kan? Biar mama menyuruhnya masuk ke dalam dulu yah!" kata Amelia.
"Tidak usah ma! Aku mau pulang!" sahut Edogawa masih ketus. Amelia tiba-tiba saja menjadi sedih. Karena sikap dari putra nya.
Edogawa melenggang keluar dari ruangan itu dan kembali menuju ke luar rumah. Edogawa segera masuk ke dalam mobilnya. Di sana Elsa masih duduk di kursi depan sebelah stir. Terlihat Elsa tidur dengan posisi duduk di jok mobil itu.Edogawa yang melihat nya tiba-tiba menjadi tersenyum.
"Dasar anak ini! Bisa-bisa nya tidur di dengan posisi duduk seperti ini. Mulutnya terbuka lagi," gumam Edogawa. Edogawa memasangkan sabuk pengaman pada Elsa yang tertidur itu. Namun tiba-tiba Elsa menampar wajahnya nya. Tentu saja Edogawa menjadi terkejut.
"Hai, kenapa kamu menamparku, hah?" tanya Edogawa.
"Kamu juga ngapain mau melecehkan aku yah?" sahut Elsa.
"Melecehkan? Hah? Aku hanya memasang kan sabuk pengaman untuk kamu? Enak saja melecehkan kamu. Pacarku Kiara lebih cantik dari pada kamu. Kalau aku ingin bisa mendatangi nya, Wlee!" ucap Edogawa.
__ADS_1
"Buktinya tadi pagi kamu mencium aku kan?" sahut Elsa.
"Eh??" Edogawa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.