
"Maryam, aku akan memberikan imbalan padamu jika berpihak kepadaku. Kamu menjalankan misi ini sampai Elsa mengalami keguguran," kata Kiara saat bertemu dengan pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah Edo.
Di saat berbelanja ke pasar, Kiara menarik tangan Maryam dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. Maryam terlihat ada rasa takut jika dirinya menolak menjalankan misi itu. Apalagi misi ini adalah suatu tindakan kriminal dan dosa besar karena membunuh janin yang masih di dalam perut ibunya.
"Kamu bisa memberikan obat ini pada minuman nyonya muda mu itu setiap kali membuatkan minum. Pelan-pelan obat ini akan mendorong bayi keluar dari dalam janin," ucap Kaira seraya menyodorkan obat penggugur bayi pada Maryam. Maryam mengambil dan menimang obat itu.
"Tapi, nona! Saya takut melakukan ini," sahut Maryam.
"Kenapa? Aku bisa memberikan banyak duit padamu. Apakah segini masih kurang?" ucap Kiara seraya mengeluarkan uang beberapa gepok pada asisten rumah tangga keluarga Edo. Maryam menatap uang yang tebal itu. Tentu saja Maryam sangat tertarik dengan uang sebanyak itu. Kiara tersenyum menatap pembantu wanita itu.
"Mungkin saja kamu belum pernah punya duit sebanyak itu kan? Tapi setelah kamu selesai menjalankan misi ini dan kamu berhasil, aku akan memberikan bonus tambahan," kata Kiara.
"Bonus tambahan kuota gratis?" sahut Maryam sang pembantu rumah tangga. Kiara terkekeh menertawakan kepolosan wanita kampung seperti Maryam itu.
"Aku akan memberikan tiga kali lipat dari uang yang aku berikan sekarang ini. Ini lebih dari ekspektasi kamu bukan yang hanya berpikir mendapatkan kuota gratis. Bahkan dengan uang ini kamu bisa membeli kuota sampai beberapa keturunan, hahahaha!" ucap Kiara.
"Bagaimana?" sambung Kaira yang melihat Maryam mulai tergoda dengan penawaran itu.
__ADS_1
"Uang segini banyaknya bisa aku pakai untuk membangun rumah simbok di kampung. Selain itu bisa untuk membeli sawah beberapa hektar. Jika aku menolak nya sayang duitnya. Tapi jika aku menyangupinya, aku bakal mendapatkan dosa terus masuk neraka. Ih serem banget!" batin Maryam.
"Baiklah! S-saya akan melakukannya," ucap Maryam akhirnya. Dia menyanggupi apa yang ditugaskan oleh Kiara.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Apa aku sanggup melakukan ini? Ya Tuhan! Bagaimana ini? Aku sudah terlanjur menyanggupi nya. Apa sebaiknya aku mengembalikan saja uangnya pada nona itu?" gumam Maryam.
"Atau aku tidak perlu menjalankan misi ini? Tapi rasanya tidak rela jika mengembalikan uang sebanyak ini. Mengembalikan uang sebanyak ini artinya menolak rejeki," pikir Maryam.
"Ya udah deh! Aku akan diam-diam mencampurkan obat penggugur kandungan ini pada minuman nyonya muda," gumam Maryam.
"Kok jadi deg deg kan yah? Aku benar-benar takut!" gumam Maryam yang hendak mengantarkan minuman itu pada nyonya mudanya di ruangan tengah.
Di ruang tengah itu duduk dengan santai bumil muda itu. Maryam datang seraya memberikan minuman buah itu pada Elsa.
"Kok lama sekali, mbak?" tanya Elsa.
__ADS_1
"Maaf, nyonya muda! Tadi saya tiba-tiba harus ke toilet dulu. Perut saya sakit dan mules," jawab Maryam.
"Oh, sekarang masih sakit?" sahut Elsa.
"Sudah sembuh, nyonya muda! Tadi sudah minum obat perut," kata Maryam.
"Ya sudah, kamu bisa kembali bekerja. Terima kasih mbak Maryam," ucap Elsa.
"Sama-sama nyonya muda!" jawab Maryam.
Di kejauhan Maryam masih memperhatikan juz naga buatan nya. Gelas itu belum disentuh oleh Elsa. Tiba-tiba saja Edo datang menghampiri Elsa.
"Halo sayang!" sapa Edo seraya mencium pipi kanan dan kiri istrinya. Elsa tersenyum lebar.
"Kamu kok telat pulangnya, mas?" tanya Elsa.
"Maaf, aku lupa memberi kabar padamu. Tadi ada ketemuan dengan klien," sahut Edo.
__ADS_1
"Juz buah naga yah? Aku minum yah sayang?" tanya Edo. Tanpa menunggu jawaban dari Elsa, Edo langsung meminum habis juz yang telah dicampurkan obat penggugur kandungan. Dari kejauhan Maryam menjadi melebar matanya dengan sempurna.
"Ya ampun! Kenapa diminum tuan muda sih? Haduh, sial!" umpat Maryam.