
Elsa kini sudah benar-benar dinikahi oleh Edo. Kini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Jangan tanya author, kenapa mereka menikah disaat Elsa mengandung. Apakah sah? Jangan membahas soal ini. Karena ini adalah urusan kepercayaan dan keyakinan mereka. Ini soal prinsip dan pandangan. Dan masing-masing kita punya pendapat. Oke.
"Apakah kamu bahagia Elsa, bisa menikah dengan ku?" tanya Edo seraya memeluk pinggang Elsa yang masih ramping.
Perut Elsa pun belum membuncit dan masih rata. Dengan mengenakan lingerie hitam, terlihat kontras dengan warna kulit Elsa yang putih bersinar. Aura Elsa semakin jelas terpancar. Ini membuktikan bahwasanya dirinya sangat bahagia dan tentu saja sangat lega kalau Edo sudah menikahi dirinya.
Walaupun Elsa sangat tahu dirinyalah penyebab rusaknya hubungan Edo dengan Kiara. Itu menurut pikirin Elsa kalau Edo. sudah putus dan menjauh dari Kiara. Namun buktinya, Edo diam-diam masih mendatangi Elsa di rumahnya. Tentu saja ini tanpa diketahui oleh Also dan juga Elsa.
"Aku bahagia banget, kak! Kakak telah membuktikan bahwa kakak mau bertanggung jawab atas kehamilan ku. Bahkan kak Edo membuat pesta pernikahan kita sangat meriah. Tamu banyak yang datang memberikan doa restu pada kita. Aku sengaja bersyukur dengan semua ini, kak!" kata Elsa. Edo tersenyum lebar seraya membalikkan tubuh Elsa hingga kedua nya saling berhadapan.
__ADS_1
"Jadi, malam ini kita lanjutkan kegiatan kita sampai pagi atau kita istirahat tidur?" tanya Edo.
Pertanyaan itu terdengar tidak tulus jika Elsa menjawab pertanyaan Edo dengan menunda kegiatan enak-enak itu malam ini. Walaupun Elsa sebenarnya sudah mulai mengantuk, namun sebagai seorang istri dirinya harus paham apa yang diinginkan Edo terhadap dirinya.
"Jika kakak menginginkan lanjut, aku tidak akan menolaknya, kak! Bukankah kegiatan ini juga membuatku merasakan nikmat surga dunia?" sahut Elsa dengan wajah yang merona.
Tanpa banyak berkata lagi, Edo mengangkat tubuh Elsa dan menggendong nya apa bridal. Edo dengan perlahan meletakkannya di atas kasur big size mewah di kamar utama mereka.
🦋🦋🦋🦋🦋
__ADS_1
"Edo! Rasanya aku tidak rela jika melihat Elsa bahagia dengan Edo. Bagaimana pun caranya aku akan membuat janin Elsa keguguran. Dia tidak boleh memiliki anak dari Edo, kekasihku. Hanya aku wanita yang akan melahirkan anak Edo," gumam Kiara.
Kiara mulai merencanakan supaya bisa mewujudkan rencana jahatnya. Dirinya menyuruh seseorang untuk membuat Elsa bisa keguguran.
"Sepertinya asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Edo lah orang yang tepat untuk melancarkan rencana ini," pikir Kiara.
"Benar! Besok aku akan ke pasar, dimana asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Edo itu berbelanja. Aku akan mengajaknya berbicara. Tentu saja dengan iming-iming uang yang banyak, pembantu itu pasti akan tergiur. Hahaha," ucap Kiara seraya menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur nya.
Elsa menatap langit-langit di dalam kamarnya. Dia tersenyum-senyum sendiri seraya memikirkan rencana nya akan berhasil. Namun tiba-tiba Kiara kembali bersedih jika Edo sekarang telah resmi menikah dengan Elsa.
__ADS_1
"Lagi ngapain Edo malam ini? Apakah dia sedang melakukan itu dengan istrinya? Bangsat! Rasanya aku tidak rela jika mengingat ini. Dimana Edo dipeluk oleh wanita lain seperti Elsa," gumam Kiara seraya melemparkan bantal nya hingga mengenai kaca.
Beruntung hanya bantal, jadi kaca itu tidak pecah. Beruntung hatinya produk Tuhan, jika produk manusia, hatinya mungkin sudah melepuh karena terbakar api cemburu.