MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 22


__ADS_3

Tok.


Tok.


Tok.


"Kak Edogawa! Kak!! Tolong aku!!" teriak Elsa sambil mengetuk pintu kamar kakak tiri nya itu.


Karena tidak kunjung dibukakan pintu kamarnya, Elsa segera nyolong masuk saja di kamar kakak tiri nya itu. Namun Elsa menjadi bengong saat Edogawa keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan melilitkan handak nya di pinggang nya. Tentu saja mata Elsa menjadi terpana pada perut sixpack dan badan Edogawa yang terbuka. Badan itu sangat ideal dan mampu membuat wanita menjadi terpesona dan terpikat. Apalagi badannya terlihat segar dengan rambut yang masih basah. Mulut Elsa masih membuka menatap indah nya tubuh Edogawa.


"Hai, ada apa kamu? Kenapa masuk ke kamarku, hah?" ucap Edogawa.

__ADS_1


"Eh, itu itu kak kran kamar mandi dalam kamar ku rusak. Kak Edogawa bisa bantu memperbaiki nya tidak?" kata Elsa gugup matanya masih terpaku pada bagian perut Edogawa yang sixpack. Apalagi bahu yang lebar milik Edogawa membuat Elsa tiba-tiba menjadi berkhayal. Jika berada dalam pelukan pria itu pasti akan merasakan kenyamanan.


"Aku bukan tukang, Elsa! Nanti biar pak Praja yang memperbaiki nya," ucap Edogawa sembari mengeringkan rambutnya yang sedikit gondrong.


"Ayolah kak, bantu aku memperbaiki nya! Itu masih saja tidak bisa ditutup dan kran nya nyala terus. Air bisa terbuang dengan percuma," kata Elsa seraya menarik lengan kekar Edogawa.


Edogawa yang masih hanya mengenakan handuk saja ditariknya oleh Elsa. Elsa menarik Edogawa ke dalam kamar nya.


"Huh, begini saja kok tidak bisa! Nanti biar tukang yang memperbaiki nya. Sementara seperti ini dulu. Kran ini memang minta diganti yang baru," ucap Edogawa.


"Hem, terimakasih kak!" kata Elsa. Namun saat Elsa hendak keluar dari kamar mandi itu tanpa sengaja terpeleset. Edogawa dengan sigap menangkap tubuh Elsa sebelum benar-benar jatuh. Kini tubuh Elsa dalam pelukan tubuh kekar Edogawa.

__ADS_1


Sesaat kedua netra mereka bertemu. Beberapa lama keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Tentu saja membuat jantung keduanya berdetak kencang. Apalagi tubuh keduanya begitu dekat dan menempel. Elsa menjadi gugup saat bibir mereka saling menempel. Lalu entah siapa yang memulainya ciuman itu terjadi. Mata Elsa terpejam saat bibir mereka saling bersentuhan dan bahkan Edogawa memainkan nya.


Elsa sedikit mendorong tubuh Edogawa hingga membuat Edogawa tiba-tiba menjadi terkejut dengan apa yang sudah ia lakukan.


"Eh, maaf! Aku tidak sengaja!" ucap Edogawa seraya meninggalkan Elsa yang masih berdiri mematung karena bingung dengan apa yang sudah terjadi.


"Apa maksud ciuman tadi? Kenapa kak Edogawa mencium ku?" gumam Elsa seraya mengusap bibir nya sendiri karena ciuman tadi. Kini. Elsa memegang jantung nya yang masih berdebar dengan kencang. Wajahnya terlihat memerah.


Sementara itu Edogawa yang sudah berada di dalam kamarnya mulai menyesali kebodohan nya. Kenapa dirinya tiba-tiba mencium bibir Elsa, adik tirinya itu. Entah kenapa saat keduanya dekat seperti itu, Edogawa seperti tertarik dan terkena magnet untuk mencium bibir merah delima milik Elsa.


"Ah, ini gila! Kenapa aku jadi sangat murahan. Bahkan aku mencium adik tiri ku," gumam Edogawa seraya menarik rambutnya sendiri karena kesal.

__ADS_1


"Aduh, kenapa yang dibawah itu ikut bereaksi saat aku menangkap tubuh Elsa? Ah ini gila!! Aku tidak mungkin menyukai Elsa bukan? Aku hanya menyukai Kiara," gumam Edogawa.


__ADS_2