
"Memangnya kalau aku hamil, kak Edo mau bertanggungjawab? Kak Edo mau menikahi aku? Mau dikemanakan mbak Kiara kalau kakak menikahi aku?" sahut Elsa dengan bibir cemberut.
"Itu, itu bisa diatur! Jika perlu aku bisa menikahi kamu dan juga Kiara," ucap Edo dengan nyengir kuda. Elsa cemberut lalu mencubit lengan Edogawa dengan cepat.
"Aduh! Aku bercanda kok, Elsa! Kamu yakin kalau kamu tidak hamil kan? Setelah apa yang aku lakukan padamu saat mabok itu? Sekali lagi aku minta maaf, Elsa. Setelah kejadian itu kamu jadi tidak mau tinggal di rumah papa. Dan ditambah lagi, kamu tidak mau kerja lagi menjadi asisten pribadi ku," ucap Edo panjang lebar.
"Aku, aku sebenarnya sangat takut kak! Jika aku benar-benar hamil. Sampai sekarang ini aku belum datang bulan setelah kakak melakukan itu padaku!" sahut Elsa. Edo melebar bola matanya mendengar ucapan Elsa.
Diam-diam di dalam rumah, Also mendengar percakapan keduanya. Lalu keluar dari rumah dan langsung memukul Edo tanpa banyak bicara. Tentu saja Elsa menjadi panik lantaran kakak-kakaknya saling baku hantam.
"Edo, kau benar-benar badji ngan! Kau sudah berani menodai adikku! Setelah Kiara kamu rebut dariku, bahkan kamu masih menginginkan adik ku!" ucap Also disertai memukuli wajah Edo dengan amarahnya.
"Kak Also, hentikan kak! Kak Edo tidak bersalah kak! Semua terjadi karena kak Edo mabok saat itu," kata Elsa berusaha menghentikan kakaknya memukuli Edo tanpa ampun. Sedangkan Edogawa akhirnya hanya diam dan pasrah dipukuli oleh Also karena dia merasakan menyesal dan bersalah atas semua yang sudah ia lakukan.
Also, masih memukuli Edogawa sampai dirinya merasa puas. Dan Edo pasrah mendapatkan hukuman dari kakak nya Elsa.
Setelah semuanya tenang. Also dan Edogawa duduk. Demikian juga Elsa. Dengan tenang, Edo menceritakan kejadian saat itu pada Also yang mengakibatkan kejadian yang tidak seharusnya terjadi itu terjadi.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸
Flashback on.
"Kak Edogawa, jangan lakukan ini kak!? Kak sadar kak! Aku, aku adik tiri kamu, kak!?" ucap Elsa.
Saat ini Edogawa mulai membelenggu Elsa. Sekuat apapun Elsa berusaha melepaskan dirinya, namun kedua tangan Elsa di cengkram kuat oleh Edogawa. Saat ini Edogawa dalam pengaruh minuman keras. Ini salah Elsa, kenapa pintu kamarnya tidak dikunci dari dalam. Hingga Edogawa pulang di waktu fajar itu, dia tiba-tiba masuk ke dalam Elsa. Lebih tepat nya salah masuk kamar adik tiri nya itu. Edogawa yang mendapati Elsa tidur dengan mendapati mengenakan pakaian seksi dan tipis. Bahkan tanpa mengenakan bra nya, membuat Edogawa tergerak hasrat nya melakukan penyatuan itu. Dan akhirnya Edogawa melecehkan Elsa di mana Elsa tidak pernah melakukan hubungan badan alias Elsa masih perawan.
Elsa menangis saat kakak tiri nya itu benar-benar menjebol gawang nya. Edogawa setelah melakukan itu, dia tertidur pulas di kamar itu. Elsa bingung harus bagaimana. Pada akhirnya, Elsa turun dari tempat tidur itu. Walaupun keadaan nya terasa nyeri bagian area pribadi nya. Elsa masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh nya.
Di dalam kamar mandi itu, Elsa meratapi nasibnya. Di mana kakak tirinya menggagahi dirinya tanpa sadar. Benar! Saat melakukan itu, Edogawa menyebut nama Kiara. Kiara adalah kekasihnya. Mungkin saja Edogawa habis bertengkar dengan kekasihnya itu hingga Edogawa sampai mabok-mabokan. Bahkan pulang pagi.
Setelah Elsa menyelesaikan mandinya, Elsa mulai mengenakan pakaian nya. Sesekali dia melihat kakak tirinya itu yang masih terlelap dalam tidurnya. Elsa ingin keluar dari rumah itu. Elsa segera memasukkan pakaian nya ke dalam tas nya. Tidak semua barang-barang nya ia bawa. Elsa tidak ingin mama nya curiga dengan kepergian nya.
"Aku harus pergi dari rumah ini. Aku tidak mau melihat kak Edogawa lagi. Kak Edogawa sangat jahat padaku. Kak Edogawa sudah merenggut kesucian ku," gumam Elsa.
Elsa benar-benar sudah memutuskan untuk keluar dari rumah ayah tiri nya itu di saat fajar di mana penghuni di rumah itu masih di dalam kamar dan belum memulai aktivitas rumah. Elsa tanpa mengendarai mobil maupun motor, keluar rumah itu. Beruntung penjaga di rumah itu sedang tertidur. Sedangkan televisi masih menyala. Elsa membuka pintu kecil di gerbang rumah itu untuk bisa keluar dari bangunan megah dan luas pemilik ayah tiri nya.
__ADS_1
"Mama, aku pergi ma! Aku lebih baik tinggal bersama kak Also. Aku akan memulai bekerja kembali ditempat kak Also," gumam Elsa. Elsa berjalan kaki meninggalkan rumah itu. Dia mulai memesan taksi online di ponselnya. Selang beberapa lama, taksi yang ditunggu nya datang. Bersyukur Elsa diberikan kemudahan keluar rumah dan meninggalkan rumah itu.
*****
Saat pagi hari di mana sinar matahari semakin tinggi. Edogawa mulai membuka matanya. Dia melihat ruangan di kamar itu. Kepalanya yang masih terasa pening mulai mengingat kembali kejadian semalam hingga dirinya tidak ingat lagi lantaran tertidur pulas.
"Kok aku ada di kamar Elsa!? Di mana Elsa? Eh?? Astaga?? Kenapa aku tidak memakai pakaian?? Jangan-jangan Elsa telah memperkosa ku?!" gumam Edogawa sambil mengintip badannya yang masih terbungkus selimut tebal menutupi auratnya. Dia masih polos tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.
"Elsa!! Elsa!! Dimana kamu?!" Edogawa menyambar handuk di dekatnya lalu mulai melilitkan nya di bagian pinggang nya untuk menutupi bagian pribadinya. Edogawa mencari Elsa di kamar mandi, namun di dalam kamar mandi itu dia tidak mendapati Elsa ada di dalam sana.
"Di mana Elsa? Eh?? Astaga?!" ucap Edogawa sambil melihat sprei yang membentang di tempat tidur itu. Edogawa melihat ada bercak noda darah di atas sprei tempat tidur Elsa berwarna pink itu.
"Hah? Ada noda darah?? Elsa?? Astaga? Jangan jangan aku telah...?!" gumam Edogawa sambil menjambak rambutnya sendiri.
🌸🌸🌸🌸🌸
Flashback off.
__ADS_1
"Kalau begitu, kalian harus menikah!" ucap Also. Dengan tatapan tajam melihat ke arah Edo dan Elsa. Elsa menatap Edo penuh harap.
"Baik! Aku akan menikahi Elsa!" sahut Edo akhirnya.