MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 41


__ADS_3

Akhirnya aku bisa menginjakkan kaki ke club malam!” girang Kiara, setelah diperiksa oleh salah satu petugas keamanan yang setia berdiri di depan pintu masuk.


 “Huh! Selamat datang di dunia malam, Kiara,” hembusnya dengan langkah kaki yang makin cepat, tapi tetap anggun.


Dia tidak tahu kalau sejak melangkah masuk, seseorang sudah mengikuti dirinya. Lelaki itu berada tak jauh dari Kiara, karena kakinya senantiasa mengikuti ke mana langkah Kiara pergi. Begitu Kiara duduk di depan bar, ia pun mencari kursi kosong yang jaraknya tidak jauh dari Kiara duduk.


“Aku ingin coba minuman yang enak.”ucap Kiara. 


“Maaf, aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Kamu ingin mencoba minuman yang rendah alkohol?”tanya bartender itu. 


“Paling enak, tidak peduli berapa persen kadar alkoholnya.”kata Kiara. Bartender itu terkekeh. 


“Oke, sesuai permintaanmu, Nona.” sahut bartender itu. 


Bartender itu pun meracik minuman yang biasanya menjadi favorit para wanita. Alkoh0l yang tidak terlalu pahit, dan cenderung manis dan beraroma harum. Bartender itu sangat yakin kalau Kiara akan menyukai minuman buatannya.


“Silakan dinikmati,” kata bartender seraya menaruh segelas cairan beralkoh0l warna merah itu di depan Kiara. 


“Terimakasih," sahut Kiara. 


Baru mencicipinya satu teguk, raut wajah Kiara tampak belum bisa menerima. Dua teguk, masih mencecap rasanya dan mulai tersenyum. Beberapa teguk kemudian Kiara mulai membiasakan lidah untuk merasakan perpaduan dua rasa yang makin lama makin enak.


“Tolong tambah lagi,” kata Kiara. 


Begitu terus ketika gelasnya sudah kosong. Entah sudah berapa kali dia meneguk minuman beralkoh0l manis itu. Hingga Kiara meminta tambah lagi sebelum berdiri. 


“Aku ingin ke toilet dulu.”ucap Kiara. 


“Hati-hati, Nona. Perhatikan langkahmu.” ucap bartender itu. 


Kiara mengangguk. Meninggalkan puluhan lembar uang berwarna merah di meja bar sebelum mengayunkan kaki, Kiara memegang perutnya yang tidak tahan ingin buang air. Pusing pun kian dirasakan kepalanya. Kiara yang tadinya fokus, kini mulai memejamkan mata sesekali.

__ADS_1


“Are you okay?”tanya seorang pria yang mengejar Kiara. 


Kiara hanya bergumam dalam rengkuhan pria itu. Merasa sedikit tidak nyaman, Kaira berusaha menyingkirkan tangan yang membelit pinggangnya. Akan tetapi, usaha Kiara sia-sia karena tangan itu tak ingin beranjak dari pinggangnya.


“Kamu ingin ke mana? Aku bisa membantu mengantarmu.”tanya pria itu yang tidak lain adalah Edo. 


“Ke toilet.” jawab Kiara. 


“Ayo aku antar.” kata Edo. Kiara yang sempoyongan itu pun mengangguk setuju. Sampai di depan toilet, Edo itu berkata. 


“Aku akan menunggu mu di sini," ucap Edo. 


"Edo," gumam Kiara yang pada akhirnya sadar kalau Edo lah pria yang membantu memapahnya ke toilet.


Kiara yang tidak bisa berjalan tegak harus berpegangan pada dinding untuk masuk ke toilet. Butuh waktu lebih dari lima belas menit untuknya membuang air kecil, keluar, dan kembali menemui pria yang membantunya. Akibat kesadarannya yang menipis, Kiara tidak mampu melihat wajah Edo itu dengan jelas sampai netranya menyipit.


“Aku antar ke tempatmu semula atau kamu ingin pulang saja?” tanya Edo. 


“Aku masih ingin di sini.” jawab Kiara. 


“Ayo ikut aku! Aku bisa membawamu pulang,”ajak Edo. 


Kiara sudah tidak menjawab lagi. Dia memejamkan mata dan ambruk dalam dekapan Edo di sampingnya. Tanpa berlama-lama dia merengkuh pinggang Kiara. lalu mengangkat tubuh ideal itu dalam gendongannya.


“Malam ini kamu harus istirahat dulu di rumah, Kiara,” ucap Edo pelan tepat di telinga Kiara.


Dari kejauhan Also melihat apa yang dilakukan adik iparnya itu. Also menemukan setelah mendatangi kel4b malam satu-persatu. Namun, yang membuat ia makin marah adalah kelakuan adik  ipar nya yang sudah keterlaluan. Ternyata diam-diam masih menjalin hubungan dengan wanita lain. 


“Siapa yang kamu bawa, Edo?!” tanya Also. 


“Kamu tidak perlu tahu!” gertak Edo. 

__ADS_1


Direngkuhnya Kiara, diambil p4ksa dari rangkulan Edo. 


“Kiara?" gumam Also. Benar dugaan Also kalau selama ini adik iparnya masih berhubungan dengan Kiara. 


“Berhenti ikut campur urusanku, Also!" Gertak Edo. 


“Kamu itu sudah punya istri. Dan istri kamu adalah Elsa, adikku! Aku tidak akan rela jika kamu menyakiti adikku, Elsa!" ucap Also. 


"Enyahlah kamu Also! Ini bukan urusan kamu!" ucap Edo. 


“Aku sudah muak dengan kelakuan kamu, Edo!" ucap Also. 


Dit3ndangnya perut Edo dengan sangat kencang sebelum dia menggendong Kaira. Sedangkan Also yang tengah fokus berjalan, dikejutkan dengan panggilan seorang bartender. Bartender tersebut sampai menghampirinya. 


“Ini tas kekasihmu, Tuan.”teriak bartender. Also berdeham. 


 “Kalungkan di leherku.” ucap Also. 


Also kembali melanjutkan langkah kaki. Keluar dari kelab malam, dan menghampiri mobilnya. Begitu masuk, ia lekas memasangkan sabuk pengaman untuk Kiara dan segera melajukan mobil itu ke kediamannya.


Tibalah mereka di rumah Also. Rumah mewah berwarna putih dan abu-abu itu yang menjadi tempat tinggalnya dan rumah masa kecil  Also dan Elsa. Karena itu rumah orang tuanyam


“Kiara ...,” lirih Also saat hendak mengangkat Kiara. 


Tak lupa mengalungkan tas hitam Kiara ke lehernya sebelum menurunkan handle pintu rumah itu. Dan  pintu itu pun terbuka. Karena malas naik tangga, Also memilih untuk membaringkan Kiara ke ranjang yang ada di kamar lantai satu.


Dibaringkannya Kiara dengan hati-hati. Also juga membuka sepatu hak tinggi Kaura dan ketika hendak menutupi tubuh Kiara dengan selimut, tiba-tiba saja tangannya ditarik.


“Edo, jangan pergi!" ucap Kiara tepat di depan wajah Also karena posisi pria itu tepat di atas tubuhnya.


"Aku bukan Edo! Aku Also, Kiara!" sahut Also yang berusaha melepaskan tangannya yang ditarik oleh Kiara. Namun Kiara semakin menariknya hingga benar-benar di atas tubuh Kiara. 

__ADS_1


"Kiara, sadar! Aku Also bukan Edo!" ucap Also yang semakin panas dingin karena dirinya sudah tidak mampu menahan diri nya karena Kiara sudah seperti menggodanya. Berikutnya Also menyerah pasrah diapain apa saja oleh Kiara yang menganggap dirinya adalah Edo, suami adik nya alias adik iparnya. 


"Bahkan saat mabok pun masih berpikiran Edo!" pikir Also yang diselimuti rasa cemburu. Karena Kiara dulu adalah gadis yang ia sukai oleh dirinya. 


__ADS_2