MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 21


__ADS_3

Hari senin di pagi itu seperti biasa semuanya kembali menjalankan aktivitasnya setelah weekend menikmati hari liburan nya.


"Jadi benar kamu sudah pacaran dengan Elsa?" tanya Edogawa penuh selidik.


Danuarta terkekeh-kekeh mendengar pertanyaan dari Edogawa. Saat ini mereka sedang berada di ruangan kerja Edogawa.


Mereka berdua sedang menikmati kopi seraya menikmati rokok sesuai merek andalan nya.


"Otw menuju ke pacaran. Boleh kan? Elsa kan belum punya pacar. Tidak ada salahnya kan kalau aku mau mendekati nya," kata Danuarta seraya memainkan alisnya ke atas.


"Hem, awas saja kalau kamu tidak serius dan hanya main-main saja," ucap Edogawa.


"Hahaha aku tidak seperti itu, mas! Aku tipe pria yang bertanggung jawab dan tidak suka mempermainkan perasaan seorang wanita," kata Danuarta.


"Baiklah! Lanjutkan perjuangan kamu. Selagi Elsa mau dengan kamu, aku akan mendukung kamu," ucap Edogawa.


"Nah, gitu dong!" sahut Danuarta. Danuarta tersenyum lebar mendapatkan lampu hijau untuk mendekati Elsa, adik tiri Edogawa.


*****


Tok.


Tok.

__ADS_1


Tok.


"Masuk!" sahut Edogawa. Pintu terbuka dan masuk lah Elsa. Danuarta yang masih ada di ruangan itu memperhatikan Elsa tanpa berkedip. Edogawa tentu saja mengetahui kalau adik sepupu nya itu benar-benar naksir dengan adik tirinya itu. Kini Edogawa mulai berpikir untuk mendekatkan keduanya.


"Pak Edogawa! Ada kak Kiara di depan! Apakah diijinkan masuk ke dalam?" tanya Elsa.


"Hem kalau kekasihku datang ke sini dan mencari ku, kamu tidak usah minta ijin lagi kepada ku. Suruh masuk saja, karena Kiara sudah bukan orang lain lagi," sahut Edogawa.


"Hehehe astaga! Yang lagi kasmaran dan lagi sayang-sayang nya," kata Danuarta menyindir.


"Diam kau Danu! Sekarang antar Elsa pulang ke rumah! Aku dengan Kiara akan jalan dulu sebentar, jadi tidak bisa mengantarkan Elsa pulang," ucap Edogawa pada Danuarta.


"Oke, siap! Ayo Elsa, kamu. pulang bersama dengan ku!" kata Danuarta segera mengajak Elsa pulang bersama nya di mobilnya. Kiara yang sudah ada di ruangan itu segera mendekati Edogawa.


"Sayang," ucap Kiara manja.


"Halo sayang!" sahut Edogawa dengan mata berbinar saat melihat kekasihnya yang datang ke kantor nya. Mereka saling cipika-cipiki.


"Kamu masih ada kerjaan kah, Edo?" tanya Kiara.


"Tidak! Ini sudah siap-siap mau pulang!" sahut Edogawa.


"Kamu ingin diantar kemana, hem?" tanya Edogawa.

__ADS_1


"Aku ingin shoping, sayang! Ada tas branded keluaran terbaru," kata Kiara. Edogawa tersenyum lebar saat melihat Kiara bermanja-manja dengan dirinya.


"Ya sudah, ayolah!" sahut Edogawa langsung menuruti kemauan Kiara.


"Kamu yakin mau menemani aku shoping?" tanya Kiara.


"Tentu dong sayang! Ayo!" sahut Edogawa. Kiara merasa senang memiliki seorang pacar yang memahami keinginan dan kesenangan nya.


"Karena kamu sangat baik, aku akan memberikan hadiah buat kamu," ucap Kiara.


Tiba-tiba saja Kiara duduk di atas pangkuan Edogawa yang belum bangkit berdiri dari tempat duduknya. Tangannya melingkar di leher Edogawa. Dengan berani Kiara memberikan ciuman pada Edogawa. Sukses membuat Edogawa matanya melebar dengan sempurna.


"Kiara!" gumam Edogawa. Kembali. ciuman itu dilakukan oleh Kiara. Ciuman yang panjang dan liar.


Awalnya Edogawa tidak mau membalasnya, namun pada akhirnya keduanya saling membalas dengan tangan yang sudah bergerilya kemana-mana.


Di ruangan kerja itu, di mana semua karyawan sudah waktunya kembali pulang. Namun presdir perusahaan itu sedang menikmati indahnya berpacaran. Setelah puas saling berciuman, Edogawa menyudahi nya.


"Kiara, cukup! Aku takut nanti aku khilaf dan lebih menuntut yang lebih dari sekedar ciuman. Sedangkan kita belum menikah," kata Edogawa. Kiara tersenyum lebar seraya mengusap bekas ciuman itu di bibir nya.


"Jika kamu menginginkan sekarang, walaupun kita belum resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri, aku rela kok. Karena aku sudah mantap dan yakin kepada mu. Dan aku menyukai kamu," ucap Kiara.


"Tidak, Kiara! Walaupun aku juga sudah menyukai kamu, tapi aku tetap harus memegang prinsip ku. Aku akan melakukan nya setelah menikah," sahut Edogawa.

__ADS_1


"


__ADS_2