MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 19


__ADS_3

Tok.


Tok.


Elsa mengetuk pintu ruangan kerja Edogawa. Namun beberapa kali mengetuk pintu itu, tidak ada sahutan dari dalam. Elsa nekat mencoba membuka pintu ruangan kerja Edogawa, yang nyatanya tidak di kunci dari dalam.


Betapa kaget nya Elsa saat sudah masuk ke ruangan itu dan melihat antara Edogawa dengan Kiara sedang saling berciuman. Elsa yang melihat adegan itu menjadi melongo menatap adegan itu.


"Astaga, makanya beberapa kali mengetuk pintu tidak ada sahutan dari dalam. Ternyata sedang enak-enak seperti ini," gumam Elsa. Elsa meletakkan bungkusan makanan dan minuman yang sudah ia beli di luar. Setelah lah segera keluar dari ruangan kerja Edogawa itu sebelum kedua nya mengetahui kalau Elsa telah melihat mereka yang sedang berciuman.


"Huhh, jiwa Jomblo ku meronta," gumam Elsa setelah menutup kembali pintu ruangan kerja itu dengan pelan-pelan. Elsa mengatur dada nya yang sesak. Sumpah demi apapun, hatinya merasakan aneh saat melihat Edogawa dekat dengan Kiara. Bahkan keduanya begitu intim. Memang benar, kalau mereka sudah berpacaran. Namun Elsa merasa cemburu,jika Edogawa sedang bersama dengan Kiara, kekasihnya.


Elsa masih berdiri di balik pintu ruangan itu. Tiba-tiba saja ada seorang pria yang tadi sempat mengingatkan dirinya soal sambel kacang yang menempel di pipi nya. Tentu itu membuat Elsa sukses merasakan malu.


"Eh?" Elsa melongo saat pria itu ada di dekat nya. Namun pria itu tersenyum ramah kepada Elsa.


"Pak Edogawa ada?" tanya pria itu yang wajahnya sedikit ada kemiripan dengan Edogawa jika diperhatikan dari dekat.

__ADS_1


"Ada di dalam!" sahut Elsa.


"Oke, terimakasih!" sahut pria itu yang tanpa mengetuk pintu langsung saja nyelonong masuk membuka pintu ruangan kerja Edogawa. Elsa melongo dengan gerakan cepat pria itu yang buru-buru masuk saja tanpa mendengarkan sedikit teriakan nya.


Pria itu tidak lama langsung keluar lagi dengan nafas yang memburu. Sorot matanya menatap ke arah Elsa. Elsa yang melihat ekspresi wajah pria itu yang memerah hanya terkekeh saja.


"Huh, kenapa tidak bilang kalau Edogawa sedang... ah sudahlah!" ucap pria itu segera melenggang meninggalkan tempat itu.


"Eh, tunggu!" teriak Elsa yang segera mengikuti langkah pria itu. Karena merasa di teriakin, pria itu menghentikan langkah nya.


"Kalau boleh tahu, anda siapa? Supaya nanti saya bisa menyampaikan pada kak Edogawa," kata Elsa.


"Oh iya, aku Danuarta," ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya. Elsa menyambut uluran tangan itu seraya menyebutkan namanya.


"Saya Elsa!" sahut Elsa.


"Oke, Elsa! Sepertinya aku harus ngopi dulu," kata Danuarta.

__ADS_1


"Bolehkah aku ikut?" tanya Elsa.


"Ayolah!" sahut Danuarta ramah.


*****


"Jadi, kamu baru saja bekerja di perusahaan ini?" tanya Danuarta setelah Elsa dan Danuarta duduk di kantin depan area perusahaan itu.


"Benar! Saya di sini masih harus banyak belajar.Mohon bimbingan nya, bang!" sahut Elsa.


"Haha, oke oke! Oh iya, kamu tadi kenapa tidak memberitahu kalau di dalam ruangan kerja Edogawa sedang enak-enak bersama kekasih nya," kata Danuarta.


"Maaf, tadi sebenarnya aku sudah bilang tapi abang sudah duluan masuk. Tapi bukankah ini rejeki abang juga kan, bisa melihat mereka sedang berpacaran," ucap Elsa.


"Hahaha, Edogawa sudah waktunya menikah. Dan ini baru kali nya dia memiliki kekasih dan seperti nya serius." kata Danuarta.


"Hem, begitu hah?" sahut Elsa sambil menyesap kopi nya.

__ADS_1


__ADS_2