MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 20


__ADS_3

Malam minggu tiba. Pak Indra bersama mama Putri sedang duduk di depan teras. Mereka mengobrol santai sambil menikmati malam minggu dengan ditemani secangkir kopi beserta cemilan. Edogawa sudah pergi dari rumah sejak sore hari persiapan malam mingguan di rumah nya Kiara. Sedangkan Elsa yang belum memiliki pacar hanya di dalam kamar bermain dengan laptopnya.


Seperti hobi nya, Elsa membaca novel ataupun komik di aplikasi manga toon. Elsa memang suka sekali membaca novel namun tidak memiliki bakat untuk menulis cerita. Elsa hanya sebagai pembaca setia saja.


Pak Indra terlihat sangat senang karena setiap dia pulang dari bekerja, selalu ada yang menyambutnya yaitu istri baru nya, mama Putri. Benar! Setelah mama Putri dinikahi oleh pak Indra dan menjadi istrinya, mama Putri tidak lagi bekerja di perusahaan bersama pak Indra. Mama Putri hanya di rumah sebagai istri yang menunggu suaminya pulang dari mencari nafkah. Sebenarnya mama Putri ingin tetap bekerja di kantor bersama dengan pak Indra menjadi sekretaris nya. Namun Pak Indra tidak mengijinkan nya. Pak Indra ingin memiliki anak lagi dari rahim mama Putri. Seperti pembicaraan mereka saat ini.


"Pokoknya aku mau anak lagi dari rahim kamu, sayang! Kamu tahu kan? Rumah ini masih sangat sepi karena anak-anak kita sudah dewasa dan besar-besar. Aku ingin memiliki anak dari buah cinta kita," ucap pak Indra.


"Mas Indra, kita kan sudah tua! Apakah kamu tidak malu jika masih memiliki bayi lagi. Nanti di kira orang cucu kamu loh! Lagipula, apakah aku masih bisa hamil, sedangkan usiaku sudah berkepala empat?" kata mama Putri yang sebenarnya sudah merasa keberatan jika harus hamil lagi.


"Sayang! Semua bisa terjadi, sayang jika Tuhan menghendaki Nya. Kamu harus yakin dong!" sahut pak Indra.


"Nanti bagaimana dengan Edogawa, Elsa, Also kalau mengetahui mama nya hamil lagi. Terus punya adik bayi. Apakah mereka tidak malu jika mama nya hamil lagi adik mereka?" ucap mama Putri.


"Kenapa malu, sih sayang?! Justru mereka akan senang akan mendapatkan adik lagi," sahut pak Indra.


"Itu sih penilaian mas Indra saja! Bagaimana kalau sebaliknya?" kata mama Putri.


"Pokoknya kita berusaha dulu yah, sayang! Aku ingin memiliki anak dari rahim kamu dan itu keturunan aku, sayang!" ucap pak Indra.


"Baiklah, mas! Semoga apa yang menjadi keinginan mas Indra segera terwujud," sahut mama Putri.


"Nah begitu, dong!" kata Pak Indra dengan tersenyum lebar. Kini tangan mama Putri digenggam nya lalu di cium punggung tangannya.


*****


Sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumah kediaman pak Indra. Pak Indra dan juga mama Putri melihat ke arah mobil itu. Seorang laki-laki turun dari dalam mobil itu dengan membawa buah tangan di tangan kiri nya. Lalu dengan langkah penuh keyakinan masuk ke dalam di mana gerbang di rumah itu terbuka.


"Eh kamu Danuarta!" ucap pak Indra setelah Danuarta sudah sampai di teras rumah itu. Danuarta segera menyalami pak Indra dan juga mama Putri.


"Halo pakde Indra! Maaf, kemarin aku tidak bisa datang ke acara pesta pernikahan pakde. Oh iya, ini saya menyiapkan kado buat pakde," ucap Danuarta. Pak Indra menerima paper bag yang dibawa oleh Danuarta.

__ADS_1


"Terimakasih Danuarta! Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot seperti ini. Pakde itu hanya mengharap kedatangan kamu saat pesta pakde waktu itu. Tapi karena kamu ada urusan, yah sudah pakde maafkan," kata Pak Indra.


"Sebenarnya saya ingin menghadiri pesta pernikahan, pakde. Tetapi ada acara reunian dengan teman-teman kampus di luar kota. Jadi, serba salah juga, pakde. Karena aku salah satu panitia reuni itu," jelas Danuarta.


"Baik, baik! Ya sudah, duduk lah kamu! Oh iya, ini istri pakde! Bude Putri!" kata pak Indra mengenalkan mama Putri pada Danuarta. Mama Putri menyebutkan namanya.


"Bude Putri!" ucap mama Putri.


"Wah bude Putri cantik banget, yah pakde!" sahut Danuarta.


"Hahaha, tentu dong!" sahut Pak Indra.


"Hem, mas Indra! Aku pamit ke belakang dulu yah! Aku buatkan minuman dulu buat ponakan kamu," kata mama Putri.


"Oke! Oh iya, sayang! Nanti kalau ada Elsa suruh keluar dari kamarnya yah, sayang! Biar kenalan dengan Danuarta," ucap pak Indra.


"Baik, mas!" sahut mama Putri.


*****


"Benar! Cantik kan?" sahut pak Indra. Mama Putri dan juga Elsa tersenyum saja.


"Elsa, Danuarta ini keponakan ayah. Ayah nya Danuarta itu adiknya ayah, " jelas mama Putri.


"Benar! Wah dunia ternyata sangat sempit. Seminggu ini aku dan Elsa sudah berkenalan di kantor, pakde. Dan gila nya Edogawa tidak menjelaskan kalau Elsa itu adik tiri nya. Memang benar-benar Edogawa si beruang kutub," kata Danuarta.


"Hahaha, jadi kamu terkejut kalau Elsa sebenarnya adalah putrinya bude kamu?" sahut pak Indra.


"Hehehe," Danuarta terkekeh.


*****

__ADS_1


Pak Indra dan mama Putri masuk ke dalam kamar. Kini menyisakan Danuarta bersama dengan Elsa. Mereka berdua berbincang-bincang dari masa sekolah sampai dengan hobi mereka. Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Mas Edogawa belum pulang juga yah?" ucap Danuarta.


"Namanya juga lagi malam mingguan, mas!" sahut Elsa. Danuarta tersenyum lebar saat dirinya di panggil dengan sebutan mas.


"Kamu kenapa tersenyum mas?" tanya Elsa.


"Aku senang kalau kamu memanggil aku dengan panggilan mas. Rasanya aku seperti memiliki adik," ucap Danuarta. Elsa menyipitkan bola matanya menatap ke bola mata Danuarta.


"Memangnya mas Danuarta tidak memiliki adik?" tanya Elsa.


"Tidak! Aku anak tunggal. Sama seperti pakde Indra yang hanya memiliki Edogawa. Eh tapi sekarang sudah ada kamu kan. Jadi aku rasa pakde semakin merasakan lengkap kebahagiaan nya karena memiliki banyak anak," kata Danuarta.


Beberapa jam kemudian mobil Edogawa masuk ke gerbang rumah itu setelah penjaga rumah itu membukanya lebar-lebar. Kini Danuarta dan juga Elsa sama-sama memperhatikan mobil itu yang langsung masuk ke garasi.


"Kamu di sini, Danu?" ucap Edogawa saat sampai di teras rumah itu. Elsa dan Danuarta masih duduk di depan teras sejak tadi.


"Iya, dong! Memang kamu saja yang bisa ngapel dan malam mingguan dengan pacar kamu, mas! Aku juga ngapel dong!" ucap Danuarta asal. Edogawa menyipitkan bola matanya.


"Hah, kalian sudah...." sahut Edogawa. Danuarta terkekeh-kekeh saat mendapati wajah Edogawa serius.


"Iya dong! Kami sudah jadian," ucap Danuarta bohong.


"Jangan percaya, kak! Mas Danuarta bohong kok!" sahut Elsa. Danuarta cekikikan saja.


"Halah, kamu ini sukanya bohong saja! Elsa, ini aku bawakan martabak buat kamu!" ucap Edogawa seraya memberikan kantong plastik yang ada di tangannya. Elsa menerimanya.


"Wow terimakasih kakak!!" sahut Elsa dengan riang.


"Duh yang sekarang sudah punya adik!!" sahut Danuarta.

__ADS_1


"Makanya minta papa kamu nikah lagi dengan janda beranak!" ucap Edogawa asal. Danuarta semakin terkekeh saja mendengar nya karena Edogawa melenggang masuk ke dalam rumah dengan cueknya meninggalkan mereka berdua yang masih berada di teras.


"Ayo, mas! Kita makan martabak telor nya!" ajak Elsa sambil mencomot satu potong martabak telor pemberian Edogawa.


__ADS_2