MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 44


__ADS_3

Kiara kini telah sah menjadi istri dari Also. Mereka sudah tinggal bersama di rumah Also. Rumah masa kecilnya dulu. Sedangkan Elsa sendiri sudah pindah di rumah Edo.


Semakin hari perut Elsa semakin membuncit. Dan Kiara melupakan niat jahatnya untuk mencelakai Elsa. Karena Elsa sudah menjadi adik iparnya. Walaupun suaminya sendiri adalah mantan pacarnya. Also tidak membiarkan Kiara bertemu dengan Edo. Rasa cemburu dan sifat protektif Also membatasi Kaira bergaul dengan teman-teman nya. Apalagi pernah dekat dengan Kiara.


⭐⭐⭐⭐⭐


Beberapa bulan kemudian.


Elsa terbaring di kasur operasi, wajahnya pucat, tubuhnya penuh dengan keringat. Jelas-jelas begitu sakit, tapi masih sabar menahan, sesekali terdengar tangisan dan teriakan.


"Dorong lagi, sudah kelihatan kepala bayinya." suara dokter terdengar di telinganya. Dokter dan dibantu beberapa suster sedang membantu proses persalinan Elsa.


Tangan Elsa memegang erat sprei di sebelah kanan kirinya, setelah kesakitan selama satu hari satu malam, dia sudah kehabisan tenaga.


"Bayinya sepertinya menyangkut, akan susah keluar. Kalau tidak hubungi Tuan Edo. Tanyakan padanya mau menyelamatkan ibu atau anak?" Dokter saling berpandangan dengan suster.


"Jangan, jangan pedulikan aku, selamatkan bayinya." sahut Elsa.


Tangan Elsa yang penuh dengan keringat tiba-tiba memegang erat tangan dokter, suaranya terdengar dia sangat kesakitan, tapi dia penuh keyakinan.Dokter memindahkan tangannya, berjalan dan berkata menyemangati Elsa.


"Kita coba sekali lagi, kamu dengar arahan saya, tarik nafas, dorong terus," kata Dokter. Beberapa suster perawat membantu Elsa.


Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi, semua orang yang ada di dalam ruangan bernafas lega. Suster menggendong bayi untuk dimandikan, dokter keluar dari kamar, mengambil telepon genggam dan menelepon.


"Tuan Edo!" ucap dokter itu.


"Nyonya Elsa dan bayi perempuan, tuan telah selamat! Selamat tuan Edo!" kata dokter itu. Dia lega bisa menyelamatkan ibu dan bayinya tanpa operasi sesar.


⭐⭐⭐⭐⭐


Di tempat lain, selesai Edo mengangkat telepon, menjulurkan tangan mengetuk pintu kayu yang ada di depannya.


"Masuk,"Terdengar suara laki-laki dari dalam ruangan. Dia adalah papa Indra.


Edo membuka pintu dan masuk. Di depan jendela yang tinggi, berdiri seorang laki-laki dengan tubuh yang tinggi. Dia tidak lain adalah papa nya.

__ADS_1


"Ada urusan apa, Edo?" tanya tuan Indra.


"Papa, kenapa jadi kaku dengan aku? Elsa melahirkan seorang bayi perempuan, beratnya 2,9 kg. Elsa dan bayinya selamat." terang Edo.


"Syukur lah! Putri harus tahu kabar gembira ini. Papa dan mama kamu sudah menjadi kakek nenek sekarang. Kami sudah mempunyai cucu. Terimakasih Edo," ucap tuan Indra.


"Aku juga akan memberi kabar mama,. Maksudku mama Amelia," kata Edo.


"Bagus lah! Amelia juga harus tahu kalau dia juga sudah menjadi nenek. Paling tidak, dia biar ingat dan sadar kalau dia sudah menjadi orang tua. Tidak hanya memikirkan kesenangan sendiri saja. Apa enaknya menjadi istri kedua. Dan sekarang sedang hamil besar," sahut tuan Indra. Tentu saja dia tahu kabar mantan istrinya itu yang sekarang menjadi istri kedua dari Marcos.


"Papa, sudahlah pa! Mama Amelia juga sudah hidup damai dan bahagia bersama om Marcos. Demikian juga dengan papa yang sudah menikah dengan tante Putri," kata Edo yang berusaha mendamaikan papa mama kandung nya walaupun mereka sudah punya kehidupan sendiri.


⭐⭐⭐⭐⭐


Rumah sakit, kamar pasien.


Sinar matahari pagi menembus jendela, menyinari orang yang berbaring di kasur.Elsa membuka mata, melihat bayi yang tertidur di sampingnya, tidak terasa air mata menetes keluar. Dia yang berusia dua puluh tiga tahun sudah memiliki seorang bayi kecil yang lucu.


Tok.


Tok.


"Silahkan masuk."sahut Kiara.


" Kiara! Maaf, kemarin aku tidak bisa mendampingi kamu disaat kamu membutuhkan kekuatan dariku. Aku suami yang tidak... " ucap Edo yang menyesali hari penting itu. Di mana tiba-tiba Elsa mengalami pembukaan dan hendak melahirkan bayinya lebih cepat dari perkiraan. Sedangkan Edo baru meeting yang berada di luar kota.


"Kak Edo! Tidak apa-apa kak! Yang terpenting aku dan bayi kita selamat," sahut Elsa.


"Elsa! Jika terjadi apa-apa dengan kamu serta bayi kita. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri," kata Edo tanpa sadar dia meneteskan air matanya. Dia sekarang telah menjadi ayah. Dia sudah menjadi orang tua karena telah memiliki anak bayi yang lucu.


⭐⭐⭐⭐⭐


"Selamat Elsa! Alhamdulillah, aku sekarang sudah memiliki keponakan yang cantik," ucap Also yang datang bersama istrinya, Kiara.


"Terimakasih kak! Kakak mau datang menjenguk aku," sahut Elsa.

__ADS_1


"Kamu bicara apa, sih Elsa! Maaf, waktu kamu sudah merasa mau melahirkan, kakak sedang mengantarkan barang ke luar kota. Sedangkan Kiara sedang demam. Maaf yah dik! Kamu pasti sangat berat menghadapi hari itu. Kakak menyesal tidak bisa mendampingi kamu," ucap Also dengan kedua matanya yang terlihat berkaca-kaca.


"Tidak apa-apa kak! Untung saja ada bibi Maryam yang bekerja di rumah. Jadi bibi Maryam lah yang membantuku dan menemani aku di rumah sakit. Ditambah sopir pribadi siap siaga mengantarkan aku ke rumah sakit. Kalau tidak ada mereka, aku tidak bisa berbuat banyak, kak!" cerita Elsa.


"Alhamdulillah.Aku akan memberikan imbalan pada bibi Maryam dan juga pak sopir. Karena mereka kamu bisa secepatnya ditangani oleh dokter," kata Also.


Also tiba-tiba menatap ke arah Edo dengan rasa benci. Edo tentu saja paham bahwasanya kakak iparnya pun pasti menyalahkan dirinya.


"Maafkan kak Edo juga kak! Kak Edo juga sedang meeting di luar kota. Semua tidak bisa diprediksi. Tiba-tiba adik bayi mau keluar dari sini.. hehehe," kata Elsa.


"Nah, yang penting ibu dan bayi semua selamat. Kita harus buat syukuran," sahut Kiara.


"Kamu benar sayang! Kita harus bagi-bagi sedekah karena Elsa dan bayinya sehat," ucap Also dengan wajah yang ceria karena dirinya telah memiliki ponakan.


⭐⭐⭐⭐⭐


"Elsa! Selamat sayang!" kata mama Putri yang datang bersama papa Indra.


"Mama, terima kasih ma! Mama bawa apa?" sahut Elsa.


"Berhubung kamu habis melahirkan. Mama buatin puding. Supaya pencernaan kamu lancar hehe," kata mama Putri.


"Terima kasih, ma!" sahut Elsa.


Di ruangan itu berkumpul keluarga besar dari Elsa maupun Edo. Mama Amelia pun menjenguk Elsa walaupun perutnya terlihat sudah membuncit. Mama Amelia datang bersama dengan Marcos. Elsa merasakan kebahagiaan saat melihat keluarga nya rukun. Apalagi keluarga Edo, dimana mama dan papa nya sudah berbaikan walaupun keduanya sudah memiliki kehidupan sendiri-sendiri.


TAMAT


T


A


M


A

__ADS_1


T


__ADS_2