MENYUKAI ADIK TIRI

MENYUKAI ADIK TIRI
BAB 38


__ADS_3

"Sebentar lagi pesta pernikahan Edo dan Elsa akan digelar! Kita harus ikut mengundang kolega dan relasi kita, sayang!" ucap pak Indra.


"Aku terserah mas Indra saja! Tapi jangan lupa untuk mengundang mama kandung Edo, mbak Amelia, mas," kata mama Putri.


*****


Jumat sore, Marcos sengaja menjemput Amelia ke rumahnya. Tanpa mengatakan yang sesungguhnya, Marcos ternyata mengajak Amelia ke rumah nya. Rumah yang di sana ada Prita, istri pertama nya. Tentu saja Amelia rasanya ingin pulang. Karena Marcos telah mencurangi dirinya karena membawa nya ke rumah itu tanpa mengatakan nya.


"Aku tidak enak dengan Prita, istri pertama kamu loh. Pokoknya aku mau pulang!" ucap Amelia keras kepala.


"Sayang! Prita tidak apa-apa kok kalau kamu datang ke rumah itu. Bahkan dia sangat senang karena kamu telah hamil anakku. Karena kamu sedang hamil, makanya aku mengajak kamu ke rumah itu. Aku tidak mau di cap sebagai suami yang kurang perhatian. Lebih mengutamakan Prita daripada kamu. Sedangkan Prita saat ini kesehatan nya kurang baik. Dan aku jadi sering tidak pulang ke rumah kamu, Amelia sayang!" jelas Marcos.

__ADS_1


"Tapi Marcos! Ini bisa membuat Prita akan lebih merasakan sakit," sahut Amelia.


"Siapa bilang? Aku sudah minta ijin ke Prita kok supaya membawa kamu ke rumah itu. Karena kamu sedang hamil. Sedang pikiran ku terbagi dua kamu yang hamil dan Prita yang sedang sakit mag akut," kata Marcos.


Amelia terdiam. Saat ini mobil Marcos pun sudah sampai ke rumah Prita. Mau tidak mau Amelia harus bertemu dengan istri pertama Marcos. Semoga tidak ada masalah dalam hati Prita atas kedatangan Amelia.


“Arghh!! Sakit, mas Marcos!" rintih Prita yang kembali mengeluh karena sakitnya. Beruntung Marcos tepat waktu pulang nya. Sehingga Marcos mulai memberikan perhatian pada istri pertama nya itu. Sedangkan Amelia lebih memilih duduk di sofa ruangan tengah rumah itu.


"Di minum obatnya yah, sayang! Oh iya, ada Amelia di sini. Aku membawa nya ke rumah ini. Dia sedang hamil anakku. Jadi kamu dan Amelia sekarang ini prioritas ku," ucap Marcos.


Hatinya sakit, ditambah perut nya perih. Luka yang ditoreh di sana bisa saja terukur dan terkubur. Cukup mengkonsumsi beberapa pil obat, juga vitamin, semua akan segera baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan robekan luka di hati? Luka karena Prita telah dimadu. Itu kenyataannya. Bahkan karena satu alasan bahwa dirinya belum bisa memberikan keturunan bagi suaminya.

__ADS_1


"Benarkah? Aku ingin menemui mauku, mas!" sahut Prita.


"Tidak! Kamu harus istirahat dan tidur. Demikian juga dengan Amelia. Dia harus istirahat. Oke? Aku tidak mau melihat kalian berdua kenapa napa. Oke? Sekarang kamu tidur yah. Obat yang kamu minum itu akan mereda kan sakit kamu," kata Marcos. Mau tidak mau Prita hanya bisa menurut apa kata suaminya.


Obat yang diminum Prita mulai bereaksi. Dan tidak perlu menunggu lama, Prita akhirnya terlelap dan tidak merasakan sakit di perut nya.


*****


Lelaki itu bermain di atas tubuh Amelia dengan kelembutan. Marcos benar-benar sangat menyayangi Amelia.


Marcos melakukan itu pelan dan tidak terburu-buru menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Sekarang ini Amelia adalah candu bagi Marcos. Apalagi Prita istri pertama nya sedang sakit.

__ADS_1


Ada rasa menggelenyar. Berdesir hebat. Itu adalah sensasi aneh yang selalu ia rasakan saat bersama dengan Amelia. Selama ini Marcos melakukan nya dengan Amelia dan Prita. Hanya dua wanita. Istri pertama nya dan sekarang Amelia.


__ADS_2