
"Edo, kamu di sini?" ucap Kiara yang masih berbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
"Kenapa kamu melakukan ini Kiara? Beruntung kamu bisa diselamatkan. Kalau tidak?" sahut Edo. Tangan itu saling berpautan. Kiara merasa senang bisa melihat Edo ada di sebelah nya.
"Edo, aku tidak mau berpisah dengan kamu Edo. Aku rela jika menjadi yang kedua, Edo. Aku rela," ucap Kiara sambil memohon dan menangis. Edo melihat orang tua Kiara yang seperti memohon pada Edo supaya mengiyakan permintaan Kiara.
"Kiara, aku tidak akan meninggalkan kamu. Kamu harus sembuh yah. Kamu jangan lagi mencoba bunuh diri, oke?" sahut Edo. Tangan Edo digenggam erat oleh Kiara seolah Edo tidak boleh meninggalkan dirinya
"Ya Tuhan! Apakah Elsa rela jika aku tetap menjalin hubungan dengan Kiara? Sedangkan Kiara tidak mau berpisah dengan ku? Menjadi yang kedua adalah permintaan Kiara. Apakah aku bisa membagi cinta ini dengan Kiara dan Elsa?" batin Edo seraya menatap lekat wajahnya Kiara yang masih terlihat memucat di atas tempat tidur rumah sakit itu.
🦋🦋🦋🦋🦋
"Mbak Kiara mencoba bunuh diri setelah tahu kalau kak Edo mau menikah dengan ku?" tanya Elsa pada Also kakak nya.
"Kiara sangat mencintai Edo. Mungkin saja saat dulu bersama dengan ku, hanya main main saja," ucap Also.
"Bagaimana ini, kak? Jika Edo tidak jadi bertanggungjawab dan menikah dengan ku karena alasan mbak Kiara," kata Elsa mulai khawatir.
"Kamu jangan khawatir, dik! Kakak akan pastikan kalau Edo pasti bertanggung jawab dengan kehamilan kamu. Karena mama Putri dan om Indra sudah mengetahui kalau Edo menghamili kamu. Mereka sudah mempersiapkan pernikahan kamu dengan Edo," ucap Also.
"Benar, dik! Kakak lah yang akan mengurus pesta pernikahan kamu dengan Edo," terang Also.
"Terimakasih kak! Aku pikir mama dan papa Indra tidak menanggapi masalah ini," sahut Elsa.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, dik! Karena Edo dan kamu memang sudah waktunya menikah. Kalian saling menyukai sejak lama. Kami tahu itu," kata Also.
🦋🦋🦋🦋🦋
"Putraku akan menikah, Marcos!" ucap Amelia pada Marcos yang saat ini pulang ke rumah Amelia.
"Menikah? Dengan siapa?" tanya Marcos.
"Dengan Elsa, saudara tirinya sendiri, putri dari istri baru papa nya," jawab Amelia. Marcos tersenyum lebar. Lalu dia mengusap perut Amelia yang saat ini telah hamil darah dagingnya.
"Apakah Edo menghamili Elsa?" tebak. Marcos.
"Benar! Putra ku tiba-tiba menjadi nakal," sahut Amelia.
"Benar! Bahkan kamu telah menghamili aku. Dan putra ku pun menghamili anak gadis orang," ucap Amelia.
"Hahaha, begitu laki-laki yang sudah dewasa. Pasti tuntutan biologis nya semakin memberontak. Makanya segera dinikahkan saja Elsa dengan Edo. Edo bisa sewaktu-waktu mendatangi Elsa setiap dia mau," kata Marcos.
"Benar! Cuma permasalahannya Kiara yang dulu kekasih Edo tidak mau diputus oleh Edo. Bahkan Kiara mencoba melakukan percobaan bunuh diri. Sekarang ini Edo sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk Kiara," ucap Amelia. Marcos malah terkekeh mendengar cerita dari Amelia.
"Aku sudah menduga kalau putra kamu itu pasti banyak disukai oleh para gadis-gadis. Pesona Edo sama seperti kamu, Amelia. Nyatanya aku tidak bisa berpaling dengan kamu," kata Marcos.
"Nyatanya kamu sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumahku. Kamu lebih memperhatikan Prita, istri kamu yang pertama," sahut Amelia dengan cemberut. Marcos terkekeh mendengar Amelia yang cemburu.
__ADS_1
"Prita lagi sakit maag akut, sayang! Aku harus memperhatikan Prita karena saat ini kesehatan nya sedang terganggu. Aku sebagai suami yang adil harus perhatian dong, sayang! Maaf yah, sayang!" ucap Marcos.
"Prita sakit? Astaga! Apakah dia banyak pikiran dan stres?" sahut Amelia.
"Sejak dahulu Prita sakit maag. Tapi ini sudah parah banget. Mungkin inilah yang menghambat Prita untuk mendapatkan keturunan. Tapi aku bersyukur, kamu saat ini mengandung anakku. Terimakasih banyak yah, sayang! Kamu menjaga buah hati kita," kata Marcos.
"Marcos, boleh tidak aku minta sesuatu!" sahut Amelia.
"Apa itu sayang, hem?" tanya Marcos.
"Aku mau malam ini kamu tidur di sini dan tidak pulang ke rumah Prita," ucap Amelia.
"Iya sayang! Hari ini aku sengaja mendatangi kamu sayang!" kata Marcos. Marcos kembali meraih pinggang istrinya dan memeluknya erat.
"Marcos, aku mau rujak cingur!" pinta Amelia.
"Siap, ayo kita cari rujak cingur nya sekarang!Tapi sebelum itu, aku aku mau... " sahut Marcos yang langsung menciumi Amelia bertubi-tubi di wajah dan lehernya. Amelia hanya tersenyum mendapati suaminya yang nakal dan mesum itu.
🦋🦋🦋🦋🦋
"Sebentar lagi pesta pernikahan Edo dan Elsa akan digelar! Kita harus ikut mengundang kolega dan relasi kita, sayang!" ucap pak Indra.
"Aku terserah mas Indra saja! Tapi jangan lupa untuk mengundang mama kandung Edo, mbak Amelia, mas," kata mama Putri.
__ADS_1