
Minggu pertama di bulan Februari, sudah pukul 07.15 tapi diluar gerbang SMA Nusantara masih dipenuhi siswa siswi yang mengantri. Diliputi suasana yang riuh dan menegangkan.
"Kuku di cet 3 poin! Coba lap bibir lu! " Perintah Re seraya memberi siswi itu tisu.
"Pakai lipstik 3 points! "
"Tapi Kak ini cuma lip tint, di gosok juga ilang" Sangkal nya.
"Tetap aja, di pasal nomor 27 bilang dilarang memakai riasan wajah dalam bentuk apapun! " Siswi itu hanya bisa pasrah menerima sepucuk kertas yang merupakan bukti pelanggarannya.
"Rambut panjang 5 poin, ngga pakai almamater 7 Poin! " Ucap Re, namun siswa itu mengabaikan perkataan Re dan malah nyelonong masuk.
"Tunggu, gue belum selesai! " Re menahannya dengan mistar.
"Apalagi anjing?! " Kesal siswa laki-laki itu.
"Coba angkat celana Lo" Re ingin memastikan apakah Yans memakai kaos kaki sesuai hari atau tidak.
Dengan rasa dongkol Yans menyincingkan sebelah celana nya. Dan ya benar saja, dia memakai kaos kaki hitam .
"Tambahin 10 poin lagi Ca, gada berubah-berubahnya heran. Eh, ini peringatan ke 3 ya, kalau sampai bulan depan Lo gada perubahan gue laporin ke BK biar di DO sekalian!” Ketus Re yang jengah karena ulah Yans, si kakak kelas nyebelin.
"Bisa ngga jadi cewek ga usah rese, bacot tau ngga!”
Kenapa, Lo ngga terima gue laporin?!”
"Re udah Re jangan kenceng-kenceng, malu tau ribut disini" Eca mencoba menenangkan Re.
"Oh silahkan aja ngga takut gua, kita liat siapa yang sebenarnya di DO sekolah lo atau gua. Untung cewek Lo, kalau laki udah gue patahin leher Lo!"
Mendengar itu Re sama sekali tak gentar, ia justru semakin naik pitam.
Woi cepet dong...
Lama banget, orang juga mau masuk anjing...
Teriakan-teriakan itu menyadarkan mereka dari perang mata yang menakutkan.
Re pun menyudahinya dan memberikan Yans kertas dengan menepuk kan nya di pundak. Yans berlalu tanpa menghiraukan kertas pelanggaran tersebut.
What...
Apa ini? Bukannya baris di sana aja malah disini sih.
"Aduh mampus gue, akhh semoga dia ngga liat kelakuan gue tadi" dia baru menyadari bahwa di antrian itu ada Fasha si mas crush. Rasanya menyesal karena turut meladeni tingkah Yans yang berandalan itu.
"Huft, Lo sih ngga dengerin gue tadi udah diingetin juga", Eca tambah menyalahkan dirinya.
Re yang cerdasnya sedikit di atas rata-rata pun menemukan solusi untuk menutupi muka.
"Eh ca ca, sini gue aja yang nulis-nulis" ia langsung merebut buku dan pena yang dipegang Eca, menukarnya dengan mistar besi.
"Ogah ih, kan Lo yang hobi marah-marah gue mah ngga cocok"
"Gantian, Lo pasti capek nulis dari tadi ya kan?" Diiringi senyum iblis yang mencekik nyali Eca.
"Iya deh iya" Pasrah nya.
Tak selang berapa lama tiba giliran Fasha, Re tak henti mencuri pandang darinya sambil tersipu.
"Ckckck, Berubah 180 derajat dari yang tadi" gumam Eca.
__ADS_1
"Coba liat lo pakek kaos kaki apa?!"
"Eh ngga usah, udah langsung masuk aja" Ucapnya manis, lemah lembut, baik hati dan ramah lingkungan.
Fasha melihatnya sebentar sebelum akhirnya dia pergi menuju kelas.
Eca hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat Re yang terus melihat Fasha walaupun sudah jauh.
"Akhhh, kalau gini terus lama-lama diabetes gue Ca"
"Makanya Re konfess, nyesel lo ntar kalau diduluin orang" Ucapnya berbisik.
"Gue ngga ada effort gini emang bakal diterima? Cuma modal suka doang ngga ada jaminan"
"Coba-coba siapa tau beruntung, yakan"
...----------------...
"Re nomor 5 apa? Re Rere" Panggil Bagas dengan berbisik, namun tak mendapat respon dari Re yang khusyu melamun.
"Eca nomor 5 apaan Ca? "
"gas belerang dioksida + larutan natrium hidroksida → garam Na2SO3! " Jawabnya tanpa menoleh kebelakang .
"Nomor 6 sekalian dong CA, ngga tau juga gua jawabannya apaan"
"Bodoamat males gue, makanya belajar! "
"Bagas! Eca! Nilai kalian ibu kurangin 5 poin, orang ulangan malah diskusi! " Suara bu Heni yang sangat keras itu membuyarkan lamunan Re.
"Ini bu Bagas nya nanya jawaban nomor 6 apa! " Ucapnya keras.
"Ehh engga bu bohong dia, saya cuma pinjem kortep doang"
"Harusnya gue yang marah asw, kalau sampek nilai gue kecil gue bejek lo! "
"Heh sudah-sudah, kok malah diterusin ibu kurangin lagi nanti mau?! " Bentak bu Heni lagi.
Tak lama dari itu bel istirahat berbunyi, bu Heni pun keliling mengambil kertas ulangan siswa.
"Baik anak-anak nilai UH ini ditentukan oleh kalian sendiri, belajar atau tidaknya ibu tau dari sini. Oke silahkan istirahat"
Baik buuu....
...----------------...
"Re Bunda ada kabar baik, sebentar lagi bunda menikah sama om Hadi dan kamu akan punya ayah lagi" Ucap Ibu Re dengan raut gembira.
"Beneran bun? "
"He'em"
"Akhirnya, Re jadi ikut seneng buat bunda. Yaudah bun Rere mau ke kamar mau istirahat" Re pergi ke kamarnya dengan perasaan gundah, rasanya tidak rela sang bunda dimiliki orang lain. Ia ikut senang, hanya saja seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
"Re, kenapa sih dari tadi lo diem aja kek manekin? Ada masalah cerita dong ke kita?! " Bagas bingung melihat Re hanya diam sambil memainkan minumannya.
"Iya Re cerita aja"
Re tersentak dari lamunannya.
"Hah? Engga ada apa-apa kok. Ges ini baso gue kalian makan aja, perut gue lagi ga enak"
__ADS_1
"Ahh telat, gue udah kenyang"
"Yaudah buat gua aja, gua belum kenyang" Bagas mengambil alih semangkuk baso itu dan menyantapnya.
"Gue ke toilet dulu" Re bangkit dari bangku kantin dan berjalan tergesa.
Tanpa disadarinya ada ada Yans and Thunder yang juga berjalan kearahnya. Mereka yang sama-sama tak memperhatikan jalan pun akhirnya bertabrakan. Alhasil minuman yang dipegang Yans tumpah dan mengenai sepatu branded nya.
"Eh sorry sony, que ngga fokus jalannya" ia memungut ponsel yang terjatuh, Re masih belum menyadari siapa dihadapannya itu.
"Punya mata? Kalau jalan dipake atau buta jadi orang lewat ngga diliat!" Yans berucap kasar.
"Maaf" singkatnya setelah tahu ternyata si Ketua Thunder yang berandalan itu.
"Ok gua maafin asal Lo bersihin sepatu gua sampek bersih SEPERTI SEMULA"
"Ga kelewat bos?" Edo berbisik
"Lo gila ya, gue udah minta maat njing. Lagian lap sendiri juga bisa, que ngga ada waktu buat ladenin Lo" Re ingin pergi namun pundaknya ditahan Yans.
"Percaya ngga gua bisa buat lo bersihin GOR sekarang juga?! Tinggal pilih bersihin sepatu gun atau.. "
"Ok gue bersihin" ucapnya pelan dengan tatapan menyeringai.
"Lo ga usah keterlaluan bisa ngga?!" Re Jangan Re, Eca bersuara.
"Mending Lo pada diem, anjing!" Ucap Thunder lain.
Re pun membungkuk sementara Yan' tetap berdiri dengan angkuhnya. Apa yang dilakukan Re ternyata tak sesederhana itu, dia mengambil saus dan ditumpahkannya ke sepatu itu sebanyak mungkin.
"Anjir, cewek ngga waras Lo ya?! "
"Hahaha iye emang gue ngga waras, kenapa bangsat?!"
"Mampus Lo, emang enak" Bagas.
"Sekalian aja Re mukanya, biar kodam nya keluar"
Mereka pun tertawa, sementara Re dan Yans masih bersitatap.
"Heh bocah lu ngomong lagi gua ompongin gigi lu"
"Apa lu anjer! "
"Babi Lo ya! "
Yans diam menahan emosi dan sudah ngga sanggup lagi ditahan.
"Thunder jangan biarin satupun lolos!"
Perkelahian pun terjadi, Re dan kawan-kawan yang tidak bisa berkelahi hanya memukul asal. Dan perkelahian itu berakhir di BK tentunya.
"Assalamualaikum, Bun Rere pulang" Re lantas masuk setelah melepas sepatunya.
"Eh kamu udah pulang sayang, ini ada om Hadi"
Re mengecup tangan bunda dan setelah itu Tangan om Hadi. Re pikir ia tidak perlu ikut di obrolan orang tua jadi ia memutuskan untuk masuk.
"Re mau kemana nak, sini ada yang mau bunda omongin" Re pun menurut.
"Apa Bun?"
__ADS_1
"Re, jadi om kesini karena ingin membicarakan hari pernikahan bunda Rere dan om. Kami sepakat di tanggal 20 nanti acaranya"
" Seminggu lagi?!"