Mercusuar

Mercusuar
Bab 32


__ADS_3

"Re, kantin yuk haus banget nih! " Eca mengajaknya ke kantin setelah mereka berolahraga tiga jam berturut-turut di GOR.


Re mengiyakannya dan kemudian mereka pergi meninggalkan GOR.


"Jam siapa Ca abis ini? "


"Lah bukannya jamkos ya, kan pak Imron ngga masuk katanya. " jawab Eca.


"Tumben fisika jamkos, sabi lah nongkrong di kantin males gue dikelas ada Ega. Bagas, mana bagas? " tanya Re setelah menyadari personil nya kurang satu.


"Ntah, ikutan main bola kali. "


"Ca, menurut lo Fasha tu ada kemungkinan suka sama gue ngga? " nada suaranya tiba-tiba menurun.


Eca bingung apa yang harus dia katakan, takut takut jika dia salah berucap atau apapun yang bisa membuat Re down.


"Mungkin ajalah kenapa engga, lagian sekuat apapun iman cowok mereka pasti bakal kalah sama godaan cewek yakinlah. Kita tunggu aja nanti, gue always support lo kok. " Eca meyakinkan Re dengan senyumannya.


"Sa ae lo nyenengin gue, karena lo yang bilang jadi gue.... "


"Lo yang namanya Re ya? " tanya perempuan yang memblokir jalannya bersama tiga orang lain.


"Iya " santai sekali dia menanggapi mereka.


"Bukannya mereka kelas 12 ya, ngapain coba... " gumam Eca.


"Ada hubungan apa lo sama Yans?, heh asal lo tau ya Yans itu punya gue jadi ngga usah ngarep lo bisa dapetin dia. Masih adek kelas udah kebanyakan gaya! " dia juga menoyor pundak Re.


Re tetap mode calm walaupun dicaci-maki oleh siswi itu, justru sebaliknya Eca lah yang kesal.


"Heh, maksud lo apa ngomong gitu mau ngelabrak lo?! " Eca buka mulut.


"Gausah ikut campur deh, ini masalah kami sama dia bukan sama lo! " yang lain pun ikut bersuara.


"Re kok diem aja sih, lawan dong. " bisik Eca sambil menggoyangkan ujung kaos Re.


"Emang lo siapanya, baru pacar aja udah kepedean ngatur-ngatur. Asal lo tau, GUE NGGA ADA HUBUNGAN APAPUN SAMA DIA paham! " jawabnya dengan suara datar tanpa memutuskan kontak mata dengan perempuan itu.


"Cih pake sok suci segala lagi, lo pikir gue ngga tau kalau kalian sering jalan bareng. Terus itu apa namanya kalau buka pacar, kakak adek?! " sambung si kakel pict me itu.


"Kalau iya kenapa, makanya mba punya pacar dijaga jangan sampek selingkuh. Satu lagi, gue ngga takut sama lo. Sebenarnya bisa aja gue aduin ke BK atas tuduhan pemfitnahan dan pencemaran nama baik, secara kan disitu disitu disitu ada CCTV cuma males aja. " ikut ditunjuknya semua sudut plafon yang terpasang kamera pengawas.


Sontak mereka pun menyadari tindakannya telah direkam oleh CCTV.


"Dasar PHO, kalau ini bukan sekolah udah gue remukin lo! "


"Punya mulut dijaga ya, PHO PHO lo itu yang PHO! " Eca membalasnya.


Re memegang pergelangan tangan Eca, mengisyaratkan untuk diam agar tidak memperkeruh suasana.


"Maaf gue ngga ada waktu buat ladenin kalian, permisi. "


"Ehh ngga bisa, lo ngga bisa pergi gitu aja. Urusan kita belum kelar ya. "


Siswa yang lain menghalangi jalan mereka.


"Emang pernah dimulai?! "


Dengan berani Re menerobos mereka mereka yang menghalangi jalannya, bukan pengecut tapi semua itu hanya membuang-buang waktu dan tenaga.


"Bulshit, arghh syalan, liat aja nanti kalau dia masih berani deketin Yans. Kalian malah diem aja sih bukannya bantuin gue! " Ucapnya kesal.


"Yah mana berani gue Na orang ada CCTV gitu. " Jawab yang lain.


"Akhh, ngga guna tau ngga! "


"Re kok lo malah santai sih bukannya lawan, kan jadinya mereka seenaknya aja sama lo. "

__ADS_1


"Ngga guna Ca, kalau gue marah-marah juga kayak mereka berarti gue emang ada hubungan sama Yans padahal ngga ada. "


"Huhh ngga a6"


......................


"Re, pulsek ntar ngerjain proposal persami yuk dirumah lo? "


Eca bertanya pada Re yang tengah melahap semangkuk siomay.


"Ngapa harus kerumah gue kan jauh, biasanya juga gue yang ke kosan lo. "


"Sekalian main gue kangen sama bunda udah lama banget ngga ketemu, lagian juga kosan gue belum sempet di beresin. Hehehe... " Cengirnya tanpa dosa.


"Terserah lo lah Ca, yang penting cepat kelar tu proposal. Enek gue di chatin mulu sama Dimas nanyain 'proposal mana proposal mana' kayak osis isinya cuma gue doang! " Seraya mempermainkan gaya bicara Dimas sang ketos.


"Oke deh, ada snack kan? "


"Hmmm "


Masih di tengah makan Re mendengar orang tertawa ramai-ramai, sontak ia menoleh ke belakang.


"Pantes! " Ucapnya setelah melihat kerumunan Yans and the gengs di sana.


"Lo ngga mau marahin dia? " Tanya Eca.


"Ini baru kepikiran. "


Re membuka ponselnya dan mengirim chat pada Yans.


*Ada yang mau gue omongin ke lo, privat*


Ting...


Dibukalah chat yang baru saja terkirim itu, usai membaca Yans melihat Re di kursi yang tidak terlalu jauh.


Ajak salah seorang.


"Gas lah. "


"Bos? "


"Duluan, gua masih ada urusan. "


Jika Yans sudah berkata demikian mereka pun tidak berani berkomentar dan langsung pergi.


"Bilangin sama pacar lo 'kalau mau ngelabrak stalking dulu' jangan asal labrak aja akhirnya malu sendiri kan. "


Ia menghampiri Yans ke mejanya.


"Wait, hah pacar? " Yans kaget mendengarnya.


"Vina, segala pura-pura lupa lagi! " jawab Re.


"Ohh Vina, mantan gua itumah. Ngapain dia ngelabrak lo? "


"Mau mantan mau pacar ngga peduli intinya bilangin JANGAN USIK GUE LAGI. Bilang juga kalo 'lo dan gue' itu ngga ada apa-apa! " tegasnya pada Yans yang sama sekali tidak menghiraukan dirinya dan malah sibuk bermain ponsel.


"Bilang lah sendiri. " jawabnya santai.


"Kan lo mantannya, dia ngelabrak gue juga karna lo gimana sih. Ngeselin banget, udahlah males gue ngomong sama playboy cap kaleng kayak lo? "


"Cap kaleng, awokwok. "


"Udah gitu doang, gada yang lebih penting? "


Re yang ingin pergi pun urung melakukannya.

__ADS_1


"Hmm, ga Terima? "


"Lo ngga takut kalau gua bilang kita ini sebenarnya... " ucapnya menggantung.


"Bisa diem ngga?! " matanya melotot pada Yans.


"Ngga mau, kenapa? "


"Lo tu kenapa sih selalu aja ngajak ribut, lupa sama perjanjian kita? Apa perlu gue ingetin lagi pake kekerasan?! "


"Boleh! "


"Huft, Re, sabar, lo ngga boleh marah apalagi ngotorin tangan buat mukul. Hari ini adalah hari yang baik, jadi harus jadi cewek baik dan anggunly. " gumamnya pada diri sendiri sambil mengelus dada.


"Gimana, ngga jadi mukul nya? " Yans bangun dari duduknya.


"Jadi, tapi ngga sekarang. Permisi! " ucapnya kesal.


"Kalau gue udah ku tampol tadi! " Eca.


"Gimana Ca, udah lo matiin? "


"Udah, beres pokonya. "


"Ok, good. "


......................


"Lumayan juga rumah lo, tingkat malah. Ngga sia-sia sih " Eca manggut-manggut melihat keindahan rumah baru sahabatnya itu.


"Ehh stop ya, jangan pernah lagi ngomong rumah gue karena ini bukan rumah gue emang. "


"Alah sama aja, mau rumah nyokap lo atau rumah bokap nya Yans kan kalian sekeluarga sekarang. "


"Mau dimana lo? "


"Kamar lo dong, bisa sekalian rebahan. " full senyum Eca.


Re dan Eca berjalan menuju kamar, tentu saja dengan mulut Eca yang sibuk memuji keberuntungan Re.


"Luas, nyaman, cuman lo kurang kreatif aja Re. Masa cewek kamarnya polos banget, jadi ragu kalau bukan cewek. "


"Eitss, jangan harap bisa naik kasur pake baju bau itu! " mendengar itu Eca tidak jadi menghuyungkan tubuhnya.


"Ou"


"Ngga usah aneh-aneh gue mau mandi dulu! "


"Iya iya takut banget! " seketika ekspresi wajahnya berubah.


Eca memutar bola matanya dari ujung ke ujung, mengamati penjuru kamar dari utara sampai ke selatan.


Krik.... Krik... Krik...krik...


"Sepi ya... "


Tak...tak... Tak...


Eca mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat. Juga sekelebat bayangan yang terlihat dari celah pintu bagian bawah.


"Siapa? "


Eca memutuskan untuk melihat agar tidak penasaran lagi. Di bukannya pintu itu, namun nihil tidak ada siapapun di sana.


"Kosong.... "


jangan lupa suport karya ini><

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2