
" Seminggu lagi?!" Re nampak shock mendengar tanggal pernikahan bunda.
"Iya, terlalu cepat ya nak?" membelai rambut Re.
"Engga kok Bun, Re ngikut aja asal bunda seneng Re juga seneng kok terlihat jelas bahwa senyum itu palsu.
"Makasih ya nak" bunda memeluknya dengan lembut sekaligus terharu karena momen yang bahagia ini.
"Yasudah saya pamit dulu masih ada kerjaan di kantor"
"Oh iya silahkan"
"Re om pamit dulu ya, kamu main-main dong ke rumah om nanti om kenalin sama anak om Dia se SMA loh sama kamu akhh pasti kamu tau"
Re tak menjawab, ia hanya tersenyum simpul merespon ucapan om Hadi.
"Re, bunda tau kamu pasti sulit kan untuk nerima ini semua. Makasih ya sayang udah mau ngertiin bunda"
"Engga Bun, Re cuma belum terbiasa aja" Bunda lalu mengecup keningnya dan memeluk Re penuh kasih sayang.
"Bunda mau ke toko, kamu di rumah atau mau ikut?"
"Ikut, Rere gabut dirumah sendirian"
" Ya udah sana ganti baju dulu, bunda tunggu di mobil ya"
"Emm"
Rere bakery, toko kue milik Bu Anggi yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Bu Anggi selalu kemari, baik sekedar melayani pembeli atau turut membuat cake.
"Totalnya 200 ribu" Re melayani pembeli seperti biasa.
"Terimakasih" tak lupa senyum ramah khas mba-mba kasir diperlihatkannya.
"Ada yang bisa dibantu?"
"Ada birthday cake?"
Saat menoleh betapa terkejutnya Re melihat Fasha berdiri di depannya dengan membawa sebuah buket bunga .
"Hah, oh ada kok. Mau yang model apa, custom atau polos? " Re masih keheranan, takdir apa yang membuat mereka bertemu di luar sekolah seperti ini.
" Yang Ini aja, sama lilin 17 nya " Fasha menunjuk cake biru di dalam etalase, polos tanpa hiasan apapun.
"Cake sama lilinnya 120 ribu"
Re berpikir itu pasti untuk pacarnya, wajahnya menjadi muram ketimbang sebelumnya. Apakah sebaiknya dia bertanya?
"Buat pacarnya ya? " Tanya Re setelah Fasha menyerahkan 2 lembar uang padanya.
Fasha tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya pergi dengan membawa box dan buket di tangannya.
Re semakin bingung, apakah senyuman itu adalah pengganti kata 'Iya' yang tidak ingin dirinya dengar?
Terpikir olehnya untuk memotret Fasha dan mengirimkannya ke 'jemaah NT' grup chat yang berisi mereka bertiga.
_______________________________________
Anda; *foto*
Eca; "Kok, kayak kenal gue" *emot muka batu"
Anda; "Yaa itu Fasha pe'a" *stiker bapak-bapak*
__ADS_1
Bagas; "Dia bawain lo bunga? Wah ada kemajuan" *stiker mems*
Anda; "Diem gas, ngomong lagi gue kik lo dari sini! "
Bagas; *stiker kucing hormat*
Eca; "Jadinya ngapain itu si Fasha? "
Anda; "Menurut kalian mungkin ngga kalau bunga sama kue itu buat cewek?"
Eca; "Myb, tapi ntar dulu ini cewek yang mana dulu? "
Anda; "Itu masalahnya, gue udah stalking idupnya tapi ngga ada tanda-tanda punya pacar"
Bagas; "Mencium bau-bau nt"
*Anda mengeluarkan Bagas*
*Bagas bergabung menggunakan tautan undangan grup ini *
Eca; "Lah, lo ngga inisiatif tnya gt? "
Anda; "Udah nyet, tp dia mlh senyum. Kan makin prustasi gwj anjir"
Bagas; *stiker nyamuk tulisannya nyimak*
Eca; "Udh jauh blm si Fasha? "
Anda; "Blm keknya" "? "
Eca; "Re coba deh lo ikutin si Fasha, buat mastiin sp tau bukan buat cewek. Biar lo liat sendiri Re, ngga jelous gjls gini"
Bagas; "Semangat Re, gua bantu do'a"
Eca; "Yok bisa yok"
Bagas; "Mau di bantuin? "
Anda; "Ngga usah, makasih"
_______________________________________
"Siapa tadi Re? Bunda perhatiin kok mukanya ditekuk gitu? " Bunda meletakkan cookies yang baru matang ke dalam rak kaca.
"Bukan siapa-siapa kok, Bun Rere pamit keluar bentar. Nanti Rere balik lagi" Ia mencium tangan bunda kemudian pergi dengan tergesa.
Re berlari pelan untuk mengejar ketertinggalannya dari Fasha yang sudah 20 meter di depanya. Setelah memungkas jarak menjadi beberapa meter, Re berjalan sangat pelan takut jika Fasha menyadari keberadaannya.
Saat di persimpangan jalan ternyata Fasha berbelok, Re mengintip nya dari balik tembok toko terlebih dahulu.
"Ini bukan jalan kerumahnya kan? fiks dia mau ketemu seseorang" Re mundur dan berbalik, memilih untuk mengikutinya hanya sampai sini.
"Re, kalau ngelakuin sesuatu ngga boleh setengah-setengah. Lo perlu tau siapa cewek yang spesial itu, lagian cuman pacar kan kapan aja bisa putus" Gumamnya sendiri dan kemudian berbalik arah lagi, memutuskan untuk melihat semuanya sampai akhir.
Re berhenti sesekali karena kelelahan, kakinya sangat pegal sebab berjalan sejauh ini. Belum lagi cuaca panas yang membuatnya berkeringat.
Fasha berbelok lagi, ke suatu tempat yang tak terduga. Re tercengang saat itu juga, berdiri menatap gapura yang menjadi tempat pemberhentian terakhir Fasha.
"TPU Kenanga Indah?. . . "
...****************...
"Happy birthday to you.. . Happy birthday to you.. . Happy birthday happy birthday happy birthday tooo youuu.. . Happy seventeen day Nara" Fasha bersenandung di depan makam Nara sambil membawa kue ulang tahun.
Fasha kemudian menyalakan lilin dan bersimpuh di samping nisan yang sedikit usang itu. Entah angin apa membuat mata kanan Fasha meneteskan air mata.
__ADS_1
"Kita tiup lilin dulu ya Ra..."
1...2...3...
Huuuh.. . .
"Ngga kerasa ya, Nara udah 17 tahun aja. Udah gede, udah ngga suka nangis lagi kalo ngerjain PR"
Angin berhembus sejuk seolah yang jauh di sana benar-benar menanti kehadirannya.
"Ra, aku juga bawa hadiah buat kamu. Cium geh bunganya, harum kan kaya kamu" ia meletakkan buket itu di depan nisan. Lagi-lagi, angin meloloskan buliran bening yang tertampung di kelopak matanya.
"Astaga Ra kuenya lupa belum dipotong, Aku potongin tapi kamu yang suapin aku yaa" dirinya berusaha untuk tersenyum walau hatinya peluh.
Fasha menyendok pinggiran kue dengan tangan gemetar. Gemetar itu semakin menjadi-jadi ketika dirinya mulai mengangkat sendok itu ke udara.
Pada akhirnya Fasha menyuapkan kue itu ke mulutnya sendiri diiringi senyum, di tengah deraian bulir bening membasahi wajahnya.
"Ra, kamu tau kaktus yang kamu kasih terakhir kali itu... dia udah berbunga. Nanti kapan-kapan aku bawa biar kamu liat"
Fasha mengeluarkan ponselnya, memutar video nya saat bernyanyi lagu favorite Nara. You are the reasons.
"Suka? mau denger aku nyanyi? "
I'd climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I've broken
Oh, 'cause I need you to see
That you are the reason
There goes my hands shaking
And you are the reason
My heart keeps bleeding
I need you now
And if I could turn back the clock
I'd make sure the light defeated the dark
I'd spend every hour, of every day
Keeping you safe
And I'd climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I've broken
Oh, 'cause I need you to see
That you are the reason
......................
__ADS_1