Mercusuar

Mercusuar
Bab 31


__ADS_3

"Bos, itu lo kenapa pake kacamata item emang kliatan? " heran Edo pada Yans yang baru saja turun dari motornya.


"Ngga biasanya bos style lo gini. " timpal yang lainnya.


"Suka suka gua lah, kenapa ada yang keberatan?! " tantang nya.


"Ngga bos ngga, kita becanda doang kok yakan bro.. " mereka cengengesan.


"Gimana kemaren, mereka terima kalau kalah balapan? " Yans bertanya pada mereka karena kemarin dia langsung pulang setelah usai balapan.


"Kemaren sih mereka fine aja kita menang, cuma gatau kalau nanti ada bau-bau kroyokan sama kita. " Andre menjawab.


"Yaudah kalian ati-ati aja pokoknya, kalau ada yang tiba-tiba dikroyok langsung lapor ke gua. Biar langsung kita bantai hari itu juga! "


"Shapp bos "


"Cabut yok! "


Mereka akhirnya pergi dari parkiran, tidak tau betapa takut anak-anak yang parkir jika mereka masih nongkrong di sana


......................


"Woi Re jangan lari lo anjing, ****** lo ya celana gua bolong monyed! " Ega tidak terima sebab celananya bolong di bagian bokong karena ulah Re.


"Maaf, gue ngga sengaja Ga! " teriaknya sambil berlari sekuat tenaga menghindari kejaran Ega.


"Bodoamat gua ngga peduli, gantian pokoknya! " ia sudah terengah-engah berlari menyusuri setiap sudut gedung.


"Gue ganti deh dua kali lipat, tapi stop ngejar gue! " ditengah berlari pun masih sempat-sempatnya ia bernegosiasi.


"Palak lo anjay, enak lo ngomong gitu gua yang ngerasain MALU kampret! "


"Minggir minggir minggir! " teriak Re membelah kerumunan siswa.


'Bisa mati gue kalo lari terus gini, ngga bisa gue harus ngumpet'


Re berlari sambil memutar otak mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.


'TOILET'


Tanpa pikir panjang dia masuk kedalam dan bersembunyi di balik pintu. Merapat pada tembok sambil menahan nafas. Semoga saja Ega tidak dapat menemukannya.


"Syalan, dia pasti ngumpet ini! "


Ega menyusuri setiap sudut bahkan dibalik tong sampah, dibalik vas dibalik loker tapi tidak ada Re di sana.


"Toilet pasti! " tebaknya dengan percaya diri.


Aaaaaaaa....


Aaaaaaaaa......


Ini toilet cewek bego, ngapain masuk kesini....


Pekik siswi siswi yang ada di dalam toilet dengan sangat keras.


"Ada cewek pake baju olahraga ngga yang masuk kesini? "


"Ngga ada! "

__ADS_1


"Yang bener?! " tanyanya lagi.


"Mau kena siram lo?! "


Ega segera pergi sebelum ia terkena masalah yang lain lagi. Satu aja belum kelar udah nambah lagi.


"Dasar mesum! " umpat mereka.


Re mengintip dari celah pintu, memastikan Ega benar-benar sudah pergi.


"Huuh, selamet selamet. Pergi juga tu anak, mau meninggal rasanya lari dari ujung ke ujung. Capek..." tubuhnya langsung luruh ke lantai karena lega.


Ia memejamkan mata, bernafas dengan baik dan benar untuk beberapa saat.


"Heh, lo ngapain disini?! " yans keluar dari wc.


"Lah ini kan toilet... " ucapnya menggantung.


"Tuh baca, masih disitu tulisannya belum pindah. " Yans menyeringai, menganggap Re sudah stress.


*Toilet Pria*


"Owalah toilet cowok ternyata, gue ngga baca sih tadi kan jadinya salah masuk. Emm gue cuma... cuci tangan doang kok, iya cuci tangan kotor soalnya abis main bola. Basket." bertingkah seolah teledor padahal sengaja hanya saja tempatnya yang salah.


Ia kemudian menghampiri wastafel untuk mencuci tangan sesuai ucapannya tadi.


"Akhirnya kempes juga mata gua, nih kacamata lo 'makasih'. " tersenyum puas melihat matanya sudah tidak sembab lagi seperti bangun tidur pagi tadi.


"Ambilin tisu dong, ini mata gue kemasukan sabun. Cepetan selak perih! " Re terus mengusap air pada matanya namun malah tambah perih.


"Pake air lah, lo bego apa bolot sih cuci tangan doang sabun nya sampek mata! " Yans mengambil 2 lembar tisu.


"Kurang! " dua lembar tisu sudah habis baru sampai tangannya.


Re berbalik, membiarkan Yans membersihkan area matanya sambil ditiup supaya perihnya hilang. Yans melakukannya dengan perlahan dan hati-hati.


"Masih perih ngga? "


"Masih, ini ni disebelah sini sabun nya masih ada. " ucapnya tidak sabaran.


Huft....


"Gimana, masih perih ngga? "


Re mengerjapkan matanya beberapa kali, merasakan apakah sudah normal kembali atau belum.


"Hmm, udah kok udah. Merah ngga mata gue? "


Krekkk.. . . . .


Pintu terbuka memperlihatkan Fasha diambang nya, spontan mereka berdua menoleh kearah pintu.


"Sorry ganggu, gua...ngga tau kalau ada orang. " dia menutup kembali pintu dengan pelan.


"Fasha! " Re memanggilnya tapi Fasha lebih dulu pergi.


"Minggir ih, tu kan gara-gara lo! " Re pergi menyusul Fasha, takut jika dia salah paham padanya.


"Gua? Gua ngapain anjing?! " Yans tidak tau apa maksud Re menyalahkan dirinya.

__ADS_1


Anggap saja bukan dia yang mengusap mata pelan-pelan sambil di tiup berkali-kali.


"Sha... Fasha.. "


Fasha memperlambat langkahnya karena panggilan itu, dan Re langsung mengejarnya.


"Sya jangan salah paham, gue sama dia ngga ada relationship apa-apa. Suer " ia benar-benar takut jika Fasha menjauhi nya lagi.


"Kenapa mesti bilang ke gua, terserah lo lah itu kan hak lo. Lagian gua juga ngga perlu tau. " jawabnya tanpa ekspresi.


"Iya sih, tapi gue takut lo salah paham dan jauhin gue lagi. Lo kan tau sesulit apa gue dapetin perhatian lo. " ucapnya terang-terangan.


Tapi Fasha sudah tidak kaget lagi jika Re yang ngomong seperti itu di hadapannya.


"Lo ngga capek apa nyia-nyian waktu buat hal yang ngga jelas? "


"Why unclear? Gue kan usaha, usaha buat ngedapetin hati lo. " jawabnya dengan nada khas Re.


"Ngga takut sia-sia? "


"Ngapain takut, lagian setiap usaha pasti membuahkan hasil iya kan? "


"Sampai kapan? "


"Sampai lo nyerah sama gue karena gue yang terlalu imut ini, dan sampai lo mau jadi pacar gue dengan suka rela. Exited banget gue nunggu hari itu. "


Fasha menghentikan langkahnya, melihat Re dengan tatapan yang tidak dapat didefinisikan dengan kata-kata. Ada apa?


"Kenapa, kok berhenti? " Re bingung, apakah dia salah bicara barusan.


"Gua mau ke toilet ngapain ngikutin, mau sekalian ikut ke toilet? "


Mendengar itu raut wajahnya langsung berubah ke malu attack.


"Mana ada, yakali gue ngikutin lo. Orang gue mau ke perpus mau pinjem buku. " kilahnya bohong.


"Yaudah sana, ngapain masih di sini! " tegasnya lagi.


"Iya ini juga mau jalan, bye bye... " masih dengan cengengesan.


Yans tidak menanggapi nya dan langsung masuk ke dalam, membuat Re mengerucutkan bibir karena merasa dicuekin.


"Fasha Fasha, lo kira gue bisa nyerah gitu aja. Oh ya jelas tydak sebab apa, sebab gue tau lo pasti suka juga kan sama gue cuman lo belum sadar aja... "


Re senyum senyum sendiri mengatakan hal itu, betapa menyenangkan jika hati Fasha tidak terbuat dari batu.


"Apa iya? Gue kok ngga percaya ya... Wah jangan jangan ada cewek lain dia. " Yans datang dari belakang dan langsung mengalungkan tangan di pundak Re.


"Ihh apaan sih, minggir ntar ada yang liat! " sambil meronta.


"Biarin, biar satu sekolah tau dan si cupu itu juga tau... "


"Apah, cupu, maksud lo pa ngatain gebetan gue cupu?! "


Re menginjak kaki kiri Yans hingga Yans merintih, padahal itu tidak menyakitkan. Tapi Re senang jika dia kesakitan.


"Aaww sakit ege! "


"Diem makanya kalau ngga tau itu! "

__ADS_1


*Dan kabarnya hingga kini mereka masih bertengkar*


...----------------...


__ADS_2