Mercusuar

Mercusuar
Bab 3


__ADS_3

"Nara? Siapa cewek ini sebenarnya sampek Fasha sesedih itu dateng kesini? " Muncul tanda tanya besar di benak Re tentang status gadis yang meninggal 15 bulan lalu itu.


Re duduk sebentar di sana untuk melantunkan beberapa do'a. Usai berdoa Re meraih bunga yang ditinggalkan Fasha ditempat itu lalu menghirup wanginya.


"Bagus, mubadzir kalau di taruh disini doang sampek layu" Ia berpikir beberapa saat.


"Gimana kalau buat aku aja, boleh kan? Aku bantu simpanin"


"Makasih ya Nara baik" Ucapnya santai seolah sudah akrab dengan Nara.


Re lantas bangkit dan beranjak pergi dengan bunga ditangannya.


......................


"Re gimana kemaren? Ditungguin juga malah ngilang bukannya lanjut di gc. Gue penasaran anjirr" Eca mengeluarkan kekesalannya.


"Yaa...akhirnya beneran gue ikutin dan endingnya dia ke kuburan ternyata. Engga sesuai sama dugaan kita sebelumnya" Jawab Re.


"Hah, gimana-gimana ngga ngerti gue? " Eca yang rada 'telmi' tidak mengerti inti topik yang dibicarakan Re.


"Bunga sama kuenya itu beneran dia kasih ke cewek Ca, Nara namanya. Tapi yang sad nya dia udah meninggal, dan gue masih mikir ampe sekarang hubungan mereka tu apa" terangnya


"Tadi lo bilang namanya Nara? Kok gue kayak dejavu ya denger nama itu. Tapi lupa sin nya kapan dan dimana"


"Jujurly gue seneng sih, secara kan berarti peluang gue gede buat dapetin Fasha. Misi ini bakal mulus kek jalan tol, tanpa hambatan apapun" Senyum manis turut serta mengiringi ucapannya.


"Dan gue udah mutusin buat mengejar cintanya Fasha sampe titik darah terakhir" lanjutnya


Sepanjang perjalanan mereka hanya mengobrol, tanpa disadari ternyata sudah sampai di depan perpustakaan. Keduanya pun masuk ke perpus karena Re ingin meminjam buku.


"Re gue tunggu sini aja ya, GPL! "


"Iyu.. "


Perpustakaan sekolah ini memang beda, desainnya yang menggunakan 85 persen furnitur kayu menciptakan aroma yang khas. Semua buku tersusun rapih di rak-rak yang menjulang tinggi. Menciptakan ketenangan dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa didalamnya.


"Ini buku-buku olim MTK, buku olim fisika sebelah mana? " Re menjamah deretan buku di depannya namun belum menemukan apa yang ia cari.


Beberapa saat kemudian...


"Nah, itu dia yang dicari" Re berjinjit untuk mengambil buku yang letaknya lebih tinggi dari juluran tangannya.


Saat sejengkal lagi tangan Re mengenai buku, seseorang mendahuluinya dari sisi lain.


"Maaf, tapi gue duluan yang nemuin buku itu" Re mematung sesaat ketika sadar yang berhadapan dengan dirinya adalah Fasha.


"Bisa cari yang lain aja ngga, gua butuh masalahnya" Ucap Fasha yang seperti sangat menginginkan buku itu.


"Sorry, gue juga lagi perlu buku itu"


"Ok, tunggu... " Fasha membawa buku itu ke petugas perpus.


Eca yang melamun langsung shock melihat dua orang itu berdampingan.


"Astaghfirullah, ini mata gue yang sliwer apa gimana? "

__ADS_1


"Bu, apa masih ada buku yang sama seperti ini? " Tanya Fasha sambil memperlihatkan buku itu.


"Tidak ada nak, hanya satu itu. Tapi kalau model lain ada"


Mendengar itu Fasha paham dan langsung memberikan buku itu kepada Re.


"Buat gue? " Bodohnya ia malah bertanya, jelas-jelas dirinya yang kekeh ingin buku itu tadi.


"Ambil, gua cari yang lain aja"


Re mengambilnya dan Fasha langsung beranjak pergi.


"Ciee, apaan tuch ngga liat gue. Fenomena ajaib apa ya barusan?" Eca menggoda Re.


Suara Eca yang bervolume ganda membuat beberapa pasang mata menatap mereka. Segera Re menariknya keluar sebelum mata-mata itu menerkam nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Argghhht"


Bagas terjatuh dan merintih kesakitan, kakinya di jegal salah seorang tim lawan ketika mendribbel bola tadi. Permainan pun terhenti karena tragedi itu sukses menimbulkan kerumunan yang tidak ramah.


"Woy, mainnya santai dong! Mau menang ngga gini caranya" Rekan setim bagas berceletuk kasar.


"Maksud lo apa ngomong gitu! Bacot" Balas anak basket IPS 3.


"Bacot bacot, lo yang bacot anjeng! "


Beberapa orang mulai berseteru, suasana juga semakin memanas. Sementara Bagas, dua orang memapah nya menjauhi perseteruan.


"Heh, jelas-jelas dia tadi yang jegal Bagas semua juga liat men. Licik mah ga usah maen, bangsat! "


Tiba-tiba sebuah kursi merah di layangkan ke kerumunan IPA 3 hingga pecah. Baku hantam juga mulai terjadi diantara dua belah tim.


"Ca ca, liat itu ada apaan si? " Mereka berniat untuk menonton pertandingan antar dua kelas, namun mendapati kekacauan seperti ini.


"Bagas Re"


Keduanya pun berlari menghampiri bagas yang ada di belakang kerumunan.


"Gas lo kenapa?" Re kaget melihat bagas berdiri dengan menopang bahu orang lain.


"Woyla, kalian ngapain kesini?! Udah Re jangan kesini bahaya. Mending balik sana"


"Ngga, ayo ke UKS nanti makin parah itu gas! "


"Ngga bisa pergi gitu aja gue"


Tanpa disadarinya perseteruan itu mulai mengganas, dan dari kejauhan bola basket melayang menuju mereka.


Awass...


Bumbbb...


Bola itu mendarat mulus di kepala samping Re dan sukses membuatnya terjatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Rere, bangun re bangun. siapa lagi yang ngelempar bola asal gini?! "


"Woy udah, stop anjing beraninya buat onar disini lu pada! " Yans dan rombongan Thunder datang menyela perseteruan di GOR.


"Thunder, beresin! "


"Siap bos"


Mereka langsung menyerbu ke sana, kali ini bukan untuk ikut berkelahi tapi untuk mengurai perkelahian kedua tim.


"Siapapun tolong gue, please" Eca berteriak dan sontak menarik perhatian Yans.


"Kenapa dia? "


"Kena bola kepala nya" jawabnya yang panik tak karuan.


Yans melihat kepala itu memar alias benjol, tanpa pikir panjang ia langsung menggendong Re dan berlari.


"Kita bawa ke UKS sekarang"


"Gue nyusul" Eca membereskan barang-barang Re yang tergelak di lapangan kemudian mengikuti kepergian Yans.


Sampai di UKS Re dibaringkan di atas ranjang dan langsung ditangani oleh petugas UKS. Sementara Yans, dia langsung pergi untuk membereskan kerusuhan tadi.


"Ehh, gue belum bilang makasih padahal" Ucap Eca sendiri.


"Re lo udah sadar, akhirnya. Sumpah lo ngga tau sepanik apa gue tadi" curhatnya kepada Re yang baru membuka mata.


"Makasih ya ca, udah bawa gue kesini" Re menyentuh keningnya yang ditutupi plaster.


"Sama-sama Re, tapi bukan gue yang gendong lo"


"Terus? "


"Yans" cengengesan Eca menjawabnya.


"Hah?! "


"Ya dia tiba-tiba dateng terus ngeliat lo pingsan jadi dibawa kesini. Gue juga panik banget Re, gatau mau ngapain"


"iya iya gue tau"


"Tas lo, gue udah izin ke guru piket"


"Hmm, gue mau langsung balik aja" Re bangkit dan berjalan perlahan.


Saat keluar gerbang ternyata mobil bunda sudah ada di sana. Re masuk kedalam dan duduk disamping bunda.


"Itu kenapa kepalanya Re? "


"Ngga bun, tadi ngga sengaja kebentur tembok di kelas" Re berbohong.


"Kok bisa ngga hati-hati sih nak, masih sakit? mau cek ke dokter? " bunda tampak cemas.


"Ngga usah Bun ngga papa kok. Rere mau istirahat aja dirumah" Re memalingkan pandangannya keluar jendela.

__ADS_1


Bunda menghela nafas, menjalankan mobil menuju rumah sesuai permintaan Re. Tak ada obrolan diantara mereka sampai tiba di rumah.


...----------------...


__ADS_2